Teriknya matahari dan cuaca cerah menambah semangat teman-teman Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) dalam menghadirkan acara yang paling ditunggu pelajar-pelajar di Victoria, Alun-Alun 2019. Kali ini Alun-Alun mengangkat tema ‘TEMPOE DOLOE’ yang bertujuan membawa kembali nostalgia di era ’70 hingga ‘90an. Hal ini dikonfirmasi oleh Risqika Quentina (Qika), Project Manager Alun-Alun 2019 bahwa pada dasarnya, Alun-Alun tidaklah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, namun konsep acara lah yang berbeda tentunya dengan harapan meningkatkan awareness teman-teman akan sejarah bangsa sendiri dan kilas balik ke Golden Era of Pop Culture.

Biarpun sudah seharian bertugas di meja registrasi seharian, namun tetap ceria

Hal ini dibuktikan dengan menghadirkan beberapa grup vokalis seperti Klaudspirit, Vvasbi, Gibran dan Ajoy membawakan lagu-lagu Indonesia di era ‘90-an. Tak lupa juga ada komunitas tari Bhineka yang membawakan tari Saman dari Aceh. Secara terang-terangan Qika juga merasa bersyukur atas dukungan teman-teman hebat dari PPIA Victoria yang berjumlah 38 orang. Baginya, acara ini merupakan suatu hal memorable dimana ia bisa berkesempatan menjadi salah satu Project Manager Alun-Alun 2019.

Selain pengisi acara, banyak juga ranting PPIA dari beberapa kampus yang membuka booth dan menjajakan makanan dan minuman yang sangat beragam. Tak lupa juga, PPIA Victoria menambah dekorasi di tiap sudut area dengan sentuhan tempoe doloe, sehingga setiap pengunjung yang duduk di area terbuka sambil menikmati makanan khas dan diiringi lagu-lagu Indonesia, dapat merasakan betul nyamannya berada di rumah sendiri layaknya di kampung halaman.

Halaman depan KJRI Melbourne dihias penuh kemeriahan

Alun-Alun memang merupakan sarana ramah tamah dan pertemuan antar mahasiswa. Area panggung tak pernah sepi karena ada banyak permainan yang bisa diikuti, kuis dan juga promosi acara PPIA yang akan dilakukan selama setahun kedepan seperti Victoria Cup dan Temulawak. Dari total empat permainan yang diselenggarakan, PPIA University of Melbourne keluar sebagai juara pertama dengan perolehan angka 80, disusul kemudian dengan PPIA Monash dengan 50 poin dan PPIA William Angliss dengan 30. PPIA Victoria juga memberikan penghargaan dengan PPIA Deakin atas dekorasi booth yang paling menarik. Selain itu, untuk kategori best performer jatuh kepada PPIA RMIT yang unjuk kebolehan modern dance dengan diiringi musik tempo doeloe


Apa Kata Mereka

Viera – mahasiswi Monash University jurusan Actuarial studies
(kiri) & pemenang kuis BUSET

Ini pertama kali saya hadir di Alun-Alun. Bagi saya ini seru dan menarik karena bisa bertemu dengan mahasiswa Indonesia dari kampus lain, acara juga seru, cobain makanan Indo lain. Saya sendiri terlibat di PPIA Monash departemen kreatif.

Jane – mahasiswi Swinburne University, UXN Digital Media Design

(kanan) bersama Buset Crew

Aku hari ini kebetulan dikasih tugas di bagian registrasi bagian pendataan. Baru tahun ini saya berada di komite, dan itu merubah point of view saya terhadap Alun-Alun. Karena di Alun-Alun tahun lalu, saya sebagai pengunjung. Apalagi aku yang sudah lama tidak balik Indonesia tentu menantikan acara ini sebagai obat kangen. Apalagi tahun ini temanya Tempo Doeloe. Selain itu, saya juga bersama teman-teman banyak terlibat di dekorasi to make this event going on.

Devina