Sejak kecil, kita sering kali ditanyai tentang sosok idola dan tokoh inspiratif dalam hidup. Banyak dari kita yang tak ragu menjawab “Ibu” sebagai sosok perempuan tangguh yang senantiasa mengorbankan hidup mereka untuk menjaga dan membesarkan kita. Kegigihan dan ketangguhan mereka dalam menjalani hidup merupakan contoh penting dan berarti dalam kehidupan kita.

Kehidupan mereka dimulai jauh sebelum kita panggil “Ibu”. Saat mereka mulai belajar berdiri, berjalanan, berbicara, dan terus tumbuh menjadi sosok Ibu yang kita agumi. Sosok perempuan luar biasa satu ini begitu dekat dan akrab dalam kehidupan kita. Disamping Ibu kita sendiri, ada beberapa tokoh perempuan dunia dengan segudang cerita dan prestasi yang patut kita contoh.

Dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2019, berikut merupakan beberapa perempuan luar biasa di dunia pilihan Buset.

Michelle Obama
Pengacara, Penulis dan Mantan Ibu Negara Amerika Serikat

Apabila seseorang yang terkesan berpangkat lebih tinggi darimu mengatakan bahwa kamu kurang pandai, kurang cantik, kurang hebat, apakah kamu akan begitu saja mempercayai mereka?

Percaya atau tidak, bahkan seorang Michelle Obama pernah dianggap ‘kurang’. Bahkan dibilang ia tidak cukup pintar maupun berbobot untuk diterima di Princeton University oleh seorang career counsellor yang ia temui ketika masih remaja dulu. Bayangkan, kalau seorang Michelle mendengarkan ‘nasihat’ itu dan meragukan kemampuannya sendiri, istri mantan presiden Amerika Serikat ke-44 ini bisa jadi tidak sesukses sekarang.

Saat masih duduk di Istana Putih Washington, ia dikenal sebagai sosok yang aktif mengkampanyekan pola makan sehat dan olah raga rutin demi memerangi permasalahan obesitas pada anak. Ia pernah menyebutkan di hadapan anak-anak bahwa, “when it comes to building a healthier country, we are counting on all of you guys to lead the way.”

Malala Yousafzai  
Aktivis Pendidikan Perempuan

Pendidikan merupakan hak asasi manusia (HAM), siapapun itu. Namun sayangnya, banyak konflik dan pelanggaran HAM yang masih belum mudah diungkapkan dan diatasi. Tak terkecuali isu kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan sebagai bentuk ketidaksetaraan gender di berbagai negara dan budaya.

Demi melawan norma sosial di Palestina, Malala Yousafzai mulai mengemukakan suaranya demi menegakan hak atas pendidikan perempuan sejak umur 11 tahun. Jalannya tidaklah mudah, bahkan pernah mengancam keselamatan hidupnya. Meski hampir terbunuh karena tembakan Taliban setelah berkampanye, keinginannya untuk memperjuangkan masa depan perempuan yang cerah tak membuatnya takut dan menyerah.

I don’t want to be remembered as the girl who was shot. I want to be remembered as the girl who stood up.” Inilah salah satu kutipan inspiratif Malala Yousafzai yang patut kita tiru.

Anne Frank
Pengarang dan Penulis Buku Harian (Korban Holocaust)

Banyak orang menyebut bahwa buku ialah peninggalan paling berharga bagi anak cucu di masa depan. Namun, apa jadinya jika buku harian seorang gadis remaja Era Holocaust yang terjebak dalam kekejaman kelompok Nazi saat perang dunia dibaca dan menginspirasi jutaan orang di dunia?

Pengalaman hidup pribadinya bersembunyi dari kejaran Nazi yang ingin membunuh kelompok Yahudi dulu ia curahkan lewat buku hariannya. Tiap tulisan Anne Frank menjadi bukti nyata ketegangan dan bahaya yang ia dan keluarganya hadapi. Pikiran dan idealismenya sebagai sosok perempuan remaja, serta harapannya pun sempat ia selipkan dalam buku harian yang kini telah diterjemahkan ke dalam 70 bahasa.

Amelia Earhart
Pelopor Penerbangan Perempuan

Sebagai pelopor pilot perempuan pertama yang menyebrangi Samudera Atlantik sendirian pada tahun 1932, nama Amelia Earhart menjadi tokoh pahlawan pilot wanita di dunia penerbangan. Ia tumbuh dan besar sebagai gadis tomboy yang suka bermain bola basket di Amerika Serikat dan pernah mengambil kurus mekanik. Ia pun pernah menjadi perawat pada masa Perang Dunia Pertama, serta masuk kuliah jurusan kedokteran selama satu tahun di Universitas Columbia.

Ia memutuskan untuk belajar menjadi penerbang saat duduk di kursi penumpang pesawat yang dikendarai pembalap udara, Frank Hawks. Demi membiayai kursus penerbangannya, ia pernah bekerja sebagai fotografer dan pengemudi truk. Kegigihannya dan keterampilannya dalam mengepakkan sayap pesawat berujung manis ketika berhasil memperoleh izin pilot dan namanya mulai dikenal di dunia penerbangan setempat. Kesempatan ini ia jadikan langkah awal mempromosikan perempuan di dunia penerbangan.

Dunia berkabung saat pesawat yang dikendarai Amelia dan navigatornya, Fred Noonan dinyatakan hilang ketika ia sedang berupaya menyelesaikan misi keliling dunianya. Hilangnya pesawat Amelia bak teka-teki yang belum bisa dipecahkan hingga saat ini. Meski belum ditemukan, prestasi dan kesuksesan Amelia dapat kita temukan dalam buku-buku dan juga rekor-rekor dunia yang ia raih semasa hidupnya.

Women, like men, should try to do the impossible. And when they fail, their failure should be a challenge to others.” Ingatnya agar kita terus mencoba dan berusaha melawan zona nyaman yang melenakan.

Roehana Koeddoes
Pelopor Jurnalis Perempuan Indonesia

Terlahir pada tahun 1884 di zaman Hindia Belanda, dimana akses perempuan untuk belajar dan bekerja sangat dibatasi rasanya sulit bagi wartawan perempuan pertama Indonesia ini untuk mengembangkan karier jurnalisnya. Lahir di keluarga jurnalis Minang, ia berhasil mendirikan surat kabar perempuan pertama di Indonesia yang ia namai Sunting Melayu. Lewat media satu ini, seluruh susunan redaksi, termasuk penulisnya ialah perempuan dan kerap kali mengambil topik perempuan pintar, cerdas dan mandiri.

Kecerdasan, keberanian, pengorbanan dan perjuangannya dalam melawan diskriminasi terhadap perempuan yang tidak diperkenankan mengenyam pendidikan formal mendorongnya untuk merubah nasib kaum perempuan di zamannya. Benturan sosial dan fitnahan dari masyarakat sekitar merupakan segelintir rintangan yang ia hadapi. Ia tetap berusaha memajukan pendidikan perempuan lokal lewat sekolah keterampilan yang ia dirikan saat berusia 27 tahun. Dari sekolah ini pula hasil kerajinan murid-muridnya berhasil dipasarkan ke petinggi Belanda hingga ke Eropa.

Kegemarannya menumpahkan ide dan pikiran lewat tulisan juga tercatat pada pergerakan politik pejuang pemuda Indonesia. Tulisan dan ide-ide cemerlang Roehana disebut-sebut mampu membakar semangat para pejuang melawan tekanan dan serangan Belanda.

Finna Huang
Pendiri Jakarta Women’s and Children’s Clinic

Terlahir di keluarga pebisnis, darah bisnis telah mengalir kental di nadi alumni Universitas Boston ini. Sembari aktif dalam bisnis keluarganya yang berkecimpung di sektor makanan, Finna juga dikenal sebagai pendiri Jakarta Women’s and Children’s Clinic di Kebayoran Baru. Meski tak memiliki latar belakang medis, ia percaya bahwa pengetahuan dan pengalamannya di dunia kewirausahaan dapat menjawab permintaan masyarakat Jakarta akan klinik khusus berkualitas internasional. Mengedepankan mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan, klinik yang kerap disebut sebagai salah satu klinik perempuan dan anak terbaik di Indonesia ini menjadi pilihan banyak kaum dengan kebutuhan spesifik, contohnya fertilisasi dan reproduksi.

Ibu lima anak ini juga mengedepankan mutu dan kualitas terbaik bagi anak-anaknya, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga lingkungan hidup. Hal ini pula yang mendasarinya untuk berani membuka klinik kesehatan pada tahun 2004 silam. Dengan segudang prestasi dan pencapaian yang ia miliki sebagai pebisnis sukses, serta selalu mengedepankan kebutuhan terbaik bagi anak-anaknya, tak salah jika Finna patut disebut superwoman.

Azalea Ayuningtyas, Yohanna Keraf dan Melia Winata
Pendiri  Du’Anyam (UKM Indonesia)

Tiga sekawan inspiratif ini berinisiatif untuk memajukan kecakapan, kesehatan dan kesejahteraan perempuan-perempuan di Flores, Nusa Tenggara Timur lewat kewirausahaan sosial, Du’Anyam. Bertujuan untuk memajukan ekonomi lewat industri kesenian dan budaya tradisional, Du’Anyam yang berarti ‘Ibu yang menganyam’ ini bekerjasama dengan perempuan lokal untuk menciptakan produk anyaman otentik dan berkualitas internasional.

Ketiga pencetus usaha sosial ini percaya pada hasil riset yang menyebutkan bahwa perempuan, tak terlepas dari status sosialnya, berperan penting dalam kesejahteraan keluarga. Para perempuanlah yang memiliki kepedulian dalam menyediakan makanan bergizi, kesehatan, serta akses pendidikan bagi anak-anak mereka. Maka dari itu, Du’Anyam ingin terus memberikan kesempatan bagi perempuan setempat untuk menjadi pelaku ekonomi aktif.

Beberapa produk Du’Anyam telah mendunia, setelah memenangkan peringkat pertama dan kedua di Inacraft Awards 2018, serta menjadi satu-satunya produk kerajinan anyaman Indonesia yang menjadi merchandise resmi untuk Asian Games 2018.

Sojourner Truth
Aktivis Gender dan Kesetaraan Ras

Perempuan keturunan Afrika yang lahir dengan nama Isabella Baumfree di New York ini menjadi salah satu korban perbudakan oleh kaum putih di abad ke 17 dan 18. Dirinya pertama kali dijual saat berusia 9 tahun kepada majikan yang selalu ia ingat sebagai sosok yang kasar dan kejam. Dalam kurun waktu 2 tahun, ia kembali dijual kepada majikan baru yang juga berperilaku kasar.

Tak tahan dengan kekejaman dan ketidakadilan yang bertubi-tubi ditujukkan padanya, ia memutuskan untuk kabur dari rumah atasannya. Di saat ini pula, negara bagian New York mulai menghapus perbudakan secara legal, meski prosesnya baru selesai di tahun 1827, satu tahun setelah ia memutuskan untuk kabur sebagai bentuk emansipasi.

Kaburnya Sojourner tak lantas membuatnya lupa akan dua orang anak yang ia tinggal. Setelah mengetahui bahwa salah satu anaknya yang berusia 5 tahun telah dijual secara ilegal oleh majikannya, ia membawa permasalahan tersebut ke pengadilan. Kemenangannya tersebut mencatat sejarah sebagai kasus pertama dimana seorang wanita kulit hitam berhasil melawan pria kulit putih di pengadilan Amerika Serikat.

Sepanjang hidupnya, Sojourner merupakan advokat berpengaruh dalam rangka penghapusan perbudakan terhadap kaum Afrika, serta pencetusan hak-hak sipil dan perempuan di New York. Ia juga disebut-sebut sebagai salah satu sosok pilihan terbaik Presiden Abraham Lincoln yang giat menegakan keadilan bagi seluruh masyarakat Afrika di Amerika Serikat.

Yuri Kochiyama
Aktivis Kesetaraan Gender dan Nominasi Nobel Peace Prize

Yuri Kochiyama ialah seorang aktivis yang selama hidupnya berjuang untuk keadilan sosial dan hak asasi manusia dari tahun 1960-an sampai hembusan nafas terakhirnya pada tahun 2014.

Lahir di California, Amerika Serikat di keluarga keturunan Jepang pada tahun 1921, kehidupan Yuri dan keluarganya tak luput dari permasalahan politik Jepang dan Amerika. Setelah Ayahnya ditangkap oleh agen FBI karena dianggap sebagai mata-mata musuh, Yuri terpaksa dikeluarkan dari berbagai kelompok organisasi yang aktif ia ikuti. Jelang setahun setelah peristiwa ini pula ia harus dipenjara di Kamp Jerome, salah satu kamp penahanan warga Jepang dan keturunan Jepang di Amerika setelah pengeboman Pearl Harbor.

Peristiwa ini diakuinya sebagai titik awal dari perjalanannya melawan tindak disriminatif terhadap kaum minoritas tak berdaya. Setelah bebas dari kamp penahanan, ia terlibat dalam berbagai aksi protes anti diskriminasi terhadap warga Asia di Amerika, Afrika di Amerika, hingga merembet ke kampanye anti kebencian terhadap Arab dan warga Muslim pasca kejadian teror 9/11.

Ia berpendapat bahwa kebencian tak berdasarkan fakta nyata yang kini menargetkan warga Muslim di dunia, serta pengaitan mereka dengan sosok teroris ialah sama dengan kebencian warga Amerika atas Jepang di tahun 1940an. Kini, warisan berharga aktivis dan juga ibu 6 orang anak ini ialah semangat juangnya menghubungkan masyarakat lewat kebersamaan bukan perbedaan. “Build bridges, not walls,” ucapnya.

Tokoh-tokoh hebat di atas memiliki satu kesamaan dalam meraih kesuksesan mereka, yaitu berusaha berubah demi memperjuangkan hak dan kewajiban seluruh masyarakat sekitarnya. Perjuangan menegakkan keadilan bagi seluruh manusia, tanpa memandang ras, agama, status sosial dan latar belakang ekonomi merupakan bentuk keadilan yang sesungguhnya.

Mereka berani melawan norma sosial, meski tak jarang harus terjebak ke dalam stigma sosial yang kejam. Demi menegakkan keadilan agar meraih kesuksesan di masa depan, mereka juga tak segan keluar dari zona nyaman dan aman walaupun terbentur celaan.

Bercermin pada hasil kerja keras mereka, kita bisa memotivasi diri sendiri untuk terus belajar dan berusaha menjadi sosok terbaik bagi diri sendiri dan tak lupa membantu orang-orang di sekitar.

***

BONUS PENTING

Sosok terakhir di daftar perempuan hebat kali ini adalah KAMU. Ya, K-A-M-U! Ingatlah bahwa kamu adalah unik dan hanya ada seorang kamu di Bumi ini. Tidak ada orang lain yang sama seperti dirimu, meskipun kamu memiliki saudara kembar identik!

Bagi para sahabat Buset laki-laki pun harus terus bekerja keras dalam berkarya agar mencapai kesuksesan di masa depan. Jadikanlah sosok-sosok hebat di atas sebagai motivasimu untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Pelajarilah upaya dan perjalanan hidup mereka berjuang melawan keterbatasan. Dan jangan lupa, untuk bersikap adil terhadap orang-orang di sekitarmu, tanpa membeda-bedakan gender.

Isabell, Octa