Berbagi kebaikan memanglah sebuah aksi yang sangat mulia, sudah seharusnya kita sebagai makhluk sosial terus berjuang untuk berbagi kemuliaan dengan orang lain sebanyak-banyaknya dimanapun kita berada.

Join Kullit yang merupakan Station Manager Garuda Indonesiadi Melbourne merupakan salah satu contoh nyatanya.  “Pak Join telah memberikan begitu banyak kebaikan di Melbourne, maka sekarang gilirannya Perth yang mendapatkan kebaikan ini,” begitulah sekiranya pesan dari Pendeta Samuel Parabak yang memulai perpisahan Join Kullit di Brunswick Indonesian Uniting Church (BUIC) pada 22 Juli lalu dengan ibadah dan pelayanan.

Setelah kinerja dan kontribusinya yang sangat besar di Melbourne semenjak 2015 lalu, Join kini harus berpindah ke Perth dan melanjutkan misi mulianya di sana.

Selain mengabdi sebagai Station Manager untuk Garuda Indonesia, Join juga terkenal berperan aktif di beberapa komunitas Indonesia di Melbourne, mulai dari komunitas rohani sampai kedaerahan. Spica Tutuhatunewa selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne pun mengakui kontribusi besar Join sebagai “tokoh pemersatu”.

Join dan Diana Kullit melanjutkan tugas ke Australia bagian Barat

“Partisipasi besar Pak Join terhadap komunitas di Indonesia dan kerjasamanya dengan KJRI membuat beliau menjadi seorang tokoh pemersatu komunitas di sini. Seperti istilah mati satu tumbuh seribu, semoga perpindahan beliau ke Perth hanya akan melahirkan tokoh-tokoh pemersatu baru lainnya,” ujar Konjen Spica dalam pidato singkatnya malam itu.

Join Kullit telah merangkap sebagai ketua komunitas Badan Kerja Sama Umat Kristiani di Victoria (BKS) dan Kawanua Melbourne Australia (KMA) sekaligus semenjak 2015 akhir, menghimpun seluruh kerabat untuk terus mempererat tali persaudaraan masyarakat Indonesia walau jauh di Melbourne.

“Saya merasakan kerjasama dan solidaritas yang sangat besar, dari Garuda Indonesia (di Melbourne) sampai dari komunitas-komunitas Indonesia, KJRI pun juga sangat erat dengan masyarakat kita. Ini penting sekali dengan adanya Melbourne sebagai salah satu tujuan destinasi utama masyarakat Indonesia, baik untuk tujuan wisata, pendidikan, maupun karir, kita harus tetap menjaga solidaritas persaudaraan kita walaupun berada jauh di luar negeri,” ujar Join mengenai pengalamannya bekerja dan berkomunitas di Melbourne.

Eratnya kebersamaan itu juga terpancar dengan deretan kerabat yang satu-persatu diwakilkan oleh komunitasnya untuk memberikan kata kenangan melepas Join Kullit dan sang istri, Diana Kullit ke Perth. Segala kesan pesan serta harapan dan doa dilontarkan baik di depan panggung maupun melalui klip video yang mengharukan.

Connie Rotinsulu, sahabat yang juga merupakan sekretaris KMA turut menyanjungkan kinerja Join dan Diana Kullit yang tak habis-habisnya menebarkan kebaikan di komunitas. “Pak Join dan Ibu kiprahnya memang sangat luar biasa. Mulai dari partisipasinya di gereja dalam pelayanan hingga kontribusinya di Kawanua. Mereka selalu membantu apapun itu halnya, menjadi pemain musik tetap setiap minggu di gereja, ataupun sekedar bantu-bantu di dapur. Saya merasa Bapak Join Kullit dan Istri sangat memfasilitasi keberlangsungan dan kinerja komunitas-komunitas kita,” ujar Connie.

Dengan banyaknya perpisahan pada bulan ini, Join Kullit hanya berharap agar kita sebagai seluruh masyarakat Indonesia yang bersaudara untuk tetap menguatkan tali persaudaraan dimana-mana, apalagi dengan teknologi komunikasi pada zaman sekarang yang memudahkan kita untuk tetap stay in touch. Dalam kesempatan yang sama, Join Kullit dan istri berjanji akan terus meneruskan hubungan dengan komunitas dan kerabat di Melbourne.

 

 

 

Asa