Median harga properti di Australia telah menurun sebanyak 4.10% sejak tahun lalu hingga akhir November 2018 dan diprediksikan akan berkelanjutan di tahun 2019. Karena harga properti menurun, keuntungan dari penjualan properti juga berkurang. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kemungkinan besar penyewa (tenant) akan menerima dampak negatifnya.

Banyak penduduk Australia yang menjadi korban penawaran sewa (rental bidding). Calon penyewa kerap mencoba segala cara untuk mendapatkan tempat tinggal yang tepat, contohnya dengan menawarkan harga sewa yang lebih tinggi dari yang dipasarkan.

Secara hukum, calon penyewa diizinkan untuk mengajukan harga sewa yang lebih tinggi. Jika pemilik properti (landlord) atau manajer properti (property manager) meminta harga sewa yang lebih tinggi dari yang ditawarkan oleh calon penyewa karena terdapat penawaran lain, praktek inilah yang disebut sebagai rental bidding.

Pada saat ini, hanya Queensland yang secara jelas melarang rental bidding berdasarkan Australian Consumer Law. Walau tidak etis dan bertentangan dengan hukum, rental bidding kerap terjadi karena sulit untuk mengetahui siapa yang melakukannya dan kapan terjadinya tanpa terlibat secara langsung dalam proses tersebut. Sebaiknya, penduduk Australia mencari cara lain untuk mendapatkan tempat tinggal yang tepat karena ada cara yang legal selain rental bidding.

Pembaruan Hukum Sewa Australia Pada Tahun 2020

Australia akan mengadakan pembaruan hukum sewa pada Juli 2020 yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada penyewa terutama di Victoria, New South Wales, South Australia, dan Western Australia. Salah satu hal yang akan diperbarui adalah pelarangan praktek rental bidding.

Saat ini, hanya Australian Consumer Law Section 18 dalam Competition and Consumer Act 2010 yang terkait dengan rental bidding, karena peraturan tersebut melarang seluruh penduduk Australia untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat menyesatkan atau menipu.

Properti yang disewakan seringkali menerima sejumlah aplikasi dari calon penyewa khususnya pada bulan Februari, yang dianggap sebagai periode tersibuk dalam satu tahun. Menurut calon penyewa, dengan menawarkan harga sewa yang lebih tinggi; seorang manajer properti akan memberikan prioritas lebih kepada mereka dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Bagi manajer properti, dengan mendapatkan calon penyewa yang mampu membayar harga lebih tinggi akan memberikan omset lebih besar bagi pemilik rumah.

Secara keseluruhan, menangkap perusahaan yang melakukan rental bidding dengan sengaja cukup sulit bagi pihak kepolisian. Jika seorang penyewa merasa mereka mengalami rental bidding dari perusahaan properti, mereka dapat melaporkannya kepada Australian Consumer Affairs. Tetapi penyewa harus memiliki bukti tertulis bahwa dia mengalami rental bidding sebelum melaporkannya.

Secara Legal Calon Penyewa Dapat Menawarkan Harga Sewa Lebih Tinggi

Menawarkan harga sewa yang lebih tinggi untuk sebuah properti itu berbeda dari rental bidding. Penyewa secara legal dapat menawarkan harga sewa lebih tinggi untuk properti yang mereka inginkan.

Manajer properti diperbolehkan untuk memberi tahu pemilik properti bahwa ada permohonan dari penyewa untuk membayar harga sewa yang lebih tinggi, tetapi mereka secara legal tidak boleh meminta harga yang lebih tinggi dari yang sudah ditawarkan. Pemilik properti hanya boleh menerima permohonan yang sudah diajukan oleh calon penyewa tersebut.

Pada tahun 2016, laporan dari Consumer Affairs Victoria memperkirakan bahwa satu dari lima penyewa menawarkan untuk membayar lebih dari harga yang dipasarkan, meskipun hal ini bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan tempat tinggal diinginkan.

Banyak calon penyewa khususnya dari luar negeri menawarkan pembayaran 12 bulan dimuka untuk mendapatkan properti yang mereka inginkan. Oleh karena itu, pemilik properti dapat merasa lebih puas dan tenang dengan aplikasi tersebut karena ada sebuah jaminan dari calon penyewa di luar uang jaminan (bond) pada umumnya.

Perusahaan Properti Dapat Meminta Calon Penyewa untuk Mengajukan Tawaran Terbaik Mereka

Ada berbagai cara dari perusahaan properti untuk memilih calon penyewa terbaik dari sejumlah aplikasi guna memberikan hasil teroptimal bagi pemilik properti. Manajer properti dapat memberikan sebuah gambaran mengenai tawaran yang diterima oleh pemilik properti dari calon penyewa. Namun, manajer properti harus berhati-hati serta berpedoman penuh kepada peraturan yang berlaku agar semua calon penyewa diperlakukan secara adil.

Secara legal, manajer properti tidak boleh menyarankan pemilik properti untuk melakukan rental bidding, namun mereka hanya boleh memberikan saran untuk memasarkan properti mereka pada harga tertentu serta menginformasikan kepada calon penyewa untuk memberikan penawaran terbaik apabila mereka menginginkannya.

Manajer properti tidak diizinkan untuk memperlakukan properti yang disewakan seperti pelelangan (auction) dan mendorong calon penyewa untuk terus menerus menawarkan harga yang lebih tinggi demi keuntungan pemilik properti semata.

Rental bidding dapat dimulai oleh penyewa, manajer properti ataupun pemilik properti. Namun, manajer properti memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua prosedur berjalan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku serta memberikan hasil teroptimal bagi semua pihak yang terlibat khususnya pemilik properti.

 

 

 

 

 

 

 

 

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B.Ec (Fin), FIML
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
LinkedIn

Jeffrey Koby,
B.BUS (MKT), M.MKT
Co-property Writer
Marketing Communications Officer
(e.) [email protected]