Dihadiri pihak manajemen Pepper Lunch Australia dan Jepang akhir April lalu, Pepper Lunch Glenferrie yang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya resmi dibuka. Cabang restoran ini merupakan yang kedua di Melbourne, dan yang kelima di seluruh Australia. Di hari yang meriah itu, Pepper Lunch pun memberikan diskon sebesar 50% untuk setiap menu kepada para pengunjung yang datang.

Terletak tidak jauh dari stasiun Glenferrie, tepatnya di 644 Glenferrie Road kini kenikmatan masakan Jepang ala Pepper Lunch dapat dengan mudah dijambangi masyarakat yang tinggal di sekitar Hawthorn. Tentunya ini juga merupakan kabar yang sangat baik bagi para pelajar di Swinburne University yang ingin menyantap makanan nikmat dan sehat dengan harga terjangkau.

Berbeda dengan tokonya di Elizabeth Street CBD, Pepper Lunch Hawthorn memiliki jam operasional mulai dari pukul 11 pagi hingga 9 malam. Selain bisa menikmati menu ala Jepang, kita kini juga bisa menikmati menu baru Teppan Pasta yang terinspirasi dari kulinari Itali. Protein berupa ayam dan seafood pun bisa dipilih dengan saus yang berbeda-beda. Untuk melihat lebih banyak informasi mengenai salah satu cabang restoran DIY (Do It Yourself) yang unik ini, silahkan membuka laman facebook dengan nama Pepper Lunch Glenferrie.

Tidak berhenti sampai di sini, menurut Edwin Soetiono selaku salah satu dari tiga orang pengurus aktif bisnis Pepper Lunch Australia, diharapkan dalam beberapa tahun kedepan akan ada total 20 cabang dengan target dua hingga tiga toko per tahunnya. Jadi tunggu terus kehadiran Pepper Lunch di daerah Anda!

 

Tentang Edwin Soetiono

Edwin ialah salah satu pencetus kehadiran Pepper Lunch di Asutralia. Pria muda yang baru berumur 27 tahun ini lulus tiga tahun yang lalu dari Deakin University setelah menyelesaikan Post Graduate MBA dan Master of Commerce.

Keinginannya untuk berkecimpung di bisnis kuliner sendiri mungkin muncul karena orang tua Edwin juga memiliki bisnis restoran di Jakarta. Pepper Lunch pun menjadi pilihan karena dirinya memang hobi bersantap di restoran tersebut saat pulang ke Jakarta, dan pada saat itu Pepper Lunch belum ada di Melbourne.

Berbisnis, menurut Edwin, perlu dibarengi dengan kejujuran dan kegigihan. Hal ini telah dipraktekkannya jauh sebelum berkecimpung bersama Pepper Lunch. Edwin juga memiliki usaha yang bergerak di bidang otomotif dan restoran waralaba lainnya di Melbourne.

Untuk kedepannya, pebisnis yang dulunya pernah bekerja di perusahaan car wash ini berharap bisa terus mengembangkan bisnis Pepper Lunch hingga memenuhi cita-citanya, yaitu 20 restoran di seluruh Australia.