Grup musik Project Pop sudah menghibur masyarakat Indonesia dan dunia sejak tahun 1996. Sudah 21 tahun berkarya dalam dunia musik tentunya membuat banyak karya Project Pop yang melekat di hati setiap penggemarnya, baik yang di Indonesia, begitupun di luar negeri, seperti Australia.

Yosi

Setelah tampil di acara tahunan Soundsekerta garapan PPIA Monash pada tahun 2009, Project Pop kembali menghibur masyarakat Melbourne di Soundsekerta 2017 bersama Isyana Sarasvati dan RAN pada 16 September. Kepada BUSET, salah satu anggota Project Pop, Wahyu Rudi Astadi, atau yang akrab dikenal dengan nama Odie, mengaku senang bisa kembali tampil di Soundsekerta. “Kita jujur bangga, ‘Hah? Kita diundang? Lagi?’, gitu kan. Kita diundang ke Melbourne, benar-benar menyenangkan sekali, kayak flashback, dulu kita pernah ke sana (Soundsekerta) juga,” cerita Odie.

Hal senada diucapkan Udjo, “…yang sekarang akan jauh lebih heboh, karena penampilnya nggak hanya kita, ada RAN, ada Isyana, jadi kebayang spread umurnya bisa yang family datang, yang kekinian datang, gitu lho. Yang cowok-cowok pengen ngeliat yang cantik-cantik nggak hanya Tika, gitu” jelas Udjo diiringi tawa.

Yang dirindukan dari Australia, Melbourne

Gugum

Selain bersemangat untuk manggung, Project Pop juga memiliki beberapa hal mereka rindukan dari Australia, seperti Yosi yang kangen makanan Jepang, Gyu Tan Don yang terkenal dicari banyak orang di Melbourne, begitu juga dengan Gugum dan Udjo yang juga merindukan hal yang berbeda.

“Kopinya! Melbourne terkenal dengan kopinya, ya. Jadi minum kopi apapun di sana enak!” Kata Gugum sambil tertawa, “Dan stasiun kereta apinya, beda sama yang ada di Indonesia, di Jakarta. Lebih bagus,” lanjut Gugum.

Selain makanan dan minuman, lain dengan Udjo yang ingin nostalgia ke tempat syuting video klip yang pernah Project Pop buat di Melbourne. “Tahun 2009 kita sempat jalan-jalan, ada satu alley yang ada mural-nya banyak sekali itu, di situ kita pernah buat video klip lagu Jadilah Pacarku,” cerita Udjo.

Grup musik yang fleksibel

Sudah 21 tahun berkarya, tentunya Project Pop menghibur banyak generasi hingga sekarang. Bukan mudah bagi Project Pop untuk menghibur semua kalangan, namun beberapa hal membuktikan bahwa Project Pop adalah grup musik yang fleksibel dari segi penampilan dan juga genre lagu.

Tika

“Kita ada di istilahnya tiga generasi, dulu pertama kali kita rekaman itu masih pakai kaset, kemudian masuk ke CD, dan sekarang digital. Masing-masing ada generasi sendiri, memang kita yang harus adjust,” jelas Odie.

Adaptasi penampilan juga dilakukan oleh setiap kali Project Pop tampil, dijelaskan oleh Odie, Project Pop selalu memilih lagu berdasarkan penonton yang akan menikmati penampilan mereka. “Tergantung crowd-nya, ‘Oh! Ini oma-oma’, ya sudah kita adjust, kita bawakan lagu oma-oma, ‘Oh! Crowd-nya anak-anak’, yuk kita bawakan lagu-lagu yang bernuansa anak-anak, fleksibel,” jelas Odie.

Selain dari pemilihan lagu, genre lagu Project Pop juga fleksibel dan unik di masing-masing lagunya. Dari mulai tema yang berbeda-beda, dan isi lagu yang bersifat jenaka, lagu Project Pop pun bisa menghibur semua pendengarnya.

Odie

“Itungannya lagu-lagu yang dibuat Yosi dan Gugum kebanyakan longlasting, ya. Kita merasa bersyukur sekali, jadi kayaknya kalau audiens kita jauh lebih muda pun nggak akan jadi masalah, karena kita tetap bisa attach sama mereka dengan lagu-lagu itu,” jelas Udjo.

“Dari dulu kita membuka aliran kita untuk semua genre kita serap, makanya namanya Project Pop, ada yang bilang artinya project musik yang genrenya sedang populer. Makanya kalau misalnya dilihat kan lagu-lagu kita macam-macam, ada yang jazz, ada yang metal, ada yang dugem, ada yang dangdut,” tambah Yosi.

“Kita hanya berdoa satu, nggak ada satu genre yang tiba-tiba nge-trend genre instrumental, kalau instrumental kita nggak nyanyi apa-apa,” celetuk Udjo yang diiringi dengan gelak tawa teman-temannya.

Harmony in diversity

Harmony in Diversity yang diangkat sebagai tema Soundsekerta 2017 pun membuat BUSET menanyakan apa arti tema tersebut bagi Project Pop, begitu juga jika disambungkan dengan banyaknya konflik yang sedang terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta yang diakibatkan oleh perbedaan.

Grup musik yang rencananya akan merilis single di Oktober ini berisikan anggota-anggota dari banyak latar belakang yang berbeda, dari mulai hobi, jenis makanan, suku, agama, dan lainnya, namun semua perbedaan itu tidak menghalangi Project Pop untuk terus berkarya.

“Kalau mau ngomong tentang Harmony in Diversity, kita sudah lakuin itu dari dulu, kita sudah sama-sama saling mengerti bahwa yang namanya tenggang rasa itu begitu, karena kita adalah orang-orang yang udah lain sama sekali, satu lain secara kesenangan, lain secara hobi, lain selera makanannya, agamanya juga ada yang lain,” cerita Odie.

Adanya perbedaan agama pun membuat anggota Project Pop untuk saling bersama-sama merayakan dan meramaikan ibadah satu sama lain.

Udjo

So far setiap perayaan hari ibadah atau apapun untuk ibadah yang kita jalani masing-masing menghargai, bahkan meramaikan. Kalau misalnya ada yang Lebaran atau puasa ya kita turut menghargai waktu puasa mereka. Mereka Lebaran sebisa mungkin kita kumpul bareng, ada waktu untuk silaturahmi, seperti itu,” jelas Yosi yang beragama Kristen.

Gugum dan Yosi sebagai wakil dari Project Pop punya pesan untuk masyarakat Indonesia di Australia dan masyarakat Australia tentang konflik dan apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia dan bagaimana seharusnya kita menanggapi hal-hal tersebut. “Sebenarnya apa yang kita mau kasih tahu ke teman-teman di Australia adalah, di sini (Indonesia) nggak ada apa-apa, cuma media sosial aja yang terkadang membesar-besarkan, terlalu over. Biasalah, kadang-kadang, kayak kita ngeliat ke luar (negeri) lagi ada apa, padahal pas kita ke sana juga nggak ada apa-apa. Jadi, Indonesia aman, kok,” kata Gugum.

“Dibutuhkan kecerdasan oleh Bangsa Indonesia untuk bisa menyikapi segala sesuatu atau segala bentuk berita. Tidak perlu dipertajam, tidak perlu harus dibawa ke sebuah konflik, apalagi nanti menjelang pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah, biarlah orang punya pilihannya, masing-masing berbeda, hargai ga usah dimusuhi, itu aja,” tambah Yosi.

 

 

Adbm
Foto: Rr/Nys