T: Kalau orang kerjabukankahsebaiknya sesuai bidang yang mana unsurnya kurang ya? Misalnya, lemah di Api,ya berarti harus kerja di bidang Api. Nah, kalau utk investasi, apa perlu seperti itu juga? Misalnya yang unsur Tanahnya berlebih, apa cocok kalau investasi di bidang properti? Atau yang unsur Logam nya berlebihan, apa cocok kalau pilih emas buat investasi? Apakah investasi juga harus sesuai unsur baik atau cukup bisnis saja yang sesuai unsur baik kita?

J: Terima kasih untuk pertanyaannya, sebenarnya jawabannya sudah kamu sampaikan sendiri. Jadi selain bisnis utama perlu kita sesuaikan dengan unsur baik kita, aneka investasi lainnya tentu idealnya perlu disesuaikan pula dengan kecocokan ba zi.

 

Sesekali saya mendapati, seorang pebisnis atau satu perusahaan yang sudah sukses dalam bisnis utama. Belakangan, saat mengembangkan jaringan bisnis, merekamelakukan diversifikasi dibidang lain. Sayangnya, karena tidak mengetahuibagaimanamemilih bidang usaha yang tidak cocok dengan ba zi,akhirnya bisnis barunya malah merugi dan harus disubsidi oleh keuntungan yang diperoleh dari bisnis inti (core business). Kalau situasi kondisinya sepertiini, untuk apa melakukan diversifikasi? Buat apa sudah make money and get profit dari bisnis yang satu tetapi uangnya harus di “bakar” karena harus menopang bisnis lainnya yang merugi?

Beberapa tahun silam, ada sepasang suami istri yang dianjurkan untuk berinvestasi di bidang properti. Waktu itu sang akuntan menganjurkan agar mereka beli rumah untuk disewakan. Tujuan utamanya digunakansebagai “negative gearing.” Sederhananya, negative gearing ialah “kerugian” yang harus kita keluarkan untuk membeli dan mengelola rumah investasi. Dengan begitu bisa memperkecil jumlah pajak yang harus kita bayar. Atau malah bukan tidak mungkin, bisa mendapatkan retur pajak! Ini mengapa banyak sekali yang memanfaatkan celah perpajakan ini sebagai sarana mengecilkan jumlah pajak yang harus dibayar.

Kembali ke inti permasalahan, waktu itu suami istri malah dipusingkan oleh aneka permasalahan yang ditimbulkan berkaitan dengan dua rumah sewaan yang mereka beli. Di satu rumah, si penyewa kabur dan tidak membayar uang sewa. Di rumah yang satunya lagi, ada-ada saja masalah yang bikin pusing. Listrik bermasalah, alat pendingin yang ngadat, mesin air panas yang rusak, dan aneka tetek bengek lainnya yang semuanya malah menyita konsentrasi pikiran waktu tenaga dan uang mereka.

Bukan suatu kebetulan, setelah dianalisis ba zi suami istri, ternyata keduanya tidak cocok dengan bidang unsur Tanah. Jadi tidak heran, kalau orang lain untung punya rumah sewaan, mereka berdua malah jadi pusing dan keluar uang banyak!

Ini mengapa, saya selalu mengingatkan agar dalam bisnisdan berinvestasi agar jangan latah dan ikut-ikutan. Kalau hoki kita tidak di bidang properti, maka mau dikatakan properti akan bikin kaya, tapi kalau kita coba terjun malah yang diperoleh hanyalah pusing dan bikin sengsara!

Kalau hoki kita di bidang Logam, tentunya investasi yang cocok ada di logam mulia. Jika unsur hoki kita di bidang Tanah, maka cocok berinvestasi di bidang properti, supermarket. Jika bisnis inti perusahaan di bidang Api sudah sukses, karena sudah sesuai dengan unsur hoki si pemilik, maka hati-hati saat diversifikasi ke bidang transportasi (bidang unsur Air). Karena kalau ternyata unsur Air adalah unsur jelek bagi ba zi si pemilik, maka kemungkinan besar perusahaan atau divisi transportasinya akan merugi dan banyak masalah yang bikin pusing!

Ini mengapa perlunya mengenali unsur-unsur yang cocok dan yang tak cocok dengan ba zi kita. Dengan begitu ratusan kali kita investasi akan ratusan kali berhasil!

 

 

 

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / [email protected]