Richard Kevin memulai karirnya di dunia entertainment sejak 2006. Ia membintangi berbagai iklan dan menjadi model di berbagai majalah. Tetapi namanya mencuat ketika ia turut membintangi film bersama VJ MTV Nirina Zubir di dalam film Get Married. Ia berperan sebagai pemuda tampan dan kaya yang mampu membuat Mae (Nirina) jatuh cinta.

Sejak itu secara konsisten ia membintangi film-film layar lebar seperti Cinta Pertama; bersama Bunga Citra Lestari, From Bandung with love, dan film lanjutan dari Eiffel I’m in love, Lost in love bersama Pevita Pearce, menggantikan Samuel Rizal dan Shandy Aulia. “Empat film itu semua saya selesaikan hanya dalam waktu dua tahun,” ujar Kevin. Pada 2008, Kevin mulai membintangi beberapa sinetron seperti Assalamualaikum Cinta, Yasmin dan Cinta dan Anugerah.

Dengan waktu hanya dua tahun, Richard Kevin mampu membuat dirinya dikenal masyarakat Indonesia dan diidamkan oleh penggemarnya. Tetapi karirnya tidak berhenti di situ saja, pada tahun 2008, Richard Kevin, Winky Wiryawan, Cut Tari dan Adilla Dimitri mendirikan sebuah manajemen artis bernama Icon Talent Management dan sebuah production house bernama Icon Pictures yang didirikan tahun 2011.

Dalam Icon Talent Management mereka mengatur dan mencarikan pekerjaan untuk semua artis yang bergabung. Artis-artis tersebut diantaranya adalah Marcella Zalianty, Alice Norin, Cut Tary, Senk Lotta, Imelda Therienne dan masih banyak lagi. “Icon Talent Management diciptakan dengan sistem dan standarisasi yang baik. Dimana kami selalu berusaha memperbaiki lagi sistem dan standarisasi yang sudah ada setiap waktunya,” jelasnya pria yang lahir pada tanggal 29 Desember 1980 ini.

Sementara Icon Pictures hingga saat ini telah memproduksi lebih dari 10 Film Televisi -atau biasa disingkat FTV- yang tayang di beberapa saluran nasiona dan juga program-program untuk Kompas TV dan Trans TV. “Kami berdedikasi untuk membuat produksi sebaik mungkin dengan kualitas, bukan hanya kuantitas,” tambahnya lagi.

Kevin mengakui bahwa awalnya, sebelum masuk ke dunia entertainment, dirinya memiliki visi bukan untuk menjadi aktor, melainkan seorang produser. Ia ingin mengikuti jejak sang ayah, Tubagus Boy Salehuddin, yang sempat memiliki production house yang memproduksi film – film seperti Tjoet Nyak Dien dan Langitku Rumahku, dimana kedua film tersebut mendapatkan penghargaan baik dari dalam dan luar negeri.

Beliau juga dulu mempunyai label musik dimana Sophia Latjuba dan nama-nama tenar lainnya bernaung di bawahnya. Tetapi untuk bisa menjadi produser, menurut Kevin, masih banyak yang harus dipelajari; dari segi industri dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. “Saya juga harus memperluas networking saya dahulu sebelum saya mendirikan production house. Makanya saya memutuskan untuk terjun menjadi aktor untuk mempelajari itu semua dan memperluas networking, supaya tahu kira-kira siapa siapa saja yang cocok untuk diajak kerjasama kedepannya.”

Di dalam proses tersebut Kevin lalu melihat adanya kesempatan untuk mendirikan talent management. Ia melihat banyak hal yang bisa ia lakukan untuk menciptakan sistem serta standar untuk manajemen artis yang sebelumnya belum pernah ada. Akhirnya pada tahun 2008 ia pakai kesempatan itu untuk mendirikan talent management, yang kemudian disusul oleh production house.

Saat memulai bisnis tersebut Kevin mengakui ada beberapa kendala yang harus dihadapi, diantaranya dalam menciptakan sistem yang baik dan memberikan pelatihan sumber daya manusianya agar memenuhi standar yang diinginkan. “Kebetulan saya orangnya perfectionist, jadi saya perlu orang-orang yang bisa keep up dengan saya dan mempunyai komitmen serta passion yang sama secara konsisten,” tutur tegas pria yang mengakui bahwa tidak mudah untuknya menemukan pegawai seperti itu.

Kevin lanjut mengatakan jika ia tidak merasa bahwa yang ia lakukan hanyalah sebuah pekerjaan. Sebaliknya, ia menikmati segala prosesnya. “I love what I’m doing, I do it with passion.” Selain karirnya sebagai aktor dan bisnisnya dalam manajemen artis dan production house, Kevin mengelola pasar modern milik pribadi serta perusahaan rekanan dengan Angkatan Darat. “Kalau ada waktu luang biasanya saya istirahat atau menghabiskan waktu dengan teman atau keluarga,” ujarnya mengakhiri wawancara dengan BUSET.

sasha