Wayang, Gamelan, Hingga Batak Vegas! 

Festival Moomba merupakan salah satu acara yang indentik dengan kota Melbourne. Acara yang diadakan sejak tahun 1955 ini merupakan hiburan bagi masyarakat Victoria dimana keluarga dan teman menghabiskan waktu bersama untuk menikmati berbagai macam pertunjukan dan aktifitas hingga pasar malam. Moomba festival berlangsung selama 4 hari setiap tahunnya menampilkan parade, karnaval, kembang api, kegiatan olah raga air, musik dan band di sepanjang sungai Yarra.

Salah satu highlight pada festival tersebut adalah Parade Moomba dimana berbagai macam organisasi masyarakat dari berbagai latar belakang dan kebudayaan melakukan arak-arakan di jalan utama kota Melbourne. Tidak lupa pada saat parade akan diperkenalkan seorang yang dinobatkan sebagai raja Moomba. Parade ini menjadi salah satu bukti kongkrit bahwa Australia merupakan negara multikultural yang kaya akan berbagai macam latar belakang, tradisi dan kebudayaan.

Masyarakat Indonesia yang juga datang dari berbagai macam organisasi dan etnis turut serta pada parade Moomba 2017 seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Ini kali, Indonesia melibatkan tidak kurang dari 50 peserta yang berjalan dari Shrine of Remembrance menuju Arts Center sepanjang St Kilda road. Komunitas Indonesia yang terlibat di tahun ini antara lain Punguan Batak, Mahindra Bali, Minang Saiyo, dan Saman Melbourne yang ditambah lagi dengan adanya kolaborasi sangar Sang Penari Indonesia dan para penari dari koordinasi KJRI Melbourne, mereka semua bersama- sama mempromosikan busana dan tarian tradisional Tanah Air ke Negara Kangguru.

Untuk pertama kalinya konsep Punakawan tampil di antara barisan Parade Moomba. Punakawan yang adalah karakter wayang Indonesia ini diperankan oleh beberapa penari wanita yang berdandan sebagai Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Tak dipungkiri lagi, aksi mereka sukses menarik jutaan mata yang telah berdiri di bibir jalan seraya menyoraki parade.

Ditemui pada kesempatan yang sama, salah seorang peserta dari Indonesia Ganda Marpaung mengakui bahwa dirinya sudah terlibat dalam parade Moomba mewakili Indonesia sejak tahun 1998. Selama itu pula lah Ganda mengikuti parade sekaligus juga bertugas sebagai salah seorang perancang busana dan koreografer tarian. Untuk Moomba 2017, pria keturunan Batak ini mempertunjukkan busana tradisional sukunya yang dipadu harmonis dengan tema Las Vegas. Untuk merancang dan membuat kostum tersebut Ganda mengakui tidak menghabiskan banyak waktu karena memang dirinya sangat gemar dalam hal ini dan sudah terbiasa. Ganda merupakan salah satu dari sekian banyak masyarakat Indonesia yang bangga dan mau terlibat dalam acara promosi budaya, tak hanya Moomba melainkan juga di berbagai kesempatan yang dapat mengangkat nama Indonesia.

Sekitar 50 peserta turut berpartisipasi mengangkat nama Indonesia
Sekitar 50 peserta turut berpartisipasi mengangkat nama Indonesia
Ganda Marpaung (kiri) dan busana rancangannya untuk Moomba 2017-03-17
Ganda Marpaung (kiri) dan busana rancangannya untuk Moomba 2017
Setelah berkumpul dan berdandan di KJRI Melbourne, para Punakawati siap beraksi
Setelah berkumpul dan berdandan di KJRI Melbourne, para Punakawati siap beraksi
Putri Bali berjalan anggun mengawali para pemusik gamelan dari Mahindra Bali di belakangnya
Putri Bali berjalan anggun mengawali para pemusik gamelan dari Mahindra Bali di belakangnya
Mempromosikan pakaian adat serta pakaian pengantin tradisional suku Minang
Mempromosikan pakaian adat serta pakaian pengantin tradisional suku Minang

 

Nys
Foto: Tjintjin

SHARE
Previous article‘CEK TOKO SEBELAH’ Australian Tour