Di awal tahun 2017, PPIA Monash kembali menggelar salah satu event terbesarnya, “Australia Indonesia Business Forum 2017” (AIBF 2017) yang tepatnya akan diadakan pada tanggal 6 Mei 2017 di 271 Collins St (Monash City Campus) dengan mengusung tema:

‘Opportunity’: “Forgoing creative and inspiring future leaders that seize to explore, expand and embrace opportunities”

AIBF 2017 bertujuan untuk mendorong para mahasiswa dalam menambah ilmu dan wawasan di luar dari teori yang diajarkan di universitas. Selain itu, AIBF 2017 juga memberikan kesempatan kepada partisipan untuk dapat berdiskusi serta berinteraksi dengan para pembicara sehingga terjalin networking dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi.

Event AIBF 2017 secara garis besar dibagi menjadi Pre-event – yakni Opindo dan Kompetisi Debat – dan Main Event:

 OPINDO (Open Discussion for Indonesia)

Fiyona Alidjurnawan (kiri) dan Darwin Wirawan (kanan)

Forum diskusi ini diberi tajuk “OPPORTUNITY, IF YOU CAN’T FIND IT, CREATE IT” dan diadakan pada akhir Maret kemarin. Dua narasumber yang hadir yaitu Fiyona Alidjurnawan (sosok dibalik PocketChange) dan Darwin Wirawan (pemilik Williv Architecture). Keduanya berbagi pengalaman hidup dan bagaimana mereka membangun usaha mereka dari nol. Fiyona menceritakan bagaimana ia meniti karir di industri fashion yang awalnya merupakan tugas sekolah, sedangkan Darwin berbagi pengalaman bagaimana ia berjuang keras untuk membuktikan hasil karya arsitekturnya untuk dapat memuaskan para klien seraya menandingi arsitek lokal di Melbourne. OPINDO yang dihadiri oleh tak kurang dari 70 mahasiswa itu pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sangat informatif.

Kompetisi Debat

Apabila pada tahun-tahun sebelumnya AIBF menggelar Business Plan Competition, maka tahun 2017 ini, diadakan sesuatu yang berbeda, yaitu Kompetisi Debat yang sukses dilangsungkan awal Mei silam di Monash University Caulfield. Kompetisi tersebut diikuti 4 tim (Monash University + RMIT, RMIT University, Melbourne University, dan PPIA Victoria) masing-masing beranggotakan tiga orang. Debat menggunakan Asian Parlementary System yang biasa digunakan pada debat-debat di Asia, dimana tim A melawan tim B dan tim C melawan tim D, kemudian dua tim yang tampil sebagai pemenang masuk ke babak final.

Terdapat 3 mosi untuk kompetisi ini; ‘pencapaian pendidikan seseorang efektif dalam mempengaruhi kesempatan kerja’ dan ‘perkembangan teknologi berdampak buruk pada lapangan kerja’. Mosi untuk babak final adalah ‘this house would kill men’. Setelah melalui penilaian dari tim juri (Made Utari Rimayanti, Dewi Ratih Naim, dan Tina Lahur), tim Monash University + RMIT tampil sebagai pemenang dan membawa pulang hadiah uang tunai senilai $500.

Main-Event

Acara puncak AIBF 2017 bertujuan menyediakan platform untuk “membentuk” para pemimpin masa depan sehingga mereka mampu mendapatkan kesempatan terbaik. Untuk

Mantan Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro (ke-3 dari kanan) menghadiri AIBF 2016

itu, AIBF 2017 yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 Mei 2017 bertempat di Monash City Campus (271 Collins St), akan mendatangkan pembicara-pembicara terbaik dari Indonesia maupun Australia yang terbukti mumpuni dalam bidang yang mereka dalami.

PPIA Monash mengharapkan setelah AIBF 2017 berakhir, para mahasiswa dapat menemukan kesempatan-kesempatan dalam hal karir dan bisnis, serta aspirasi mereka dapat memberikan dampak yang lebih baik pada Bangsa Indonesia secara keseluruhan.

AIBF 2017 pada event utama ini terbagi menjadi 2 segmen: class seminar dan networking night.

Pada class seminar akan terdapat beberapa kelas dimana peserta diperbolehkan untuk memilih (ingin mengikuti kelas apa) dan pada penghujung acara, semua kelas-kelas kecil yang terbentuk diawal acara akan digabungkan menjadi satu kelas besar. Class Seminar bertujuan untuk memfasilitasi para peserta untuk meyerap ilmu sebanyak mungkin dari para speakers yang akan berbagi pengalaman mereka.

PPIA Monash percaya bahwa bentuk kelas seminar seperti ini akan efektif bagi para partisipan sehingga mereka dapat mengikuti kelas-kelas yang mereka butuhkan. Melalui seminar ini, para partisipan bisa mendapatkan ide-ide baru untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Networking Event AIBF 2015

Acara Networking Night akan diadakan langsung setelah acara class seminar selesai. Para peserta diperbolehkan untuk berinteraksi langsung dan berdiskusi dengan para narasumber, pada segmen ini, kami juga menyediakan santap malam untuk para partisipan.

AIBF 2017 akan mendatangkan Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia), Tom Quinn (CEO Future Business Council), Adam Stone (Founder & CEO Speedlancer), Shishir Pandit (Chair & Director Global Consulting Group), Christy Tania (Executive Head Pastry Chef, The Langham Melbourne), dan masih banyak lagi.

AIBF 2017 ingin memberikan kesempatan luas bagi para mahasiswa-mahasiswi yang tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga di bidang-bidang lain. AIBF 2017 secara umum akan memberikan manfaat yang positif dalam hal membentuk kesempatan dan keberanian sesuai tema yang diangkat. Besar harapan komite AIBF 2017 agar setiap opini dan argumen yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan nyata setiap partisipan nantinya.

 

 

Tim AIBF