Menjelang penutupan 2014, untuk pertama kalinya KJRI Melbourne mengadakan kompetisi fotografi bertajuk “Indonesia Through My Lens”. Sebanyak 150 foto masuk seleksi, diantaranya merupakan hasil jepretan warga lokal Australia. Penilaian dilakukan oleh tiga juri; fotografer profesional Windu Kuntoro dan Ading Attamimi, serta Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) Ita Puspitasari.

Ading Attamimi yang juga ialah pemilik Ading Attamimi Photography menjelaskan kriteria utama dalam pemilihan foto pemenang dan favorit adalah yang mampu menggambarkan Indonesia.

Untuk menjamin objektivitas, Windu lanjut menjelaskan, dalam proses penilaian, panitia telah menyediakan foto tanpa nama untuk diteruskan dan dinilai oleh para juri. “Jadi walaupun [foto] teman sekalipun, kita nggak akan mungkin bisa nominasikan,” tuturnya tegas.

Tampil sebagai pemenang utama adalah Saskia Bebe. Dirinya berhasil menggondol hadiah berupa gift voucher dari Ted’s Cameras senilai AUD750. Sedangkan karya Ragil HT Purnomo dan Dhomas Hatta Fudholi terpilih sebagai pemenang lomba fotografi ke-dua dan tiga dengan hadiah gift voucher senilai AUD500 dan AUD300.

Sebanyak 9 foto favorit yang juga membawa pulang gift voucher senilai AUD150 adalah James Stuart Robert Symington, Widi Baskoro, Helenaconia Swastika, I Komang A Suryawan, Ni Ketut Efrata Fransiska, Sally Jane Hill, Julie Newnham, Johanna Gwynn dan Adrian Siaril.

Melanjuti kesuksesan kompetisi fotografi ini, bukan tidak mungkin hal serupa akan kembali dilangsungkan pada 2015 ini dengan skala yang lebih besar lagi. Melalui wawancara Konsul Ita dengan Nusantara TV dan BUSET, beliau menjelaskan, “kita ingin melihat partisipasi dari masyarakat Australia. Kita ingin melihat bagaimana mereka melihat Indonesia… karena itu pasti tercermin dari foto-foto yang mereka ambil.”

***

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Ragil Purnomo, juara II “Indonesia Through My Lens”, menjelaskan hasil karyanya mengambil tema Ambabar Jagad yang artinya membuka dunia baru, diwakilkan oleh sang dalang, yang ialah pemeran atau tokoh utama yang menjalankan skenario dari wayang-wayang.

“Dalam kehidupan Jawa ada pembukaan dan penutupan, dan [melalui foto] ini pembukaan itu digambarkan dengan dua gunungan dan di akhir penutupan juga dengan gunungan yang sama,” ujar Ragil.

Foto ini juga tampil sebagai Sampul Muka di BUSET edisi pembuka tahun 2015.

***


APA KATA MEREKA

 


Foto: Kusir dan Andong-nya, diambil di Marlioboro, Yogyakarta

Event ini saya kira sangat bagus sekali, sangat menarik sekali bagi kita sendiri, terutama untuk komunitas fotografer bagi yang profesional maupun amatur. Dan untuk kedepannya saya harap event ini akan terus berlangsung setiap tahunnya… dan saya harap yang ikut serta semakin bertambah banyak dan juga kualitas dari foto yang masuk dan yang menang akan naik. Hopefully itu akan bisa mendongkrak pariwisata Indonesia.

 

Menurut saya acara ini sangat bagus dan menarik. Mendukung para beginner fotografer untuk berkreativitas, menunjang anak-anak muda yang gemar fotografi, berpetualang. Diharapkan kedepannya acara ini lebih maju dan mudah-mudahan lebih banyak kompetitor.

***

GALERI FOTO