“Segala hal dapat dirampas dari manusia kecuali: yang terakhir dari kebebasan manusia – kemampuan menentukan sikap dalam sebuah situasi, menentukan jalan mereka sendiri.”
~ Victor E. Frankl ~

Seperti yang dikatakan oleh Brian Tracy, “Sikap Anda adalah ungkapan nilai, kepercayaan, dan harapan Anda.” Sikap adalah bagaimana cara seseorang mengekspresikan nilai dan kepercayaan mereka, baik melalui sikap atau kata-kata yang dipilih untuk menggambarkannya.

Ada tiga komponen dari sikap:

  • Kognitif – Pikiran Anda dan apa yang Anda percayai tentang sesuatu atau seseorang.
  • Emosional – Bagaimana seseorang, benda, masalah, atau sebuah kejadian mempengaruhi perasaan Anda.
  • Perilaku – Bagaimana sikap Anda mempengaruhi perilaku Anda.

Tindakan dan perasaan kita lah yang menentukan apa yang akan kita lakukan dan perasaan kita tentang diri sendiri dan orang lain.

Sikap kita akan menentukan dan mempengaruhi tindakan kita setiap harinya. Tindakan setiap hari ini juga lalu akan memberikan sebuah hasil. Bagi sebagian orang, gagasan dan tindakan yang mereka ambil akan membawa mereka pada pencapaian luar biasa dalam hidup dan hasil akhir mereka akan sesuai dengan sikap mereka. Sayangnya, tindakan dan gagasan sebagian orang lainnya dapat membawa mereka pada frustasi berulang, perasaan kewalahan dan masalah hidup. Ini mungkin bisa terjadi karena mereka tidak mempertimbangkan sikap mereka.

Sikap kita adalah sesuatu yang dapat kita kendalikan. Sikap kita akan menunjukkan kepada orang lain harapan dan bagaimana perasaan kita, disadari atau tidak. Setiap orang yang berhubungan dengan kita akan mencerminkan kembali sikap kita kepada kita sendiri melalui sikap yang kita tunjukkan kepada mereka.

Bila kita merasa senang, tersenyum, dan berharap untuk merasa bahagia dalam hidup kita, orang lain juga akan mencerminkan kebahagiaan dan kegembiraan kepada kita. Ketika kita merasa senang dan berbagi perasaan ini dengan terbuka, orang lain akan merasa tertarik pada kita.

Kita mendapat apa yang kita keluarkan. Dengan memahami prinsip ini, kita dapat memilih untuk mengubah cara pandang kita terhadap hal-hal, bagaimana kita melakukan pendekatan terhadap sesuatu, dan bagaimana kita berurusan dengan segala situasi di segala sisi kehidupan kita.

Sikap kita adalah komponen pertama dan terpenting demi sebuah kehidupan yang cukup. Sekeliling kita akan mencerminkan kita, dan lingkungan kita adalah cerminan diri kita.

Jika Anda memiliki standar yang baik terhadap sikap Anda, Anda akan memperoleh hasil yang baik. Jika Anda memiliki standar rata-rata terhadap sikap Anda, Anda akan mendapatkan hasil rata-rata dan jika Anda memiliki standar buruk terhadap sikap Anda, Anda akan memperoleh hasil yang buruk juga.

Kualitas hidup kita dan bagaimana cara kita hidup ditentukan oleh kepercayaan, nilai, sikap, dan perilaku kita. Jika sikap diubah, maka hidup juga akan berubah karenanya.

Anda mungkin berpikir, “itu terdengar sederhana,” padahal tidak semudah kedengarannya. Mempelajari sebuah kebiasaan baru dan mengubah sikap butuh waktu. Seperti apapun, mengubah kebiasaan dan sikap membutuhkan kebulatan tekad, disiplin, kegigihan, konsistensi, dan yang terpenting, keputusan dan keinginan untuk berubah. Studi menunjukkan bahwa proses mengubah kebiasaan memakan waktu 21 hingga 90 hari atau bahkan lebih, dan inilah yang menjadi alasan mengapa kebanyakan orang sudah menyerah sebelum kebiasaan yang baru tertanam di alam bawah sadar mereka.

Sebagian besar orang bahkan tidak pernah memikirkan sikap atau perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari – mereka bereaksi terhadap situasi tanpa rasa tanggungjawab atau pemikiran mendalam. Hal ini terjadi sangat sering.

Selama bertahun-tahun berprofesi sebagai pakar kesehatan, saya menjumpai hal ini setiap harinya, terutama ketika pasien berujung menunggu lebih lama dari yang mereka perkirakan untuk bertemu saya. Beberapa pasien yang memiliki sikap baik akan terlihat senang, tenang, dan puas bahkan saat mereka sudah menunggu terlalu lama. Pasien lainnya akan mulai protes dan bertanya mengapa lama sekali atau mengapa orang lain dilayani terlebih dahulu sebelum mereka tanpa mempertimbangkan bahwa setiap orang yang hadir punya alasan tersendiri dan bahwa beberapa janji pertemuan memakan waktu lebih banyak atau sedikit tergantung pada kebutuhan dan alasan spesifik dari pasiennya. Memiliki sikap baik adalah penting karena hal ini akan menentukan tingkat kecukupan, kebahagiaan, rasa bangga, dan hasil usaha Anda, sembari Anda mengklaim potensi terbesar Anda.

Jika seseorang memiliki sikap yang bertumpu pada kegagalan, mereka akan hancur sebelum mulai berusaha. Mereka bahkan tidak akan berusaha untuk memulai sesuatu karena sudah percaya duluan kalau mereka akan gagal.

William James, bapak psikologi, mengatakan bahwa “Manusia dapat mengubah kehidupan mereka dengan mengubah sikap pemikiran.” Jika kita renungkan pernyataan ini, seseorang berperilaku buruk akan menarik dan menemukan diri mereka dalam situasi dan lingkungan sekeliling yang tidak menyenangkan. Situasi sulit dalam hidup mereka disebabkan oleh sikap mereka. Dengan bereaksi pada sekeliling, mereka akan memperkuat sikap buruk, dan bahkan membawa lebih banyak drama ke dalam hidup mereka. Seperti yang orang-orang katakan, “Kita mendapatkan apa yang kita harapkan”.

Kebanyakan orang bahkan tidak akan mempertimbangkan hal ini dalam kehidupan mereka dan bagaimana mereka mengalami dunia sekitar mereka adalah cerminan sikap mereka. Mereka mungkin saja memiliki pikiran bahwa kalau orang lebih dulu tersenyum pada mereka, mereka akan melemparkan senyuman balik tanpa mempertimbangkan bahwa mungkin saja bila mereka tersenyum lebih dulu, mereka akan mendapat balasan senyuman dari orang lain. Bagaikan seseorang yang sedang duduk di depan perapian, menantikan panas, tanpa meletakkan kayu dan menyalakan api. Kecuali api dinyalakan, tidak akan ada api dan karenanya, tidak juga ada panas. Mereka harus bertindak lebih dulu dan menyalakan api sebelum mendapatkan panas.

Sikap kita adalah cerminan orang yang seperti apa kita ini. Jika Anda mempertimbangkan sebentar, seseorang yang sukses dalam apa yang mereka lakukan, dan yang terkadang juga bisa gagal – mereka menerima kritik dan maju ke depan dan terus melangkah. Mereka mungkin bertanya pada diri sendiri, “Apa yang dapat saya pelajari dari hal ini? Bagaimana saya bisa berkembang? Bagaimana saya bisa melakukan lebih baik lain kali?” Ini adalah sikap luar biasa untuk dimiliki dan alasan di balik keberhasilan mereka.

Orang yang memperoleh hasil luar biasa kebanyakan memiliki sikap yang sesuai. Mereka punya sikap dan kepercayaan bahwa mereka bisa mencapai sesuatu. Mereka punya sikap yang menunjukkan bahwa mereka mampu. Mereka punya sikap yang menunjukkan bahwa mereka memiliki harapan dan karenanya, mereka terus meraih sesuatu dan mendapatkan hasil mengagumkan sembari mengklaim potensi terbaik mereka.

Seringkali, orang-orang ini tidak lebih bertalenta atau pintar dari kita, fakta sederhananya adalah bahwa mereka memiliki sikap yang benar. Mereka percaya pada diri mereka sendiri dan mengambil tindakan yang mendekatkan mereka pada mimpi mereka.

Sikap Anda (bagaimana Anda melihat dan melakukan sesuatu) akan membuat Anda merasa hidup dan menarik orang yang secara alamiah berinisiatif membantu Anda dan mau menghabiskan waktu dengan Anda. Bila kita berpikiran bahwa lingkungan sekitar (dunia di mana kita hidup, bekerja, dan hubungan kita dengan orang lain), adalah cerminan sikap kita. Dan sekali kita merasa, berpikir, dan melihat bahwa lingkungan kita dapat menjadi lebih baik dengan sedikit peningkatan, kita dapat mengubah sesuatu 180 derajat dengan terlebih dahulu mengubah sikap kita. Jika dipikir-pikir, sikap Anda tidak mempengaruhi orang lain sebanyak itu mempengaruhi Anda.

Kebanyakan orang gagal mengerti bahwa tidak akan ada perubahan tanpa adanya perubahan dalam diri dan ketika mereka berubah, persepsi mereka tentang dunia juga akan berubah. Semua ini tergantung pada sikap.

Dengan memiliki sikap “Pasti bisa” dan “Akan saya lakukan”, Anda akan mulai melihat hal dari sudut pandang berbeda. Seperti yang Thomas Jefferson katakan, “Tidak ada yang bisa menghentikan seseorang dengan berperilaku mental yang benar saat mencapai tujuan, tidak ada di bumi yang dapat menolong seseorang berperilaku mental salah.”

Ketika Anda mulai percaya pada diri sendiri, dan mengubah sikap, Anda bertindak seperti sosok yang Anda idamkan dan perlahan mimpi Anda akan jadi nyata. Goether, pengarang puisi terbaik dari Jerman, filsuf, dan tokoh literature berkata, “Sebelum Anda dapat melakukan sesuatu, Anda harus terlebih dahulu menjadi sesuatu”.

Bila seseorang bersikap tidak sopan pada Anda, Anda bisa memilih bagaimana harus bereaksi atau Anda dapat memilih untuk tersenyum. Itu pilihan Anda. Dengan memilih untuk tersenyum, Anda akan merasakan perbedaan dan merasa memiliki kendali akan sebuah situasi. Dan ketika melakukan ini, Anda memegang kendali atas diri Anda sendiri.

Jika seseorang menyerobot di jalan, daripada marah, frustasi, marah, Anda juga memiliki pilihan dan bisa memilih untuk senyum. Emosi seperti rasa frustasi, amarah, kedengkian, rasa dikhianati, dan perasaan kecewa terhadap seseorang, hanya dapat menyakiti Anda dan bukan orang lain, karena Anda yang merasakannya. Sadar dan pengertian – dua hal ini sangatlah penting karena dapat mempengaruhi sisi berbeda dari hidup Anda ke depannya.

Sembari mengembangkan sikap, Anda akan sadar bahwa Anda sedang menempatkan diri di posisi 5% orang teratas. Kecukupan hidup Anda akan bergantung pada sebaik apa hubungan Anda dengan orang lain. Sikap orang lain terhadap Anda juga akan bergantung pada sikap Anda kepada mereka. Kembangkanlah sikap untuk meraih potensi terbaik Anda.

“Kelilingi diri Anda dengan para pemimpi dan para peraih, para optimis dan para pemikir, tapi dari segalanya, kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang melihat hal terbaik dalam diri Anda, bahkan ketika Anda tidak melihatnya sendiri.”
~ Edmund Lee ~

***

Tanyakan pada diri Anda

Apa sikap Anda terhadap diri sendiri?

Apa sikap Anda terhadap orang lain?

Apa sikap Anda terhadap pekerjaan Anda?

Apa sikap Anda terhadap hidup?

Apa sikap Anda terhadap keluarga Anda?

Apa sikap Anda terhadap anak Anda?

Apa sikap Anda terhadap pasangan Anda?

Apa sikap Anda terhadap rekan kerja Anda?

Apa sikap Anda terhadap atasan Anda di tempat kerja?

Apa sikap lain yang Anda mau pertimbangkan?

***

“Sebagian besar dari sikap kita terhadap hal-hal dipengaruhi oleh pendapat dan emosi yang secara tidak sadar kita serap di lingkungan kita sewaktu masih kanak-kanak. Dengan kata lain, hal itu adalah sebuah tradisi – di samping bakat dan kualitas diri – yang membentuk kita. Tetapi kita jarang merenungkan bagaimana relatif kecilnya hal tersebut bila dibandingkan dengan mereka yang kuat.”
~ Albert Einstein ~

Mariana Ardelean
Pelatih Kepemimpinan/Konsultan Pola Pikir
E: [email protected]
W: www.empoweringstrategies.com