Huángdì Nèijīng alias the Inner Canon of the Yellow Emperor atau Esoteric Scripture of the Yellow Emperor merupakan “bible” bagi kita yang tertarik (secara amatir maupun serius) akan sistim pengobatan tradisional Tionghoa (TCM). Kitab yang telah eksis beberapa milenia ini adalah acuan bagi pengetahuan TCM. Hingga detik ini masih tetap sebagai literatur wajib bagi praktisi TCM. Akan kurang atau belum lengkap dan afdol jika mengaku praktisi TCM tetapi tidak pernah membaca 黄帝内经!

Salah satu informasi menarik dari 黄帝内经 ialah korelasi antara kondisi kesehatan dengan selera makan, terutama lagi ingin / ngidam makanan tertentu. Dalam konteks ini ialah “ngidam” rasa tertentu.

Aliran qi yang terhambat dan atau kurang kuatnya energi ginjal bisa menyebabkan kita ingin makan makanan asin. Gangguan pada ginjal bisa menyebabkan keletihan, sakit persendian, sering kencing (anyang-anyangan), menopause dini, gangguan seksual, dan gangguan pada pertumbuhan tubuh serta pertumbuhan rambut putih/uban yang lebih awal dari seharusnya. Ginjal berhubungan dengan rasa takut. Ini mengapa kalau kita sangking takutnya bisa sampai tanpa sadar kencing/ngompol!

Ngidam makanan asam bisa jadi berkaitan dengan organ liver. Liver diklasifikasikan sebagai energi Kayu. Problem pada liver bisa menyebabkan siklus menstruasi yang kacau, depresi, migrain dan otot-otot yang kaku. Liver juga berhubungan dengan rasa marah. Jadi dari sisi TCM, kalau kita sering marah-marah, petunjuk adanya problem atau akan memberikan problem pada liver!

Dalam kaidah TCM, paru-paru adalah sistim pertahanan tubuh yang paling depan dalam menghadapi serangan kuman seperti patogen yang menyebabkan kita sakit. Makanan pedas bisa membantu kita menyingkirkan patogen. Ini mengapa makanan pedas bisa membantu immune system dalam melawan penyakit.

Energi metal yang terhambat dan atau lemah bisa menyebabkan melemahnya sistim immunitas tubuh. Secara psikologis, dapat pula membuat kita sulit untuk move on dari perasaan negatif. Dan sulit buat mengatasi perasaan sedih. Organ paru-paru berkaitan dengan rasa sedih. Ini pula mengapa orang tempo dulu sering bilang: “Jangan terlalu sedih nanti bisa sakit TBC!” Jadi keinginan makan makanan pedas bisa jadi di-trigger karena lemahnya paru-paru.

Bagaimana kalau lagi ingin yang manis-manis? Kemungkinan masalah pada sistim pencernaan, berat tubuh, kelelahan atau pola tidur yang tidak baik. Semua problematik kesehatan tadi berkaitan dengan organ limpa dan energi Tanah.

Salah satu sumber rasa manis ialah gula. Gula dapat meningkatkan energi tubuh. Individu yang energi Tanah-nya tak seimbang kemungkinan besar ngidam makanan manis.

Periode sekitar masa menstruasi (saat energi Tanah cenderung lebih lemah) dan pada masa stres (karena hormon stres memengaruhi insulin) adalah dua masa dimana kemungkinan ngidam rasa manis sangat tinggi.

Meskipun ngidam rasa pahit tidak umum, tetapi kalau ini yang terjadi bisa berkaitan dengan kesehatan jantung dan atau karena kelebihan “panas” dalam tubuh. Kelebihan panas tubuh berkaitan dengan ketidak stabilan emosi, anxiety, insomnia.

Rasa pahit dapat mengusir panas dari dalam tubuh, dengan begitu bisa meningkatkan/memperbaiki aliran energi tubuh yang juga berkaitan dengan jantung. Dalam sistim TCM, jantung dikategorikan sebagai unsur Api.

Ini pula mengapa kalau kita panas dalam, dianjurkan minum teh pahit alias liang teh. Sayangnya, jaman sekarang liang teh dimodifikasi / divariasikan dengan tambah rasa manis. Kalau ini yang terjadi malah menghilangkan tujuan dan liang teh menjadi tidak berguna lagi untuk mengusir panas dalam.

Lantas bagaimana kalau kita “ngidam” aneka/semua rasa? Dalam kasus ini, bisa jadi indikasi kesehatan tubuh yang tidak prima. Atau bisa juga karena rakus!

Three eggs with frightened faces looking at a broken eggs lying near isolated on white background

Pola makan yang seimbang (porsi dan jenisnya), sebanyak mungkin mengkonsumsi fresh produce, kurangi produk-produk olahan. Gaya hidup yang baik dan seimbang adalah beberapa anjuran guna menjaga kesehatan agar selalu prima.

Jangan salah kaprah mengira semakin banyak 吃补 chī bǔ – di Indonesia umum dibilang “cia po” (makanan bernutrisi tinggi) – adalah baik. Malah sebaliknya, cia po bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Terlalu banyak makanan bernutrisi tinggi malah bisa mengacaukan keseimbangan kesehatan! Semua bahan makanan yang berkualitas dan segar yang setiap hari kita konsumsi adalah cia po yang terbaik. Ironisnya, dalam 黄帝内经 dikatakan bahwa kalau sampai kita sudah harus cia po, maka tanda fungsi tubuh dan kesehatan kita sudah ada gangguan!

 

 

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / [email protected]