JANGAN BIARKAN ORANG YANG ANDA KASIHI TERPURUK DALAM DUNIANYA

Artikel kali ini adalah yang ke empat dari lima edisi. Pada edisi pertama terkandung topik yang berkaitan dengan psychoeducation, yakni pendidikan kesehatan mental dan makna pentingnya kesehatan mental. Edisi kedua membahas 10 pertanyaan yang sering sekali diajukan oleh masyarakat umum mengenai berbagai macam masalah emosi, seluk beluk kesehatan jiwa dari keturunan dan masa kecil, serta mengenai pengobatan. Edisi selanjutnya membahas tentang psikoterapi dan apa yang sebenarnya terjadi dalam sesi psikotherapi. Semua artikel ini dapat dibaca kembali di BUSET Edisi September, Oktober dan November 2016, yang juga dapat diakses secara online di situs buset-online.com.

Pada edisi keempat ini, saya ingin memperkenalkan sekaligus membahas tiga psikoterapi yang populer. Cara penyembuhan atau pengobatan (treatment) gangguan mental biasanya melalui psikoterapi atau kombinasi dengan perobatan (medication). Penanganan gangguan mental harus dilakukan dengan tepat serta terencana.

Psikoterapi dapat membantu orang melalui:

Pemahaman mengenai tindakan, emosi dan cara pemikiran yang menyumbang kepada kondisi gangguan mental;

  • Mengenali dan memahami faktor yang bisa membuat kondisi gangguan mental tersebut menjadi lebih parah atau mengembang ke level penyakit jiwa;
  • Mengambil kembali kontrol hidup dan mendapatkan rutin hidup yang sehat;
  • Mencari teknik mengatasi yang sehat dan meningkatkan daya memecahkan masalah (problem-solve);
  • Memperbaiki komunikasi dengan keluarga atau orang sekeliling.

Psikoterapi dijalani dalam beberapa format:

  • Terapi individu: dalam sesi terapi hanya ada seorang pasien dan terapis
  • Grup terapi: dua atau lebih pasien menjalani terapi bersama dan para pasien bisa mengerti bahwa kondisi yang mereka alami bukannya sesuatu yang hanya dialami diri sendiri.
  • Couple terapi/konseling: terapi ini biasanya dijalankan oleh sepasang suami-istri atau pasangan hidup mereka. Couple konseling biasanya digunakan untuk memperbaiki masalah pernikahan atau masalah intim. Selain itu couple konseling juga dianjurkan apabila satu pasangan mempunyai gangguan mental supaya pasangan satunya lagi perlu memahami cara untuk mengendalikan kondisi tersebut.
  • Famili terapi: keluarga merupakan lingkup yang paling banyak berhubungan dengan pasien. Keluarga dianggap paling mengetahui kondisi pasien dan gangguan mental yang timbul pada pasien mungkin disebabkan adanya cara asuh yang kurang sesuai bagi pasien. Keluarga merupakan pemberi perawatan utama dalam mencapai pemenuhan kebutuhan dasar dan mengoptimalkan ketenangan jiwa dan mental bagi pasien.

Selain dalam format individu, grup, couple dan famili, terapi juga ada beberapa jenis yang diterapkan oleh profesional. Setelah konsultasi dan mendapatkan diagnosis, terapis akan menentukan jenis terapi yang dianjurkan ke pasien. Tiga terapi yang akan saya bahas adalah terapi yang paling populer dan efektif menurut pengobatan berdasarkan bukti (evidence based treatment).

Terapi Psikodamik (Psychodynamic Therapy)

BUSETlife-terapi-1-psychodynamic-therapyTerapi Psikodamik berdasarkan asumsi dimana seseorang mempunyai masalah emosi yang disebabkan oleh sesuatu yang belum terselesaikan, dan seringkali secara di bawah/tidak sadar (subconscious or unconscious), dimulai dari masa kecil. Gol dari terapi ini adalah untuk membantu pasien memahami sumber gangguan jiwa. Terapi Psikodamik dijalankan dari beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Model Terapi Psikodamik biasanya mencakup konfrontasi dan klarifikasi mekanisme pertahanan (defense mechanism), harapan (wish), dan perasaan bersalah (guilt/shame). Melalui analisis konflik, termasuk yang berkontribusi terhadap daya tahan psikis dan yang melibatkan transferens (transference) ke dalam reaksi yang menyimpang, perlakuan psikoanalisis dapat mengklarifikasi bagaimana pasien secara tidak sadar menjadi musuh yang paling jahat bagi dirinya sendiri; bagaimana reaksi tidak sadar yang bersifat simbolis dan telah distimulasi oleh pengalaman kemudian menyebabkan timbulnya gejala yang tidak dikehendaki.

Terapi dihentikan atau dianggap selesai saat pasien mengerti akan kenyataan yang sesungguhnya, alasan mengapa mereka melakukan perilaku abnormal, dan menyadari bahwa perilaku tersebut tidak seharusnya mereka lakukan, lalu mereka sadar untuk menghentikan perilaku tersebut.

Untuk diberi perlakuan dengan psikoanalisis, apa pun masalah yang diajukan, orang yang meminta bantuan harus menunjukkan keinginan untuk memulai analisis. Orang yang ingin memulai analisis harus memiliki kemampuan untuk berbicara dan berkomunikasi. Selain itu, mereka harus mampu memiliki atau mengembangkan kepercayaan dan wawasan dalam sesi psikoanalsis. Calon pasien harus menjalani tahap awal pengobatan untuk menilai apa yang mereka tanggung untuk perlakuan psikoanalisis pada waktu itu, dan juga untuk memungkinkan sang analis/terapis untuk membentuk sebuah model kerja psikologis, yang akan digunakannya untuk mengarahkan pengobatan.

Terapi Perilaku Berbasis Kognitif (Cognitive-Behavioral Therapy/CBT)

BUSETlife-terapi-2-cbtCBT bekerja berdasarkan asumsi dimana proses kognitif menjadi faktor penentu dalam menjelaskan bagaimana manusia berpikir, merasakan dan bertindak. Dengan adanya keyakinan bahwa manusia memiliki potensi untuk menyerap pemikiran yang rasional dan irasional, dimana pemikiran yang irasional dapat menimbulkan gangguan emosi dan tingkah laku yang menyimpang, maka CBT diarahkan pada modifikasi fungsi berpikir, merasakan, dan bertindak dengan menekankan peran otak dalam menganalisa, memutuskan, bertanya, bertindak, dan memutuskan kembali.

Dengan mengubah status pikiran dan perasaannya, pasien diharapkan dapat mengubah tingkah lakunya, dari negatif menjadi positif. Berdasarkan paparan definisi mengenai CBT, maka CBT adalah terapi yang menitik beratkan pada restrukturisasi atau pembenahan kognitif yang menyimpang akibat kejadian yang merugikan dirinya baik secara fisik maupun psikis.

CBT merupakan terapi yang dilakukan untuk meningkatkan dan merawat kesehatan mental. Terapi ini akan diarahkan kepada modifikasi fungsi berpikir, merasa dan bertindak, dengan menekankan otak sebagai penganalisa, pengambil keputusan, bertanya, bertindak, dan memutuskan kembali. Sedangkan, pendekatan pada aspek tindakan behavior diarahkan untuk membangun hubungan yang baik antara situasi permasalahan dengan kebiasaan mereaksi permasalahan.

Tujuan dari CBT yaitu mengajak pasien untuk belajar mengubah perilaku, menenangkan pikiran dan tubuh sehingga merasa lebih baik, berpikir lebih jelas dan membantu membuat keputusan yang tepat. Hingga pada akhirnya dengan CBT diharapkan dapat membantu pasien dalam menyelaraskan berpikir, merasa dan bertindak.

Berbeda dari Terapi Psikodamik, CBT berasumsi bahwa masa lalu tidak perlu menjadi fokus penting dalam terapi. Oleh sebab itu CBT lebih menekankan kepada masa kini, akan tetapi bukan berarti mengabaikan masa lalu. CBT tetap menghargai masa lalu sebagai bagian dari hidup pasien dan mencoba membuat pasien menerima masa lalunya demi melakukan perubahan pada pola pikir masa kini untuk mencapai perubahan di waktu yang akan datang. Inilah mengapa CBT lebih banyak bekerja pada status kognitif saat ini untuk dirubah dari status kognitif negatif menjadi status kognitif positif. CBT biasanya terdiri dari 12-16 sesi.

Gerakan Mata Desensitisasi dan Pengolahan
(Eye Movement Desensitization and Reprocessing/EMDR)

BUSETlife-terapi-3-emdrEMDR bekerja berdasarkan asumsi dimana manusia secara inheren dibekali sistem pemrosesan informasi yang dalam keadaan normal atau secara alamiah bertugas memproses elemen-elemen pengalaman manusia sehingga tercapai keadaan adaptif. Apabila informasi yang terkait dengan pengalaman traumatik tidak diproses sepenuhnya, maka persepsi, emosi dan pikiran awal yang terdistorsi akan disimpan tepat seperti yang dialami pada saat kejadian traumatik berlangsung.

Menurut asumsi EMDR, pengalaman yang tidak terproses tersebut menjadi dasar bagi munculnya reaksi disfungsional di masa kini dan merupakan penyebab berbagai gangguan mental.

Jadi EMDR memperlancar akses ke dalam jejaring ingatan traumatik, sehingga pemrosesan informasi meningkat. Pemrosesan menjadi lebih lancar dengan dibangunnya asosiasi antara ingatan traumatik dan ingatan atau informasi lain yang lebih adaptif. Asosiasi atau hubungan baru ini diyakini akan menghasilkan pemrosesan informasi yang sempurna, hasil belajar baru dan berkembangnya pemahaman kognitif mengenai ingatan traumatik.

EMDR adalah salah satu bentuk terapi yang pada awalnya dirancang untuk menghilangkan distress yang berkaitan dengan adanya pengalaman atau ingatan traumatik. Stimulus eksternal yang paling sering digunakan adalah gerakan jari tangan yang harus diikuti oleh gerakan bola mata pasien. Ketika menjalani terapi EMDR, pasien memusatkan perhatian pada hal-hal yang mengganggu emosinya dalam jangka waktu yang singkat sambil sekaligus memperhatikan stimulus eksternal.

Berbeda dari Terapi Psikodamik dan CBT, EMDR hanya memerlukan 4-6 sesi dan Anda tidak perlu membicarakan masalah Anda berlebihan. EMDR cocok untuk pasien yang ada kesulitan untuk mengungkapkan masalah mereka. Beberapa penelitian yang menemukan bahwa EMDR lebih efisien daripada CBT yaitu bahwa EMDR dapat mencapai dampak positif yang nyata hanya dengan jumlah sesi terapi yang lebih sedikit. Efektifitas EMDR untuk menangani kondisi gangguan stress pasca-trauma (post traumatic stress) saat ini sudah amat diakui.

 

Tips Menjalani Terapi

BUSETlife-terapi-tipsUntuk mendapatkan hasil yang optimal, datanglah ke semua pertemuan janji terapi. Efektivitas terapi tergantung kepada partisipasi yang aktif.

Waktu, upaya, dan keteraturan (regularity) adalah faktor yang penting. Sewaktu Anda memulai terapi, perlu sekali untuk memiliki tujuan terapi. Psikoterapi bukan semata-mata membicarakan masalah Anda kepada terapis, melainkan semua bentuk psikoterapi memerlukan gol/tujuan. Apabila Anda merasa psikoterapi yang Anda terima tidak cocok, Anda perlu membicarakan masalah ini kepada terapis Anda atau mencari opini kedua (second opinion), akan tetapi jangan menghentikan terapi secara tiba-tiba.

Ingatlah, semua psikoterapi memerlukan partisipasi Anda dan bukan merupakan perbaikan cepat (quick fix). Psikoterapi memerlukan waktu agar hasilnya bertahan lebih lama. Pengobatan hanya bisa mengurangi gejala, dan tanpa psikoterapi, pasien tidak dapat memproses dan mengatasi gejala secara utuh.

Dalam 10 tahun pengalaman klinis saya, saya menyadari bahwa salah satu titik penting untuk memulai pengobatan adalah keberanian keluarga untuk menerima kenyataan. Selain itu, peran keluarga sangatlah penting untuk resosialisasi dan mencegah kekambuhan.

 

July Lies
MClinPsych, B.Sci (Hons)
Jurmaine Health
https://www.jurmainehealth.com.au
538A Murray Road, Preston, VIC 3072
[email protected]
0410786601
Hari Sabtu (9am-2pm) telah dibuka klinik khusus untuk masyarakat Indonesia.