Berkecimpung dalam industri properti merupakan hal yang memuaskan dan bermanfaat bagi agen ataupun manajer properti, dimana para agen properti bekerja keras dan melimpahkan segenap tenaga untuk mendapatkan hasil teroptimal bagi klien mereka.

Meskipun kerja keras agen properti dapat dihargai, penelitian menunjukkan adanya persepsi negatif terhadap industri properti. Hanya tujuh persen dari penduduk Australia memberikan nilai ‘tinggi’ dan ‘sangat tinggi’ pada pekerja industri ini dalam kode etik dan kejujuran, yang telah menempatkan profesi ini sebegai peringkat ketiga terendah berdasarkan 30 pekerjaan yang disurvei.

Pada umumnya, pandangan negatif terhadap industri ini berawal dari kurangnya kepercayaan antara agen properti dan klien. Namun, ada berbagai cara yang dapat digunakan agen properti untuk memperbaiki persepsi secara keseluruhan, serta juga membangun kepercayaan dengan klien.

Mitos #1 Manajer Properti Tidak Peduli Terhadap Properti yang Mereka Kelola

Banyak orang menganggap bahwa manajer properti hanya menghubungi penyewa (tenant) atau pemillik properti (landlord) saat membutuhkan dana. Namun, tugas utama seorang manajer properti adalah menjaga kondisi properti yang mereka kelola.

Menangani semua komponen-komponen finansial juga termasuk dalam tugas utama mereka guna menjaga kondisi properti tersebut, seperti dana sewa maupun dana untuk pemeliharaan atau memperbaiki kerusakan properti.

Jika menggunakan manajer properti, seorang pemilik properti berharap bahwa manajer properti akan melakukan kewajiban mereka untuk menjaga kondisi properti sebaik mungkin. Tetapi saat ada perbaikan yang perlu dilaksanakan, pemilik properti sering kali sulit dihubungi untuk membicarakan dana yang diperlukan.

Menjadi orang tengah dalam menangani faktor-faktor yang diluar kemampuan atau kendali seorang manajer properti merupakan salah satu tantangan dalam profesi ini. Selain itu, seorang manajer properti harus selalu mentaati hukum dan berpedoman pada peraturan.

Maka karena itu, komunikasi secara rutin antara agen properti dengan klien sangat penting. Sebagai agen atau manajer properti, Anda harus menunjukan tingkat percaya diri akan pengetahuan serta pengalaman di bidang properti akan membuat seorang klien merasa nyaman bahwa properti mereka aman di tangan Anda.

Ketika datang waktunya untuk membicarakan pengeluaran tambahan, seorang klien akan lebih percaya bahwa dana yang mereka keluarkan akan berdampak baik bagi mereka.

 

Mitos #2 Agen Properti Mengambil Keuntungan Dari Biaya Pemasaran Untuk Kampanye Properti

Biaya pemasaran (marketing) sepatutnya dikategorikan sebagai investasi saat menjual atau menyewakan sebuah properti karena seluruh alat pemasaran yang digunakan bertujuan untuk memberikan manfaat dalam mempromosikan properti tersebut.

Namun, salah satu kesalahpahaman umum adalah agen properti mendapatkan untung dari biaya pemasaran. Setiap biaya yang dikeluarkan digunakan untuk mempromosikan properti supaya lebih diketahui di pasar dan mampu meraih hasil yang optimal.

Kerap kali klien berharap seluruh biaya pemasaran ditanggung oleh agen properti, serta seorang agen properti harus menjual properti mereka pada harga tertinggi dan dalam waktu yang singkat.

Menurut survei terbaru dari “Pureprofile”, lebih dari 90% pemilik properti memiliki perkiraan harga terhadap properti mereka yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan harga pasar. Jika situasi seperti ini terjadi, agen properti bertanggung jawab untuk memberi tahu dan menjelaskan kepada klien agar memiliki perkiraan harga yang realistis berdasarkan pasar.

 

Mitos #3 Agen dan Manajer Properti Tidak Bertindak Dengan Jujur

Menurut hukum, agen properti dan manajer properti diharuskan untuk bertindak dengan jujur serta memberikan informasi yang tepat tanpa prasangka. Agen properti seharusnya tidak pernah memberikan informasi tidak lengkap atau keliru kepada klien mereka dengan harapan untuk dapat bekerja sama, serta memperoleh izin untuk menjual atau mengelola properti klien tersebut.

Peningkatan jumlah portal online seperti “RateMyAgent” dan “OpenAgent” yang memberi ulasan pada agen properti sangat penting dalam mendorong transparansi yang memadai. Seluruh tindakan yang tidak jujur atau pelayanan buruk yang dialami oleh klien dapat dilihat di situs-situs tersebut. Akan tetapi, sistem ini juga dapat membantu agen properti untuk terus berusaha guna meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan mereka.

Pada akhirnya, setiap perusahaan properti bertanggung jawab atas agen-agen mereka dan membimbing mereka ke jalan yang benar dan jujur. Bukan hanya soal hukum dan legalitas, tetapi bagaimana membangun kepercayaan dengan klien secara efektif dan menangani harapan-harapan yang mereka miliki.

 

Jangan lupa utk memasukkan logo Xynergy (kecil saja)

 

 

 

 

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B.Ec (Fin), FIML
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
LinkedIn 

 

Jeffrey Koby, B.BUS (MKT), M.MKT
Co-property Writer
Marketing Communications Officer
(e.) [email protected]