Sejak seorang remaja bernama Wendy (nama samaran) sudah menunjukkan kesukaannya terhadap urusan masak memasak dan bikin kue, dia selalu mencoba masak resep-resep lama maupun baru. Bahkan ketika makan di luar rumah, Wendy sering menebak apa bumbu-bumbu yang dipakai untuk kemudian mencoba masak di rumah. Memang benar, Wendy sangat bertangan dingin dalam hal mengolah aneka makanan.

Pujian dari keluarga, teman dan kenalan selalu menghiasi hari-harinya. Bukan sesuatu yang aneh kalau beberapa tahun kemudian Wendy coba membuka restoran. Harapan besar menggelora dan optimisme pun tinggi bahwa usahanya bakalan melejit sukses. “Sang ratu makanan bertangan dingin,” inilah julukan Wendy, atau paling tidak begitu yang ada di pikiran semua orang.

Benar saja, beberapa bulan pertama restorannya selalu dipadati tamu yang membeludak. Akan tetapi, mendekati ulang tahun yang pertama, restorannya mulai lebih sering sepi ketimbang ramai. Jumlah pengunjung terus menurun hingga bulan-bulan berikutnya. Ada apa yang salah?

Salah seorang kerabat Wendy yang adalah klien saya memperkenalkan saya dengan Wendy. Saya lalu diminta untuk menganalisa dimana kira-kira sumber persoalannya. Singkat cerita, feng shui restoran ternyata tidak baik. Untungnya, masalah ini bisa diatasi dengan mudah. Yang sulit untuk diperbaiki justru adalah ketidakcocokkan usaha bidang makanan dengan ba zi Wendy. Dengan kata lain, dari hasil analisa, Wendy tidak cocok berbisnis di bidang makanan.

Selama puluhan tahun saya berprofesi, sangat sering saya menjumpai orang-orang yang “salah jurusan” karena terkecoh aktivitas yang menjadi hobi dan kesukaan. Tapi sebenarnya tidak dianjurkan untuk dijadikan sebagai sumber nafkah. Seperti ungkapan: “there is a big difference between our hobbies and our source of income. Just because we have deep interest doesn’t mean that we can make money from it.”

Sering dan banyak sekali yang tertipu, mengira hobi atau kesukaannya pasti bisa dijadikan mata pencaharian. Seseorang yang kuat unsur Api dan atau Tanah kebanyakan mampu dan tertarik dalam urusan dapur. Tapi jangan kira pasti akan berhasil kalau menjadikan hobinya sebagai sumber nafkah. Justru mereka perlu hati-hati karena kalau buka usaha makanan berarti akan menambah unsur Api dan atau Tanah dalam dirinya. Akibatnya, akan tak baik bagi kehidupan pribadi dan juga bisnisnya.

Adalah dua hal yang beda antara hobi/suka dengan mata pencaharian. Sayang, seringkali hal ini tidak disadari. Alhasil, banyak orang melakukan keputusan yang keliru. Tak sedikit pula “praktisi” yang tertipu akan hal serupa sehingga memberikan nasehat yang salah untuk kliennya. Akibatnya saat bisnis sudah dijalankan, berujung pada kebangkrutan.

Tertipu, secara sadar maupun tidak, dalam pemilihan bidang bisnis memang masih banyak terjadi. Akibatnya adalah “salah jurusan” yang menghasilkan kerugian uang, waktu dan tenaga. Sekali lagi, hobi dan kesukaan tidak otomatis menjamin kesuksesan saat kita berbisnis. Pastikan agar Anda tidak tertipu dan “salah jurusan” dalam berbisnis.

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / [email protected]