Memasuki pertengahan tahun 2015 menjadi tanda bagi seluruh umat Islam agar mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri di Bulan Syawal. Di Australia, dapat ditemukan beberapa perbedaan masing-masing komunitas Islam dalam menentukan awal dan akhir Bulan Ramadhan. Hal tersebut dikarenakan adanya metode atau paham yang beragam dalam menafsirkan penentuan bulan, seperti misalnya memakai cara kalkulasi atau mengikuti ketentuan negara asal masing-masing.

Lalu apakah itu melihat hilal atau melihat bulan yang belakangan ini sering terdengar? Mengapa pemerintah Indonesia harus melalui sidang Isbat sebelum menentukan awal Ramadhan dan Lebaran? Mengapa pula beda negara beda waktu puasa dan lebarannya?

Itu dikarenakan memang Rasulullah SAW bersabda kepada kita untuk melihat hilal untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan, dan jika ternyata hilal tidak terlihat, tundalah berpuasa sehari. Begitu pula dengan penentuan tanggal 1 Syawal, atau penentuan Idul Fitri, tundalah sehari jika hilalnya tidak terlihat.

Sesuai dengan hadist:Blank 2

Artinya: Dari Abi Huroiro dia berkata; Utusan Alloh SAW bersabda: berpuasalah dengan melihat hilal, dan berbukalah dengan melihat hilal, maka jika dimendungkan atas kalian maka menyempurnakanlah hitungan (bulan) tiga puluh (hari).

Itulah mengapa di setiap belahan Bumi, awal Ramadhan dan awal Idul Fitri bisa jatuh pada hari yang berbeda, karena munculnya hilal berbeda dari tempat ke tempat. Munculnya bulan di Australia, bisa berbeda dengan munculnya bulan di Indonesia, begitu juga di Arab Saudi. Itu juga yang membuat Kementerian Agama di Indonesia mengadakan sidang Isbat sebelum menentukan bulan Ramadhan, karena sesuai dengan hadist diatas, bisa saja hilal tidak terlihat dan Bulan Ramadhan atau Idul Fitri harus ditunda.

Association of Islamic Dakwah Australia (AIDA) Victoria sendiri berusaha menetapi hadist dari Rasululah SAW untuk melihat hilal sebelum bulan Ramadhan, sejak tahun 2005. Bekerjasama dengan ANCSCC (Australian National Crescent Sighting Coordination Center), lembaga yang memang memiliki spesialisasi ilmu lengkap tata cara melihat bulan. AIDA Victoria juga berafiliasi dengan AIDA di NSW, South Australia, Queensland, NT dan Western Australia.

Menarik menelaah ilmu melihat bulan, karena ternyata yang dinamakan satu bulan dalam kalender Arab/Islam itu adalah durasi yang ditempuh untuk siklus bulan (yang dilangit). Dari mulai hampir tidak terlihat, kemudian berubah menjadi bulan sabit (tanggal awal), kemudian menjadi bulan penuh (pertengahan bulan) sampai menjadi bulan sabit lagi (tanggal akhir). Banyak lagi ilmu melihat bulan yang bisa dilihat di website ANCSCC tersebut.

Begitu pentingnya mempersiapkan Bulan Ramadhan dikarenakan bahwa memang banyak keutamaan-keutamaan yang bisa didapatkan di bulan spesial ini. Di bulan ini, Allah melipat-gandakan pahala yang bisa kita dapat, sampai berkali-kali lipat, seperti hadist di bawah ini.

فَاتَّقُوْاشَهْرَ رَمَضَانَ فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيْهِ مَالَا تُضَاعَفُ فِيْمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ. رواه الطبراني

Artinya: Maka berhati-hatilah kalian pada Bulan Romadhon, sesungguhnya kenaikan-kebaikan di bulan itu dilipat-gandakan pada apa-apa yang tidak dilipat-gandakan dalam selain Bulan Romadhon, demikian pula kejelekan-kejelekan (juga dilipat-gandakan).

 

AIDA