Malam Pisah Sambut KJRI Melbourne

Di penghujung April lalu, KJRI Melbourne kembali dipenuhi warga Indonesia di Melbourne. Dalam kesempatan itu, KJRI Melbourne mengadakan Malam Pisah Sambut dengan kepulangan Fajrin Lubis dan keluarga ke Tanah Air, dan datangnya Alfons Sroyer dan Zethro Purba bersama keluarga. Malam Pisah Sambut kali ini dibuka dengan Mojang Angklung Melbourne (MAM) yang mengiringi sebuah lagu berbahasa Spanyol dengan alunan angklung yang merdu. Penampilan dari Mojang Aklung Melbourne lantas dilanjutkan dengan lagu yang kerap kali dinyanyikan saat acara perpisahan pada umumnya, yaitu Kapan-Kapan karya Koes Plus, yang turut dilanjutkan dengan pertunjukan gamelan dari para ibu DWP KJRI Melbourne. Malam itu, tiap kursi di Graha Bhinneka terlihat hampir terisi seluruhnya.

“Ada perasaan sedih dan senang meninggalkan Melbourne, tentu senang ketika nanti berada di tempat baru selama 3-4 tahun dan bakal punya pengalaman baru lagi,” ujar Fajrin yang dahulu memegang posisi BPKRT (Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan ). “Harapan saya untuk KJRI adalah semoga hal yang kita sudah lakukan dalam dua tahun akan dilanjutkan dan meningkatkan layanan masyarakat jadi bintang lima,” pesannya. Dirinya dan keluarga pun akan berangkat kembali ke Tanah Air keesokannya setelah Malam Pisah Sambut. Setelah menjalankan kesibukan beberapa bulan terakhir dalam ikut serta mengawal Pemilu 2019 di Melbourne, ia turut menceritakan pengalamannya sama-sama bekerja keras dengan rekan dari KPPSLN, PPLN dan Panwaslu Melbourne. “Saya izin, didoakan selamat sampai ke Jakarta dan mohon doanya. Kiranya semua yang baik saya bawa pulang ke Jakarta dan yang tidak baik saya akan buang di Yarra River,” pernyataan pamitnya pun sontak mengundang tawa dari para hadirin. “Kalau ada kesalahan mohon disampaikan langsung, sampai ketemu lagi,” tutupnya.

Kali ini KJRI Melbourne sekaligus memperkenalkan kedua wajah baru yaitu Alfons Sroyer, pengganti dari Risa Sutrisno di bagian Pensosbud serta Zethro Purba, yang menggantikan Fajrin. Ternyata Alfons sempat ditempatkan di Melbourne dalam program magangnya dari Kemenlu. Sebelum menjadi diplomat muda, ia sempat menjadi aktivis dan turut serta dalam beberapa organisasi, menurutnya, kegiatan yang ia pernah jalani menjadi fondasi baginya dalam membentuk suatu pola kerja. “Di luar negeri, semua orang Indonesia menjadi saudara. Saya berharap ada keharmonisan di antara ibu bapak, dan saya siap dan senang untuk membantu ibu bapak sekalian,” ujar Pak Alfons.

Datang dari penempatan posnya di Belanda, Zethro Purba dengan keluarga melihat perbedaan kontras kota Melbourne. “Di sini banyak sekali orang Asia,” komentarnya. Dirinya merasakan nyamannya Melbourne dari cuaca yang lebih stabil dibandingkan Belanda. Sebagai BPKRT KJRI Melbourne, Zethro berharap agar kehadirannya dan keluarga dapat memberikan sumbangsih positif untuk peningkatan kinerja KJRI Melbourne dan pelayanan ke masyarakat yang ada.

Konsul Jenderal KJRI Melbourne Spica Tutuhatunewa pula menyatakan rasa terima kasihnya kepada setiap masyarakat yang turut hadir untuk melepas dan menyambut staf KJRI Melbourne. “Semoga kecintaan masyarakat ke Pak Fajrin bisa juga dilanjutkan ke Pak Zethro, dan Pak Alfons,” ucapnya. Dengan kedatangan para staf baru, Konjen Spica berharap agar setiap staf KJRI dapat berbaur dengan masyarakat Indonesia yang ada di Melbourne.

Malam itu Graha Bhinneka terlihat penuh

Acara Malam Pisah Sambut ini dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada keluarga Fajrin sekaligus penampilan musik, makan malam, dan foto bersama. Setiap perjumpaan dan perpisahan datang dengan kenangan yang ditinggalkan, akan tetapi juga kesempatan baru yang akan dituju. Selamat menunaikan tugas masing-masing untuk para staf baik yang baru datang, maupun yang akan melanjutkan di tempat baru!

Adisa