Australia Indonesia Business Forum (AIBF) telah dibentuk sejak empat tahun yang lalu dan diadakan setiap tahunnya oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) ranting Monash University yang bertujuan untuk membantu generasi muda untuk “dapat menyadari peluang-peluang cemerlang dalam bisnis dan karir mereka, serta dapat memajukan industri dan perekonomian Tanah Air tercinta”.

Tema yang diangkat AIBF 2017 yakni “Opportunity: Forging creative and inspiring future leaders that seize to explore, expand and embrace opportunities” sejalan dengan misi yang diemban. “Kami lebih ingin menekankan banyaknya dari kita sebagai penerus bangsa yang tidak mengambil kesempatan yang ada dan hal ini menurut saya sangat disayangkan jika terbuang sia-sia. Maka dari itu, kami ingin menyadarkan para participant bahwa kesempatan akan selalu terbuka dan ada, seperti apa yang sudah dibicarakan oleh para pembicara kita,” seru Yuliana Kusnadi Subroto selaku Project Manager AIBF 2017.

AIBF mempercayai bahwa dalam mengembangkan Indonesia, dibutuhkan orang-orang yang kreatif dan orang yang dapat menemukan jalan untuk mengintegrasikan pengalaman-pengalaman dan edukasi yang kita telah miliki untuk dapat mengeksplorasi dan memperpanjang kesempatan. Dengan adanya acara semacam ini, para pemuda yang hadir diajari kembali akan arti sebuah kesempatan dan tindakan yang harus diambil.

Dalam kesempatan kali ini, AIBF mengundang 8 pembicara yang empat di antaranya merupakan sosok kenamaan Indonesia, yakni Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD (Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia), Denny Indrayana (Professorial Fellow, The University of Melbourne), Adrian Jusuf Chandra (Presiden Direktur PT Bhuwanatala Indah Permai TBK.), Christy Tania (Executive Head Pastry Chef, The Langham Melbourne). Empat pembicara lainnya ialah Gim NG (Business Development Manager Monash College), Adam Stone (Founder & CEO Speedlancer), Tom Quinn (Special Adviser and Founder of Future Business Council), Shishir Pandit (Chair & Director of Global Consulting Group). Peserta yang hadir pun dapat memilih sesi dan pembicara mana yang lebih sesuai dengan visi dan misi karir masing-masing individu.

Salah satu topik yang diangkat, antara lain pengalaman meniti karir seorang Christy Tania sebagai chef, dimana pada waktu itu orang tua dan beberapa temannya menentang keputusan untuk bergulat di dunia patisserie. Pada waktu yang terpisah, pembicara utama Dr. Sofyan A. Djalil mengutarakan opininya mengenai tantangan yang dihadapi untuk membuat Indonesia semakin baik lagi. Beliau juga membagikan penggalan perjalanan hidupnya yang dirintih dari kota kelahiran, Aceh hingga bersekolah di Amerika Serikat dan kemabli ke Indonesia dan memutuskan untuk mengabdi pada negara.

 

 

 

APA KATA MEREKA

 

Yuliana Kusnadi Subroto
Mahasiswi Business (Accounting), Monash University | Project Manager AIBF

Semoga para audience bisa pulang dengan membawa ilmu, dapat pengalaman, lebih berani bicara dengan orang hebat, bisa semakin menjadi orang yang lebih baik lagi. Yang terpenting, mereka bisa kembali terinspirasi untuk selalu meraih setiap peluang yang mereka hadapi dan tidak lupa untuk selalu mengembangkannya.

AIBF tahun ini sangat amat di luar ekspektasi saya. Karena participantnya terlihat sangat aktif dalam menggali kisah dari setiap speakers. Saya merasa AIBF tahun ini sangat di-welcome oleh para participant, karena saat “Networking Night“, saya tidak melihat satupun speakers yang tidak dikerumuni oleh para participant yang ingin tahu lebih mengenai speakers tersebut.

Semoga AIBF kedepannya bisa tambah sukses lagi, menjadi business event yang bisa menarik jumlah participant yang lebih banyak lagi, bisa mengundang pembicara-pembicara yang hebat dan yang terpenting bisa berguna bagi participant yang datang.

 

Uttarayana Angligan
Mahasiswa Marketing & Management, Monash University

Acara ini benar-benar menginspirasi karena kita mendapatkan sharing experiences from the speakers and the participants, dan pengetahuan di dunia yang sebenarnya, mengetahui apa sih organisasi atau bisnis yang dijalankan oleh pembicara, dan saya sangat senang karena apa yang saya dapatkan sesuai dengan apa yang saya harapkan dari acara AIBF.

Sesuai dengan experience dari mereka, opportunities menurut mereka harus diambil dan harus dicapitalise sebisa mungkin dan setingi-tinggi mungkin. Cerita pengalaman perjalanan para pembicara benar-benar menginspirasi saya dari perbedaan point of view of opportunities.

 

Jordy Vincent Tedja
Mahasiswa International Business, Monash University

Menurut saya acara ini mendatangkan pembicara yang tergolong bagus di kanca perbisnisan, acara ini juga tidak hanya bisnis saja tetapi mengundang pembicara di luar lingkup bisnis juga. Bagi saya, yang paling ditunggu-tunggu adalah networking-nya dimana kita bisa kenal dan berbincang dengan orang-orang yang sudah terjun ke lapangan. Kita juga bisa mengetahui perjalanan hidup dia, harapannya dari sini untuk dapat menambah wawasan dan pengentahuan tentang lapangan karena pembicaranya sudah mengerti tentang lapangannya.

 

 

Nys