PUTERI INDONESIA LINGKUNGAN DAN INTELEGENSIA FELICIA HWANG

Gelar juara dua Puteri Indonesia dan Puteri Indonesia Lingkungan datang bagi Felicia Hwang sebagai kejutan yang merubah hidupnya. Tidak heran, karena sebelumnya wanita cantik asal Lampung ini belum pernah mengikuti ajang kecantikan, dan rupanya hanya mendaftar atas bujukan teman. Sebelum berpartisipasi dalam kompetisi yang diikuti tiga puluh sembilan kontestan ini, Felicia telah sempat tinggal di Singapura selama 9 tahun dan kembali ke Indonesia di tahun 2014 untuk membantu pekerjaan sang ayah.

Pengalaman audisi dan karantina selama tujuh hari dianggap Felicia sebagai pembelajaran yang sangat menyenangkan dan menantang. Berbagai kegiatan di luar zona nyaman harus dilakukan oleh anak pasangan Oei Hengki Widodo dan Rosianti ini, seperti cat walk dan mengisi acara di mall-mall untuk mempromosikan Puteri Indonesia. Selain itu, terdapat juga banyak pembekalan berupa kelas sosialisasi mengenai korupsi, pariwisata, dan kebudayaan Indonesia.

“Pengalaman paling berkesan itu saat malam bakat. Aku tampil bermain alat musik cetik khas Lampung dan main piano. Tapi karena sound system dan pedal pianonya tidak berfungsi, jadi aku main seadanya saja. Saat itu aku merasa down banget karena peserta lain tampilnya bagus-bagus, sedangkan penilaian malam bakat itu paling tinggi nilainya. Terus fashion show juga sempat mau jatuh, jadi aku merasa sudah tidak mungkin masuk 10 besar deh,” cerita Felicia.

(dari kiri): runner up I, Puteri Indonesia, runner up II
(dari kiri): runner up I, Puteri Indonesia, runner up II

Disensornya beberapa bagian tubuh peserta pada pemutaran ulang acara Puteri Indonesia 2016 di televisi nasional juga sempat menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Menanggapi hal ini, Felicia memaklumi keputusan dan tata cara tersebut, hanya saja ia menyayangkan masyarakat tidak dapat melihat sepenuhnya rancangan baju karya desainer ternama Indonesia yang menurutnya sangat indah. “Untuk aku sendiri, aku sangat menghargai desain Intan Avantie. Dan itu hanya siaran ulangnya saja yang disensor, jadi tidak apa-apa.” ungkapnya.

Semenjak keberhasilannya, anak kedua dari empat bersaudara ini merasakan banyak dampak positif dalam hidupnya. Di lain sisi, ia pun memiliki tanggung jawab besar sebagai figur publik yang sekarang menjadi sorotan banyak orang. Apalagi selain dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan, Felicia juga memenangkan titel Puteri Intelegensia 2016.

Felicia mengakui sebagai Puteri Indonesia Lingkungan ada gaji bulanan yang diterimanya. Selain itu, ada pula tawaran endorsement yang datang menghampiri. Namun itu semua tetap harus ia seleksi bersama semua pihak yang terlibat. Pasalnya, Sarjana Akuntansi dan Keuangan dari Bradford University ini harus menjaga setiap langkahnya agar bisa menjadi teladan yang baik serta tidak mencoreng semua titel yang dipercayakan kepadanya. Ia memberi contoh sederhana dimana dirinya harus ekstra hati-hati saat mengunggah foto dan berkomentar di media sosial, termasuk dalam menampilkan foto pasangannya. “Celana pendek boleh tapi yang selutut dan tidak boleh hot pants. Padahal aku sudah tinggal 9 tahun di Singapura dan sudah terbiasa dengan pakaian yang sloppy gitu,” ujarnya. Kendatipun, ia tetap bertekad menjalankan tugas-tugasnya sebaik mungkin.

Felicia tinggal bersama dengan dua orang pemenang lainnya, Kezia Roslin Cikita Warouw dari Sulawesi Utara (Puteri Indonesia 2016) dan Intan Aletrino dari Sumatera Barat (runner up II / Puteri Indonesia Pariwisata) selama dua tahun dan tidak boleh menikah dalam jangka waktu tersebut.

Felicia juga berkewajiban mengikuti ajang Miss International yang diadakan tiap tahunnya di Tokyo, Jepang. Berbagai persiapan harus dilakukan oleh wanita kelahiran 18 April 1992 ini, termasuk berolahraga secara rutin dan pembelajaran public speaking. “Miss International itu membutuhkan skill public speaking yang baik karena akan ada banyak pidato dan kerja kelompok. Intinya lebih bagaimana kita bisa mempresentasikan negara kita masing-masing,” jelas Felicia.

Orang tua Felicia, Oei Hengki Widodo dan Rosianti
Orang tua Felicia, Oei Hengki Widodo dan Rosianti

Setelah menyelesaikan semua tugasnya, wanita dengan tinggi tubuh 173 cm ini mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengikuti ajang kecantikan lagi. Felicia memiliki mimpi untuk berkecimpung di dalam dunia fashion. “Dari dulu ingin banget desain dan creating stuff, tapi papa waktu itu bilang jangan dan ambil yang basic dulu, setelah itu baru bisa ambil. Sebenarnya selalu ada keinginan, bahkan di Lampung juga dulu sempat belajar jahit, tapi belum bisa belajar banyak. Jadi aku mau masuk ke institut yang benar,” ceritanya. Aksi dan karya selanjutnya dari runner up Puteri Indonesia 2016 ini tentunya akan selalu dinantikan oleh para penggemar dan banyak masyarakat Indonesia.

 

Gaby