Paras rupawan dan memikat hanya merupakan bonus bagi seorang Rianti Rhiannon Cartwright. Yang terpenting bagi wanita ini adalah pendewasaan diri. Dan Rianti selalu percaya bahwa keberhasilan harus selalu disertai dengan pemikiran yang matang dan kerja keras. “Aku lebih percaya dengan karir yang maju perlahan daripada yang instan,” tutur dara kelahiran 22 September 1983 ini.

Rianti mengakui jika awal perjalanannya di dunia entertainment dimulai ketika dirinya pindah dari Bandung ke Jakarta sebagai mahasiswi. Kebetulan kampusnya dekat dengan studio MTV dan setelah hampir setiap hari mondar mandir, terbesit niat untuk bisa bergabung dengan program musik yang beken kala itu. Akhirnya Rianti menerima tawaran casting dan berhasil lolos sebagai guest VJ MTV hingga kemudian dikontrak menjadi VJ tetap pada tahun 2005.

Sejak berkecimpung di MTV, nama Rianti mulai diperhitungkan. Ia pun diajak berlaga sebagai pemeran pembantu di depan kamera untuk film layar lebar Eiffel I’m in Love. “Saya benar-benar hanya numpang lewat,” candanya. Setelah mengasah keterampilannya berakting melalui beberapa film, Rianti lalu dipercaya memerankan Asti di film D’Bijis (2007) berdampingan dengan Tora Sudiro dan Gary Iskak. Di tahun yang sama Rianti juga berhasil membawakan karakter Aisha Greimas, gadis keturunan Jerman dan Turki yang jatuh cinta pada seorang mahasiswa yang penuh dengan prinsip hidup di film Ayat-Ayat Cinta garapan Hanung Bramantyo.

Belakangan, wanita yang terlahir dari ayah berdarah Inggris dan ibu Sunda-Jawa ini sibuk striping sinetron berjudul Diam-Diam Suka yang tayang setiap hari di saluran televisi nasional SCTV. “Harusnya selesai di episode ke-100, tapi ini sudah ke-170,” ujarnya sambil tertawa ramah.

Karakternya yang berkharisma dan penuh tanggungjawab membuat Rianti dinobatkan sebagai ambasador beberapa produk, salah satunya handphone Evercoss. Rianti juga berjasa dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai penyakit HIV/AIDS dimana ia turun langsung ke sekolah-sekolah sekaligus membawa pesan kampanye anti-narkoba.

Jadi selebriti yang lulus kuliah

Karir Rianti justru dimulai ketika dirinya tengah menempuh pendidikan tinggi di Ibu Kota. Mengemban tiga profesi sebagai mahasiswi dan VJ serta aktris merupakan tantangan tersendiri buat Rianti. “Susah, tapi pesan dari orang tuaku satu saja ‘kamu boleh masuk ke dunia entertainment asal lulus kuliah’”.

Rianti mengambil double major in Corporate Governance and International Business dengan sistem transfer ke University of Tasmania pada tahun terakhirnya. Namun karena tanggungjawab pekerjaan, Rianti akhirnya menyiasati dengan mengambil dua mata kuliah per semester dan menyelesaikan gelarnya secara online. Kendati harus lulus setelah 6 tahun, Rianti tetap bangga atas jerih payahnya sekaligus lega karena telah menepati janji kepada orang tuanya.

Tidak bisa diam

Di samping syuting sinetron, ternyata Rianti yang selalu ingin produktif dalam melewati waktu punya segudang kesibukan lainnya. “Selain jadi brand ambasador untuk beberapa produk, aku masih suka nge-MC on air dan off air, selebihnya aku ngurus spa dan café di Jakarta.”

“Awal mulanya aku punya usaha spa itu karena aku suka banget perawatan, lebih ke relaksasi. Aku suka pijit, suka lulur dan aku sukanya yang tradisional Indonesia,” tambahnya lagi. Bersama empat sahabatnya, Rianti mendirikan Kamala Spa di Jalan Cikajang no 63, Kebayoran Baru sejak awal 2012. Dan untuk menunjang aktivitas spa sekaligus menjadi ‘ruang tunggu’ bagi para pria, jadilah didirikan Frangipani Café yang kini hampir selalu ramai pengunjung.

Masih berhubungan dengan makanan, ada cerita mengenai seorang sahabat Rianti dari Jerman yang gemar membuat kue Cherry Crumble dan Rianti sangat menyukainya. Sang suami, Cas Nainggolan, pun menggemari kue homemade tersebut dan memberi gagasan agar ini dijadikan salah satu menu untuk Frangipani. Tak disangka, permintaan yang semakin meningkat membuat Rianti sibuk.

“Yang punya resepnya hanya aku dan dua sahabatku, jadi aku pulang syuting dan yang lain pulang kerja kita bikin kue sampe malem. It was kinda crazy for a while,” kenangnya. “Akhirnya kita bikin central kitchen dan beli oven yang kapasitasnya 12 cakes. We still make the dry mix ourselves tapi sekarang sudah ada karyawan yang bikin kuenya dan didelivery.

Mau jadi ibu

Pernikahan Rianti dengan Alfoncius Dopot Parulian Nainggolan, atau yang akrab dipanggil Cas Alfonso dilangsungkan di New York, Amerika Serikat pada September 2010. Sebelumnya, Rianti sempat menjalin hubungan selama sekitar tujuh tahun dengan Banyu Biru Djarot. Banyu Biru adalah satu-satunya pria yang berhasil menarik perhatian Rianti sebelum dirinya menikah. Walau demikian, Rianti selalu melihat sisi positif kehidupan bahkan ketika ketika hubungannya dengan Banyu Biru kandas. “I’ve been lucky in the sense of I’ve only been in two serious relationships in my life because breaking up is never easy, never nice, never pleasant. I’m lucky that I only went through that once in my life.”

Ditanya bila ia menginginkan momongan, Rianti sedang merencanakannya. “Balik lagi ke kontrak-kontrak yang belum selesai.. jadi aku belum bisa settle down completely. Tapi aku sama Cas sudah menikah tiga tahun sekarang. Emang awal-awal sih inginnya berdua aja so we can travel because we have less responsibility. Tapi tahun ini udah kepengen sih. Semuanya tergantung Tuhan dan kontrak kerja,” ujarnya polos.

Cas Alfonso bergerak di dunia yang sama, yakni sebagai produser musik sekaligus penulis lagu. “Jadi dia ngerti juga kerjaan aku gimana,” imbuhnya.

Spesial untuk fans di Melbourne

Rianti mengatakan terakhir mengunjungi Melbourne adalah enam tahun yang silam. “Tapi setiap kali ke Melbourne itu kerja, jadi belum puas untuk mengeksplor everything this city has to offer.”

Ini kali kunjungan Rianti juga termasuk singkat, yakni tiga hari saja. Dirinya harus merampungkan syuting iklan Evercoss selama akhir pekan dan kembali ke Indonesia hari Minggu karena sudah ada jadwal striping keesokan harinya.

Teruntuk penggemarnya di sini, Rianti berpesan. “I heard there’s a really big Indonesian community here in Melbourne which is nice to see. I hope everybody here can support each other and enjoy being Indonesian together.”

vr
foto: krusli