Istilah stamp duty sering kali terdengar di telinga para pembeli rumah atau investor sebagai sesuatu yang berkonotasi negatif. Tetapi apakah sebenarnya stamp duty itu?

Stamp Duty atau juga biasa disebut Land Transfer Duty adalah pajak yang perlu dibayarkan pada saat membeli sebuah properti. Besaran pajak yang perlu dibayar tergantung terhadap nilai jual beli properti tersebut dan ketentuan-ketentuan pemerintah akan kelayakan si pembeli (baca: pembeli asing atau lokal).

Pajak properti ini tidak hanya dikenakan kepada pembeli rumah pertama, tetapi juga semua orang yang membeli properti, meskipun penggunaanya sebagai tempat tinggal, investasi, bisnis, rumah plesir atau bahkan untuk lahan produksi primer.

Penghapusan Stamp Duty di Victoria

Mulai 1 Juli 2017, stamp duty akan dihapuskan bagi pembeli properti pertama dan berlaku untuk semua jenis properti (off-the plan dan established) yang memiliki nilai di bawah $600,000. Pembeli rumah pertama juga akan menerima potongan pajak ekstra untuk properti bernilai di antara $600,001 dan $750,000.

Syarat- syarat yang perlu Anda ketahui untuk mendapatkan pembebasan pembayaran pajak properti ini adalah sebagai berikut:

  1. Semua pembeli dan pasangannya harus memenuhi kriteria kelayakan First Home Owner Grant (FHOG) yang diatur dalam First Home Owner Grant Act 2000. Untuk kriteria selengkapnya, Anda dapat mengakses www.firsthome.gov.au;
  2. Dan setidaknya, salah satu pembeli harus menggunakan properti tersebut sebagai rumah tempat tinggal untuk periode 12 bulan secara berkesinambungan, dan dimulai dalam waktu 12 bulan pertama saat si pembeli mendapatkan hak kepemilikan properti tersebut.

Skema baru ini diperkirakan akan membantu 25,000 para pembeli rumah pertama untuk menghemat kurang lebih $8,000 yang dikarenakan mereka tidak perlu lagi membayar stamp duty. Dan ditambah lagi dengan adanya kenaikan dana santunan FHOG dari pemerintah bagi para pembeli rumah pertama dari $10,000 menjadi $20,000.

The Real Estate Institute of Victoria (REIV) menyatakan bahwa, pengurangan stamp duty ini akan memberikan hasil yang lebih efisien bagi para pembeli dan juga negara. Alasan pertama adalah, apabila sistem pajak didasarkan pada proporsi pajak yang dibayar, para pembeli tidak perlu terus merasa tertekan atas efek nilai pajak saat harga rumah di pasaran sedang melambung.

Kedua, bantuan dari pemerintah akan lebih menguntungkan dikarenakan manfaat yang akan didapatkan oleh seluruh para pembeli rumah pertama adalah setara. Neville Sanders, Presiden REIV, berkomentar bahwa pada skala yang lebih besar, pergesaran komposisi pajak dari tingkat negara bagian ke tingkat nasional akan meningkatkan kegiatan ekonomi di negeri ini.

Kurangnya Pasokan Properti

Menteri Keuangan Australia, Scott Morrison berpendapat positif terhadap kebijakan yang baru ini. Akan tetapi, dia memiliki kekhawatiran bahwa kebijakan ini nantinya akan cenderung untuk mendorong para pembeli untuk meningkatkan harga tawaran mereka saat lelang. Hal ini dikarenakan kemampuan mereka untuk meminjam uang lebih banyak. Alhasil, aktifitas ini nantinya akan membawa harga pasar ke satu arah.

Selain itu, laporan Deloitte Access Economics tahun 2015, menemukan bahwa penghapusan stamp duty akan memberikan kemungkinan efek bersih yang lebih kecil terhadap harga jual. Akan tetapi penghasilan setelah pajak yang lebih tinggi bagi para penjual akan menarik properti investasi yang lebih banyak ke sektor properti.

Menyikapi situasi ini, pemerintah Victoria sudah menanamkan perencanaan untuk mengurangi risiko inflasi harga properti. Pemerintah Victoria mengungumkan kiat-kiat untuk meningkatkan pasokan di pasar properti, salah satunya adalah zonasi ulang 100,000 lahan dalam waktu dua tahun untuk membuat 17 suburb baru. Dan juga seperti diungkapkan oleh Alex Joiner, kepala ekonom IFM Investors yang menyarakan alternatif lain terhadap metode untuk mengurangi risiko inflasi, yaitu mengharuskan para pembeli rumah pertama untuk tetap membayar stamp duty di muka terlebih dahulu, sebelum dikembalikan di kemudian hari.

Masa Depan yang Baru

Berlakunya kebijakan stamp duty yang baru mulai 1 Juli 2017 ini telah menetapkan pandangan optimis terhadap pasar properti Melbourne yang sudah mengalami kenaikan harga dua kali lipat sejak krisis ekonomi global 2008. Sebagai rangkuman, penghapusan pajak ini bertujuan untuk mendorong permintaan melalui peningkatan cost-savings, penurunan nilai suku bunga atas hipotek dan penyetaraan level permainan para pembeli tempat tinggal dan investor.

Namun demikian, kebijakan pemerintah akan peraturan stamp duty yang baru ini masih harus terus dicermati. Apakah memang upaya pemerintah kali ini akan dapat membantu daya beli pembeli rumah pertama? Tujuan yang dimaksudkan dari pembebasan pajak adalah untuk mendorong tingkat permintaan properti yang juga dapat dicapai dengan menyeimbangkan pasokan secara efisien dari vendor dan juga pemerintah.

***

Advertisement

Dengan makin seringnya perubahan yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai peraturan-peraturan baru serta tingginya fluktuasi ekonomi di Australia saat ini, kami menyarankan Anda yang tengah atau hendak menginjakkan kaki di pasar properti untuk selalu mencari saran rinci dari pakar properti sebelum membuat keputusan.

Xynergy Realty kini hadir di dua daerah Melbourne, yakni South Yarra dan Oakleigh. Xynergy Realty juga memiliki 4 kantor cabang di Indonesia yakni Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung. Bila Anda memiliki pertanyaan di sekitar dunia properti atau memerlukan jasa real estate, silahkan mengkontak kami di salah satu kantor terdekat Anda.

Pelayanan kami meliputi jual beli rumah serta property management

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B. Ec (Fin)
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
(e.) [email protected]

Tanya Tjahjosarwono, B.Bus (MKT), M. ADV MKT.
Co-property Writer
Marketing Communications Officer
(e.) [email protected]

***

Sumber: News.com.au, Australian Financial Review, State Revenue Office Victoria, State Government of Victoria