Kumpul-kumpul komunitas Maluku kurang lengkap tanpa acara bernyanyi bersama

Setelah rentetan rehat panjang yang dimulai dari libur Lebaran hingga musim dingin, teman-teman asal Maluku yang tinggaldi Melbourne dan sekitarnya, yang tergabung dalam komunitas Maluku Basudara berkumpul bersama di Wisma Indonesia, Brighton pada 30 Juni lalu. Konsul Jenderal Rdi Melbourne,Spica Tutuhatunewa,sebagai host malam itu berinisiatif untuk mengajak kerabat kembali beribadah sekaligus bertemu dan berkenalan dengan sesama masyarakat Maluku diMelbourne untuk memperluas dan mempererat persaudaraan dengan kegiatan yang juga positif.

Para anggota komunitas turut menyumbang lagu

“Malam ini tidak dilandasi tujuan apa-apa, saya sebagai orang Ambon hanya ingin berkenalan dengan orang-orang Maluku yang ada di Melbourne, untuk bersama-sama reuni dan saling mengenal saudara satu sama lain sambil melakukan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Spica Tutuhatunewa.

Ina Siwabessy (kiri) selaku Ketua Maluku Basudara dan Konsul Jenderal RI, Spica Tutuhatunewa

Ps. Jonathan Pattiasina menjadi pembawa firman pada acara ibadah pertama yang digelar bersama Maluku Basudara malam itu. Maluku Basudara sudah seringkali ikut meramaikan acara-acara lainmulai dari acara yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI di Melbourne, seperti memberikan sumbangan tarian penyambutan untuk Konsul Jenderal Spica Tutuhatunewa, hingga penampilan di festival-festival besarseperti Moomba Festival.

Ps. Jonathan Pattiasina memimpin ibadah

Ina Siwabessy selaku Ketua Maluku Basudara mengakui acara ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan lebih formal. “Sebelumnya kita lebih ke kumpul-kumpul seperti makan makanan Ambon bersama. Saya harap acara ini dapat lebih menyebarluaskan eksistensi komunitas Maluku Basudara di Melbourne agar juga dapat turut membantu teman-teman kita di Maluku dan Indonesia seluruhnya.”

saatnya bernostalgia dengan kelezatan masakan dari kampung halaman

Tentu tak lengkap rasanya jika ibadah bersama dan acara ramah tamah ini tidak dimeriahkan dengan hidangan khas Maluku yang menggugah selera. Malam itu aneka makanan tradisional yang terlihat otentik tak hanya sukses menerbitkan air liur, tapi juga menghadirkan nostalgia pada kampung halaman. Sambil menyantap menu ikan hingga kue-kue kering ala Maluku, para tamu tidak habis-habisnya berbagi cerita, berkenalan dengan kawan baru dan bersilaturahmi dengan kawan lama. Malam itu, Maluku Basudara sukses merekatkan kembali persaudaraan orang-orang Maluku di tanah rantau Melbourne.

 

 

Apa Kata Mereka

 

Gilbert Jhosua Lewerissa|  Ketua PPIA Victoria 2017-18

Acara ini bagus banget, orang-orang Maluku bisa kumpul-kumpul seperti komunitas-komunitas daerah lainnya. Jadi aku harap dengan acara seperti ini keberagaman suku yang ada di Indonesia jadi lebih terlihat, apalagi acaranya juga bertujuan positif.

 

Yolanda Ohello| Ibu Rumah Tangga

Acara ini bagus banget. Aku di Melbourne sudah 13 tahun belum pernah ada acara untuk Maluku. Jadi,it’s a good idea, semoga acara seperti ini diadakan rutin dan Maluku Bersaudara menjadi komunitas untuk orang-orang Maluku yang kokoh di Melbourne.

 

Asa