Semenjak ditetapkan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sejak tahun 2009 lalu, Batik dikategorikan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity). Pengakuan tersebut merupakan bentuk apresiasi internasional terhadap
warisan budaya yang berasal dari Indonesia. Sejak saat itulah, setiap tanggal 2 Oktober, diperingati sebagai hari batik nasional yang diharapkan masyarakat Indonesia dapat menggunakan pakaian bernuansa batik sebagai salah satu
bentuk pelestarian budaya.

Ketua DWP KJRI Melbourne Sherry

Tak ketinggalan, rakyat Indonesia di luar negeri pun ikut memeriahkan hari penting tersebut. Bertempat di 72 Queens Road, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Melbourne menggelar perayaan Hari Batik Nasional 2017. “Batik yang kita kenal selama ini adalah sebagai sebuah ikon daripada Indonesia sendiri,” ujar Ketua DWP KJRI Melbourne Sherry Abdi. Karena itu, selain sebagai ajang untuk bersilaturahmi sesama anggota, Sherry mengatakan bahwa acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap batik, terutama bagi warga Indonesia yang sudah lama menetap di luar negeri karena masing-masing dari mereka dapat menjadi duta budaya dan mempromosikan keindahan Indonesia kepada bangsa lain.

Lebih lanjut Sherry mengaku jika acara tersebut telah dipersiapkan sejak lebih dari satu bulan dengan bantuan pengurus dan beberapa anggota. Keseluruhan agenda acara yang meliputi peragaan busana batik, pertunjukan angklung, line dance, live music serta bazaar berlangsung meriah dan lancar.

Bagi Sherry sendiri berharap agar tahun depan peringatan hari batik nasional ini bisa menggandeng lebih banyak pengunjung. “Semoga tahun depannya, kita bisa mengajak kaum muda untuk ikut melestarikan batik ini dan menggandeng organisasi-organisasi seperti PPIA untuk bisa membantu mewujudkannya. Overall, saya berharap untuk DWP dan acara hari batik ini, agar bisa memberikan kegiatan-kegiatan yang lebih baik lagi, lebih oke lagi, lebih sukses dan lebih ramai lagi!” tutupnya.

 

 

Apa Kata Mereka

 

Panca Saleh
Anggota DWP & Peserta
Fashion Show

Acara DWP ini sangat mengesankan terutama bagi kita yang berada di luar Indonesia. Saya sendiri sangat antusias terhadap acaranya karena bisa mengenakan batik di luar negerti seperti di Melbourne ini. Saya berharap semoga kedepannya DWP bisa lebih banyak lagi mengadakan acara-acara yang bisa mengingatkan kita terhadap tanah air.  

 

Dyah Wardhani Bazerghi
Travel Agent & Peserta Fashion Show

Acara ini bagus sekali jika dilakukan dengan rutin. Walau bagaimanapun juga, batik merupakan salah satu budaya dan kekayaan milik Indonesia yang harus selalu dilestarikan. Menurut saya, dengan merayakannya, itu juga sudah sebuah bentuk dukungan dari kita di sini terhadap batik. Dan dengan mengenakannya pula, itu juga merupakan bukti bahwa kita mencintai Indonesia dan ingin menjadikan batik untuk dapat lebih go international lagi. Untuk kedepannya, saya berharap publikasi acara dapat lebih ditingkatkan kembali agar dapat menarik lebih banyak pengunjung. Dari segi konsep acara, mungkin bisa lebih dikembangkan kembali dan disisipkan variasi kegiatan acara lain, seperti bagaimana caranya membatik, memakai kain batik sebagai bawahan yang bagus, dan lain-lain. Jadi, mungkin tidak hanya peragaan busana saja, melainkan dipertunjukkan pula bagaimana batik itu bisa dipakai sehari-hari.

 

Nora Cetiner
Ibu Rumah Tangga & Peserta Fashion Show

Acaranya bagus, minimal untuk orang Indonesia yang sedang berada jauh dari rumah, ini bisa menjadi ajang untuk kita kangen-kangenan dengan semua yang berbau Indonesia. Mulai dari makanannya, orang-orangnya, tariannya, musik, dan sebagainya. Tapi yang terpenting adalah tentang bagaimana acara ini bisa menguatkan tali silaturahmi dan kebersamaan dengan orang-orang Indonesia yang ada di Melbourne.

 

 

Alifia
Foto: Nys