Pesan Natal Konjen Spica: Damai Sejahtera dan Rukun Bermasyarakat

Kerukunan dan tolerasi antar umat beragama adalah bagian dari semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Setuju dalam perbedaan berarti menerima dan menghormati orang lain dengan segala perbedaan aspirasi, keyakinan, pola hidup dan kebiasaan. Keharomonisan ini juga yang coba didorong oleh perwakilan masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri.

Menjadi rumah bagi lebih dari 16 ribu masyarakat multikultur Indonesia, Victoria dan Tasmania menjadi tempat dimana keanekaragaman dipersatukan lewat acara sosialisasi. Di sisi lain, KJRI Melbourne – Victoria kini sedang giat-giatnya mempromosikan budaya dan pendidikan pada masyarakat lokal yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia. Salah satunya ialah lewat pendidikan bahasa dan wisata sekolah ke kota-kota di Indonesia.

Spica A. Tutuhatunewa, diplomat penuh semangat yang mempunyai etos kerja tinggi, ialah Konsul Jenderal Indonesia untuk negara bagian Victoria dan Tasmania. Awal tahun 2018 lalu, nama dan parasnya mungkin tak begitu familiar di telinga mayarakat sekitar. Namun, berkat sosialisasi masyarakat yang kerap ia laksanakan, perlahan sosoknya mulai dikenal sejak dilantik Febuari lalu.

Sebagai umat Kristiani, Konjen Spica mengaku antusias menyambut perayaan Natal pertamanya sejak menjabat di Melbourne. Berbeda ketika bertugas di Washington D.C. – Amerika Serikat dan Wina – Austria, beliau berkesempatan merasakan Natal yang dibalut salju dan cuaca menggigil, layaknya yang digambarkan oleh kebanyakan film layar lebar.

Tahun ini, beliau akan melewatkan Natal di Melbourne dengan suasana musim panas yang mirip dengan di Indonesia. Dengan bijak, Konjen Spica berpendapat bahwa pada dasarnya perayaan Natal adalah sama dimanapun kita berada, yaitu untuk beribadah memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Lahir dan besar di Ambon, diplomat yang kerap disapa Ibu Spica ini mengaku acara tukar kado Natal bukanlah rutinitas keluarganya. Kendati demikian, Natal selalu memiliki tempat yang spesial di hatinya. Bahkan ketika mulai meniti karier di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, beliau terus berupaya untuk bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarga. “Jika saya sedang bekerja di Jakarta, saya selalu berusaha untuk pulang merayakan Natal bersama keluarga besar di Ambon. Selain untuk berkumpul bersama keluarga, momen istimewa tersebut juga menjadi waktu berbagi cinta kasih dan memberi kado untuk keponakan-keponakan,” tutur wanita yang sempat bercita-cita menjadi seorang pendeta ini.

Tahun ini, beliau berkomitmen untuk berpartisipasi dalam perayaan Natal yang diselenggarakan oleh BKS (Badan Kerjasama Umat Kristiani Indonesia di Victoria), selain juga tentunya akan beribadah di gereja pada hari suci tersebut. Beliau pun berupaya untuk menyempatkan waktu kunjungan ke beberapa komunitas gereja Indonesia guna bertemu sapa dan bersilaturahmi dengan masyarakat.

Melalui wawancara bersama Buset, tak henti-hentinya Konjen Spica menghimbau agar “di tengah-tengah perayaan Natal, kita bisa menjaga kerukunan sesama warga negara Indonesia dan juga dengan masyarakat setempat,” pesannya.

 

 

 

Octa
Foto: Nys