Pertengahan Oktober kemarin PPIA ranting Swinburne University periode 2014-2015 yang baru saja terbentuk mengadakan acara yang bertujuan untuk menyambut para siswa baru sekaligus meningkatkan keakraban antar sesama pelajar Indonesia di Swinburne University.

Acara ini bertajuk Ngaso yang merupakan singkatan dari Ngumpul, Games dan Bakso. Sesuai dengan namanya, Ngaso berisikan beberapa permainan yang kemudian diselingi kegiatan makan bakso bersama. Acara yang dimulai sekitar pukul setengah enam sore ini menyajikan empat games yang sangat menguji kekompakan; tebak gerakan (eat bulaga), twister, jengga dan family feud sebagai game utamanya.

Lomba tebak gerakan berhasil membuang rasa sungkan di antara peserta sehingga memudahkan permainan selanjutnya yang lebih sulit dan membutukan kerjasama ekstra dan ‘tahan malu’, yakni twister. Di sini peserta harus mampu melenturkan badannya di atas sebuah alas. Keseruan bertambah ketika para peserta saling berebut dominasi daerah dalam games tersebut. Setelah mengasah kelenturan badan, sekarang giliran permainan yang membutuhkan kecerdasan strategi yaitu jengga. Walau dinilai sulit, namun ternyata para peserta dengan cekatan mampu memainkannya. Sedangkan Family feud – yang juga dikenal dengan family 100 – dipilih sebagai puncak acara. Hal ini kontan menambah keseruan Ngaso.

Kendati peserta yang hadir tidak sesuai ekspektasi tapi suasana kebersamaan dan keceriaan antar pelajar Indonesia pada malam itu sungguh amat terasa. Hilang sudah rasa canggung ataupun malu yang pada awalnya dirasakan beberapa murid baru. Ditambah dengan lezatnya bakso yang disajikan dengan jumlah lebih dari cukup, alhasil semua yang datang dapat puas melepas rasa rindu terhadap makanan khas Indonesia yang satu itu.

Ditemui di tengah acara, Ketua PPIA Swinburne dan mahasiswa Diploma of Business Enterpeuneur Edwin Jie mengaku cukup puas dengan acara perdana komite yang baru terpilih ini. Menurutnya, walaupun masih terdapat banyak kekurangan, kegiatan ini berhasil melaksanakan tujuan asalnya yaitu untuk mencairkan suasana dan memupuk rasa kerjasama antar pelajar Indonesia di Swinburne University.

Hal serupa juga disampaikan salah satu anggotanya, Angela Jennifer Chandra, mahasiswi Bachelor of International Business. Dirinya mengatakan Ngaso cukup bagus dan keren mengingat ini adalah kali pertama penyelenggaraan PPIA Swinburne periode 2014-15. Angela berharap pada kesempatan berikutnya pemberitahuan acara bisa lebih maksimal lagi sehingga akan ada lebih banyak partisipan.

Acara ditutup sekitar pukul sepuluh, diwarnai dengan ucapan selamat terhadap komite yang baru oleh beberapa pengurus lama PPIA Swinburne.

 

ignatia