“Apapun yang dapat dimengerti pikiran dapat diraih.”
~Napoleon Hill~

 

 

Sebagai manusia, salah satu ciri khas terpenting yang kita miliki adalah membina kepercayaan dan hal inilah yang seringkali menjebak kita dalam masalah.  

Kepercayaan pada umumnya adalah asumsi tidak sadar tentang diri kita sendiri, orang lain, dan dunia. Walaupun terkadang kita secara sadar memikirkan dan mempertimbangkan kebenarannya, sering sekali kita tidak benar-benar mempertanyakannya. Kepercayaan yang kita anut berpengaruh terhadap cara pandang terhadap kepastian, isi pikiran, emosi, dan perilaku kita. Mungkin Anda akan bertanya…

bagaimana proses terbentuknya kepercayaan? Ketika lahir kita tidak punya kepercayaan. Kita tiba di bumi bagaikan sebuah kanvas bersih yang siap untuk dilukis.

Seorang bayi yang lahir dan besar di Australia akan memiliki sistem kepercayaan Australia, berbeda dengan bayi yang lahir di Tiongkok yang akan berbekal kepercayaan dari negara tersebut. Kepercayaan, perilaku, pikiran, perasaan, kenangan, pendapat dan imaginasi kita menciptakan pola kompleks di otak kita dan sel otak akan menembak dan melepaskan kimia yang mewakili pengalaman sensorik spesifik yang disebut neosignature.

Setiap kejadian dalam hidup kita terhubung dengan sebuah neosignature yang spesifik dan unik. Kepercayaan kita membentuk bagian dari neurosignature orang dewasa yang ada di sekitar kita. Sama seperti mengunduh sebuah program ke dalam komputer, kita juga mengunduh kepercayaan yang terbentuk atas pendapat dari orang-orang di sekitar kita. Pertama-tama, kepercayaan akan diunduh lebih dahulu dari orangtua kita, mulai dari perkataan mereka, lalu sebagian besar karakter mereka dan apa yang mereka lakukan, serta bagaimana pandangan mereka terhadap dunia sekitar mereka. Pada akhirnya, hal-hal ini membentuk bagian dari sistem kepercayaan kita yang telah tertanam bersama dengan kepercayaan orang dewasa di sekitar kita seperti kakek dan nenek, anggota keluarga lainnya, guru, pihak berotoritas, dan seterusnya…

Ketika mempertimbangkan nama kita, bahasa kita, di mana kita tinggal, tempat kita sekolah, apa yang kita percaya sudah ditentukan untuk kita. Sebagai seorang anak, kita harus menerimanya karena tidak punya pilihan di samping dari kenyataan bahwa ini adalah syarat yang harus kita lakukan demi diterima dan tidak ditinggalkan oleh orang di sekitar kita. Jadi kita harus menerima penilaian dan kepercayaan dari orang dewasa di lingkungan kita sebagai mekanisme kelangsungan hidup. Sejak usia belia, bila mereka memiliki kepercayaan yang membatasi, demikian juga kita akan memiliki kepercayaan yang membatasi.

Jika Anda dianggap tidak berprestasi di satu mata pelajaran di sekolah, bahayanya adalah Anda akan percaya terhadap pernyataan tersebut. Ketika percaya pada sesuatu, kita akan mencoba menemukan bukti yang menunjang kepercayaan kita. Ini berarti apa yang Anda alami sangatlah berbeda bila dibandingkan dengan apa yang orang lain alami karena pengalaman Anda telah disaring oleh sistem kepercayaan Anda. Sebagai hasil, tergantung dari dimana dan bagaimana Anda dibesarkan, Anda akan merasakan hal berbeda tentang situasi tertentu, orang-orang dengan latar belakang kebudayaan berbeda dan bahkan uang.

Berdasarkan atas sistem kepercayaan yang kita pegang, dunia dapat terlihat bahagia, penuh kegembiraan, penuh kasih atau sebaliknya penuh dengan rasa takut, keraguan, dan kekurangan. Andaikan dua orang melihat seekor anjing besar mereka akan memiliki pendapat berbeda yang dipengaruhi sistem kepercayaan mereka. Seseorang dapat melihat bahaya dan takut diserang ketika orang lain dapat melihat perlindungan dan kasih sayang. Semua ini sepenuhnya berdasarkan pada sistem kepercayaan bahwa mereka melihat anjing sebagai sesuatu yang positif.

Semakin Anda memiliki kesadaran dan pengertian akan kepercayaan Anda, semakin mengerti juga Anda terhadap diri sendiri. Pernahkah Anda bertanya bagaimana kepercayaan Anda mempengaruhi hidup Anda? Seperti yang dikatakan oleh Tony Robbins, “Kepercayaan memiliki kekuatan untuk menciptakan dan menghancurkan. Manusia memiliki kemampuan mengagumkan untuk mengambil pengalaman apa saja dari hidup mereka dan menciptakan sebuah makna yang antara dapat melemahkan mereka atau menyelamatkan nyawa mereka.”

Kepercayaan pribadi Anda adalah pedoman pribadi Anda, dan keduanya bekerja sebagai penyaring. Kepercayaan Anda adalah cetakan dari pikiran Anda dan inilah bagaimana Anda mencari sebuah arti dan mengerti apa yang terjadi di dalam hidup Anda. Dengan kata lain, kepercayaan Anda menentukan asumsi sesuai dari kenyataan sehari-hari.

Ada banyak jenis kepercayaan: kepercayaan tentang identitas, kepercayaan yang diwariskan, kepercayaan global, kepercayaan tentang nilai, kepercayaan tentang peraturan, kepercayaan spiritual, kepercayaan tentang politik…kepercayaan-kepercayaan ini memiliki dampak besar terhadap cara berpikir, pilihan karier, dan hubungan Anda dengan orang lain. Dalam beberapa kebudayaan, orangtua akan memberi semangat dan mempengaruhi, atau bahkan menuntut agar anak mereka belajar giat agar bisa menjadi dokter, pengacara, atau insinyur, melihat bahwa pekerjaan ini adalah profesi yang dihargai di samping dari memberikan penghasilan yang baik, tanpa memikirkan hasrat sang anak.

“Sebagai orangtua, saya telah melakukan hal ini tanpa menyadari dampak yang akan menimpa keluarga saya sepuluh tahun ke depan. Karena adalah seorang ibu yang pengendali, saya pun mempengaruhi anak saya dalam memilih mata pelajaran Ujian Nasionalnya. Di titik ini, mulai terbentuklah sebuah situasi yang menyulitkan. Pada waktu itu, saya berpikiran bahwa dengan memilihkan mata pelajaran dengan banyak jenis, yang tidak anak saya sepenuhnya inginkan, ia akan memiliki banyak pilihan hidup ketika dewasa. Saya tidak sadar bahwa dampak dari tindakan ini akan muncul saat dia duduk di bangku kelas 11, dia tidak mengambil Ujian Nasional dan inilah saat dimana situasi menjadi semakin terpuruk.”

Fakta bahwa kepercayaan turut mempengaruhi pengalaman, kita mengendalikan kepercayaan kita, dan sebaliknya juga kepercayaan kita mengendalikan kita, kemungkinan adalah teka-teki terbesar kehidupan. Kepercayaan kita memberikan tujuan hidup yang setiap dari kita miliki. Mempertanyakan kepercayaan Anda adalah hal yang sangat penting. Ketika Anda mulai mempertanyakan kepercayaan Anda, Anda akan menemukan bahwa banyak darinya tidak memiliki pondasi kuat. Faktanya, banyak dari mereka adalah kepercayaan konyol yang Anda tanpa sadar miliki. Kebanyakan orang memilih untuk tidak mempertanyakan kepercayaan mereka dan hampir bisa dipastikan, Anda belum mempertanyakan kepercayaan Anda juga.

Ketika Anda percaya bahwa Anda benar-benar dapat melakukan sesuatu, Anda pasti bisa melakukannya. Di sisi lain, jika seseorang percaya bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu, mereka tidak akan melakukannya.

Jika seseorang percaya bahwa setiap orang itu baik, setiap orang berbelas kasih, setiap orang dermawan, mereka akan mengalami interaksi dari titik tersebut. Sebaliknya ketika seseorang percaya bahwa setiap orang jahat, setiap orang tidak memiliki belas kasihan, dan bahwa setiap orang pelit, menurut Anda apa yang akan orang ini alami? Tentu saja, apa yang Anda percaya itu penting, atau lebih pentingnya lagi, apa yang Anda pilih untuk percaya, karena hal ini akan membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup Anda, hubungan Anda dengan diri sendiri dan orang lain, dan bagaimana Anda mengalami dunia di sekitar Anda.

Anda memiliki kemampuan untuk mengambil dan memilah pengalaman dalam hidup serta memberikan sebuah arti yang dapat menyemangati atau menjatuhkan Anda.

Bila melihat sejarah, beberapa orang memang memilih untuk mengadopsi kepercayaan baru untuk diri mereka sendiri demi kemajuan diri sendiri. Karenanya, mereka juga mau menolong orang lain. Ini berarti bahwa jika seseorang dapat melakukannya, kita semua juga bisa melakukannya. Banyak dari kita tidak pernah tahu bahwa meraih potensi terbaik kita dengan mempertanyakan kepercayaan itu mungkin. Seperti yang dikatakan Albert Einstein, “Semua orang adalah jenius. Tapi jika Anda menilai seekor ikan melalui kemampuannya memanjat sebuah pohon, ikan tersebut akan hidup memercayai bahwa seluruh hidupnya adalah sebuah kebodohan.” Anda dapat membentuk ulang kepercayaan Anda untuk membuka kunci pintu-pintu yang menghambat langkah Anda dan menyita potensi terbaik Anda selama ini.

Bila kepercayaan menghalangi Anda dari meraih kesuksesan yang lebih tinggi atau menghambat dari kesuksesan yang seharusnya Anda sudah alami sekarang, kenyataannya adalah Anda tidak dapat tumbuh lebih banyak lagi dari sistem kepercayaan yang Anda punya sekarang, dengan kata lain mengganti kepercayaan Anda demi mengubah kehidupan.

 

***

Kepercayaan kita yang membatasi merupakan bagian dari tiga kategori pokok:

  1. Keputusasaan
  • Keberhasilan itu tidak akan terjadi kepada saya…
  • Tidak ada gunanya mencoba…
  • Ini demi orang lain bukan saya…
  1. Ketidakberdayaan
  • Saya tidak punya kemampuan untuk melakukannya…
  • Saya tidak cukup pintar…
  • Saya tidak cukup bertalenta…
  • Saya tidak punya pengalaman yang relevan…
  1. Ketidakberhargaan
  • Saya tidak cukup baik…
  • Keberhasilan ini bukan untuk orang seperti saya…
  • Mereka tidak akan suka dengan saya…
  • Saya tidak istimewa…
  • Bagaimana hal ini bisa menghambat Anda?

Hal ini dapat terus menyabotir hubungan Anda dengan orang lain, pernikahan, pertemanan, kehidupan seks, dan karenanya siklus ini akan terus terulang. Hal ini akan mempengaruhi secara negatif resiko yang Anda bersedia untuk ambil, kekurangan berpetualang yang ingin Anda lakukan demi perealisasian-diri dan kepuasan. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap pekerjaan juga kesehatan karena kepercayaan Anda mengontrol seluruh tubuh Anda.

Semua ini akan membatasi Anda untuk hanya percaya apa yang sudah Anda percaya. Faktanya adalah kepercayaan bahwa “Saya bukan” adalah sebuah kebohongan karena bahkan sebelum kita mengatakan “Saya bukan” pernyataan tersebut sudah merupakan pendapat orang lain yang mungkin saja adalah pendapat orang berbeda lainnya berdasarkan kepercayaannya tentang mengapa mereka melakukan sesuatu dan berperilaku tertentu. Seperti telah disebutkan, Anda tiba di bumi sebagai kanvas bersih yang siap dilukis sehingga semua kepercayaan yang Anda anut sudah Anda dipelajari dan semua yang sudah dipelajari tidak bisa dihapus begitu saja. Dengan mempertanyakan kepercayaan Anda, Anda akan membuka lebih banyak kemungkinan dan kesempatan yang Anda tidak pernah tahu keberadaannya. Albert Einstein berkata, ”Apa yang Anda pilih untuk percayai? Apakah kepercayaan Anda memberdayakan atau malah melumpuhkan?

 

***

Beberapa indikasi yang adalah kepercayaan yang membatasi adalah:

  • Hal ini selalu terjadi…
  • Saya tidak pernah bisa melakukannya dengan benar…
  • Ini tidak akan berhasil…
  • Hal ini sulit…
  • Mengapa saya tidak bisa?
  • Hal ini pasti terjadi…
  • Coba…

 

 

 

 

Mariana Ardelean
Pelatih Kepemimpinan/Konsultan Pola Pikir
E: [email protected]
W: www.empoweringstrategies.com