Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) kembali meraih prestasi cemerlang dengan mendapatkan gelar PPI Terbaik Dunia 2015 pada Simposium PPI Dunia 2015 awal Agustus yang lalu. Hal ini tentunya tak lepas dari kerja keras Kabinet Aktivis 2014-2015 serta ketua PPIA Pusat demisioner, Ahmad Almaududy Amri. “Keberhasilan ini merupakan salah satu tanda bahwa PPI Australia telah berhasil memberikan kontribusi positif bagi pelajar Indonesia khususnya di Australia, ” ujar Dudy bangga. Dudy menganggap penghargaan tersebut turut menjadi tanda bahwa eksistensi PPIA tidak hanya dirasakan di Australia, namun juga di dunia. Simak hasil perbincangan BUSET dengan Dudy mengenai rahasia keberhasilan PPIA di dunia internasional. 

Program Kerja Berbuah Keberhasilan

Di bawah kepemimpinan Dudy, PPIA Kabinet Aktivis 2014-2015 berhasil mendapat penghargaan secara berturut-turut. Selain menjadi PPI Dunia Terbaik, PPIA juga turut mendapat penghargaan dari CISA (Council of International Students Australia) sebagai Student Association of the Year. Hal ini tentunya tak lepas dari performa luar biasa PPIA 2014-2015 yang berhasil melaksanakan 93 program kerja rill, 13 publikasi dan 21 program kerja baru dalam masa satu tahun kerja.

Seluruh program kerja memiliki signifikansinya masing-masing, namun Dudy turut meng-highlight beberapa program unggulan pada masa Kabinet Aktivis, sebut saja Olympia 2015, Buku Pintar PPI Australia, Majalah AKTIVIS, PPIA Incorporated dan PPIA Discussion Series. “Program-program kerja tersebut menjadi penting karena memiliki dampak positif jangka panjang bagi pelajar Indonesia di Australia – bahkan setelah Kabinet AKTIVIS sendiri didemisioner,” jelas Dudy.

Selain itu, program-program tersebut dianggap mampu merealisasikan aspirasi pelajar Indonesia dalam berbagai bidang; entah olah raga melalui Olympia 2015, edukasi melalui PPIA Discussion Series, bahkan dalam bidang jurnalistik dan publikasi melalui Majalah AKTIVIS.

Kendati demikian, tentunya semua tidak mampu berjalan tanpa kerja keras dari keseluruhan Kabinet Aktivis. “ Rahasia keberhasilan PPIA adalah keikhlasan dan kebersamaan,” jelas Dudy, “secara kompak, PPIA Aktivis membantu dan mendukung satu sama lain guna merealisasikan program kerja yang telah disepakati.”

 

Fondasi penting PPI

Dudy, yang turut menjabat sebagai Koordinator PPI Dunia periode 2014-2015, menyatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan, sebuah PPI harus didasari fondasi yang matang. “Untuk membentuk kepengurusan yang kuat, pemimpin organisasi harus mampu membentuk fondasi yang kuat, mulai dari penjaringan anggota kepengurusan yang berkualitas, pembahasan program kerja dan rencana realisasi program kerja tersebut,” jelas Dudy mantap. Hal ini tercermin dari visi-misi PPIA periode 2014-2015 sendiri yang berbunyi: “Aktif. Kreatif. Visioner”. Berdasar terhadap visi-misi tersebut, Dudy berhasil membentuk PPIA yang mampu memberi impact besar bagi seluruh pelajar Indonesia, khususnya di Australia.

Namun, tentunya hal yang terpenting adalah niat dari kepengurusan PPIA tersebut. “Jika niat awalnya adalah untuk berkarya bagi negeri, saya yakin hal ini akan menjadi faktor penting dalam pembentukan fondasi tersebut,” ujar Dudy.

 

Harapan bagi PPIA dan Pelajar Indonesia

Menurut Dudy, keberhasilan PPIA dalam PPI Dunia Awards dapat menjadi benchmark bagi kepengurusan PPIA yang baru untuk terus melanjutkan kegiatan PPIA Pusat yang dianggap baik. Dudy pun berharap agar beberapa program kerja, layaknya karya tulis, discussion series,ataupun PPIA Scholarship dapat terus dipertahankan karena mampu memberi dampak positif kepada pelajar Indonesia di Australia maupun di dunia.

Selain itu, Dudy berharap agar PPIA Pusat dapat terus mengembangkan pendekatan dengan PPIA cabang maupun ranting melalui pengadaan aktivitas baru yang relevan dan bermanfaat bagi para pelajar. “Dengan demikian, keberadaan PPIA Pusat dapat langsung dirasakan oleh seluruh pelajar di berbagai tingkatan,” jelas Dudy.

Dudy pun memiliki harapan besar bagi pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di luar negeri. “Saya berharap agar pelajar Indonesia di luar negeri dapat belajar dengan baik agar ilmu yang didapatkan mampu menyelesaikan masalah-masalah di Indonesia,” tutur Dudy. Akan tetapi, keaktifan dalam berbagai organisasi mahasiswa juga dianggap penting demi memperluas networking, mengasah kemampuan komunikasi serta meningkatkan leadership skill. “Hal-hal tersebut menjadi sangat bermanfaat bagi kita semua saat menjalankan aktivitas di dunia kerja kelak,” ujar Dudy seraya menutup pembicaraan.

  

flase