Pernahkah dengar kampanye global yang bernama Earth Hour? Bagi yang belum tahu, Earth Hour adalah kampanye yang diadakan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional, WWF (World Wide Fund), untuk meningkatkan perhatian komunitas tentang perubahan iklim. Setiap tahunnya, acara Earth Hour akan mengajak setiap elemen masyarakat untuk mematikan lampu selama enam puluh menit sebagai simbol dukungan mereka.

Dimulai di kota Sydney pada bulan Maret 2007, Earth Hour mengumandangkan kampanyenya dengan mematikan lampu dua bangunan termegahnya, yaitu Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge selama enam puluh menit. Sekitar dua juta rumah di sekitar kota Sydney pada saat itu juga ikut serta dalam menyemarakkan kampanye itu dengan mematikan lampu rumah masing-masing.

Kampanye Earth Hour di tahun 2014 akan diadakan pada tanggal 29 Maret. Kota Melbourne juga tidak ingin ketinggalan untuk ikut serta dalam kampanye yang sudah mendunia ini, oleh sebab itu Federation Square juga akan memadamkan lampunya. Di tahun tahun 2014, Earth Hour Australia akan memfokuskan kampanyenya pada usaha WWF Australia dalam meningkatkan perhatian masyarakat Australia tentang dampak perubahan iklim terhadap Great Barrier Reef. Apabila sedang ada di Melbourne, maka bersiap-siaplah untuk berkumpul di tanggal 29 Maret 2014 dengan ribuan lainnya yang peduli terhadap lingkungan!

Saat lampu dipadamkan, bukan berarti kita tidak bisa melakukan aktivitas apa-apa. Kamu tetap bisa berpetualang di kota Melbourne dengan berpiknik ria di Alexandra Gardens bersama teman-teman sambil menikmati kegelapan sambil membawa lampu senter untuk membuat kamping. Selain itu, kenapa tidak mencoba untuk datang ke Pantai Brighton karena kalian bisa menikmati suara ombak tanpa ada gangguan cahaya. Yoga atau meditasi juga bisa kamu lakukan selama 60 menit sampai Earth Hour selesai diselengarakan. Perlu diketahui bahwa transportasi umum seperti kereta, tram dan bus di Melbourne tetap bisa kamu gunakan.

Memasuki tahun ke tujuh, Earth Hour telah berhasil menarik perhatian empat ribu kota di seluruh dunia di 152 negara di berbagai penjuru dunia. Pesan utama yang ingin disampaikan dari Earth Hour ialah menyelamatkan dunia sangatlah mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan mematikan listrik kita selama enam puluh menit, diharapkan bahwa aksi ini bisa dijadikan kebiasaan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mengurangi penggunaan energi selama enam puluh menit dapat mengurangi pembakaran batu bara yang digunakan untuk memproduksi energi yang bisa menurunkan tingkat produksi gas CO2 (karbon dioksida) di atmosfer.

Untuk mendapatkan informasi mengenai Earth Hour 2014, kamu bisa mengakses langsung dari situs http://www.earthhour.org/

Earth Hour di Indonesia sendiri pertama kali diadakan pada 28 Maret 2009. Untuk menandai acara tersebut, lima lokasi yang menjadi ikon di Jakarta seperti Patung Pemuda, Bundaran HI, Patung Arjuna Wiwaha, Monash, Balai Kota dan kantor pemerintah daerah Jakarta padam dari cahaya lampu selama pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB. Kota Jakarta dijadikan tempat peluncuran perdana dari Earth Hour Indonesia karena diharapkan pihak pemerintah pusat bisa memberikan pengaruh terhadap provinsi-provinsi lainnya. Dalam kurun waktu dua tahun, kampanye Earth Hour di Indonesia mampu berkembang dari hanya lima kota menjadi 22 kota.

Ini kali Earth Hour mengangkat tema ‘Ini Aksiku! Mana Aksimu?’ yang mengajak komunitas untuk mulai melakukan aksi gaya hidup ramah lingkungan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lewat situs http://www.earthhour.org/indonesia kamu bisa mencari tahu tentang kampanye Earth Hour di Tanah Air.

Acara Earth Hour diharapkan menjadi sebuah penyemangat bagi kita semua bahwa melakukan hal yang ramah lingkungan sangatlah mudah. Mematikan waktu selama enam puluh menit hanyalah sebuah simbol tahunan, tetapi kita bisa mulai melakukan hal yang sama di tiap harinya untuk menghemat energi. Dengan begitu, diharapkan bahwa kita bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitar kita.

ham