Apakah Anda ingin memulai bisnis tapi takut menghadapi sales? Buat banyak orang, sales adalah sesuatu yang menakutkan. Banyak dari Anda mungkin merasa lebih baik terjun ke jurang dari pada menghadapi kenyataan hidup seorang salesman.

Pembaca BUSET yang setia, jangan tutup halaman ini dulu jika Anda adalah salah satu dari orang yang saya gambarkan di atas. Teknik berjualan masa kini tidaklah sama dengan teknik menjual jaman dulu. Salah satu peran saya di dalam coaching adalah membimbing para pebisnis menemukan jalan yang paling alami bagi masing-masing orang untuk berjualan. Berdasarkan pengalaman, saya yakin dan percaya bahwa setiap orang dapat menemukan style berjualannya tanpa merasa berat.

Di artikel ini, saya akan memberikan 2 tips yang setiap pebisnis dapat jalani untuk dapat menjadi penjual yang sukses.

Sales is All About Relationship

Pendekatan sales tradisional mengharuskan kita untuk menerangkan sebanyak mungkin kelebihan dan keunggulan produk atau jasa yang ditawarkan. Pebisnis yang menerapkan hal ini memulai proses penjualan dari ujung yang salah.

Di masa kini, seorang salesman yang efektif memulai proses dengan terlebih dahulu mengerti permasalahan yang dihadapi oleh calon pembeli. Seorang salesman yang hebat sangat sensitif akan perasaan calon pembeli dengan permasalahan yang mereka hadapi.

Sebagai contoh, semua penjual furnitur yang baik terlebih dahulu mendengarkan alasan pembeli memasuki toko mereka. Apakah pembeli tersebut mencari kursi, tempat tidur, lemari dan sebagainya. Lebih lanjut, penjual dapat menanyakan apakah mereka tinggal di rumah, apartemen, berapa jumlah kamar dan apakah pembeli memiliki anak kecil.

Setelah melalui tahap ini, penjual dapat menawarkan furnitur terbaik yang sesuai kebutuhan yang diungkapkan pembeli. Kemungkinan pembeli membeli barang yang di tawarkan akan lebih tinggi dibanding jika penjual hanya menawarkan produk terbaiknya.

Jangan Lari dari Penolakan

Hampir selalu Anda harus mengharapkan calon pembeli untuk menunjukkan semacam keberatan atas penawaran atau pendekatan Anda. Namun, tidak setiap keberatan ini adalah penolakan terhadap bisnis Anda. Berikut saya uraikan 3 alasan umum keberatan yang Anda harus mengerti.

1.      Kurang Informasi

Jika calon pembeli menyatakan dirinya “tidak tertarik”, banyak waktu, kalimat ini dapat diuraikan menjadi: “… berdasarkan informasi yang saya ketahui sekarang, saya belum tertarik…”. Hal ini sangat mudah diatasi dengan memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai penawaran atau produk yang dimaksud.

 2.      Kurang kenal

Setiap transaksi bisnis mengandung resiko. Baik business to customer (B2C) ataupun business to business (B2B), transaksi hanya terjadi jika pembeli menganggap resikonya kecil atau dapat diatasi. Salah satu cara mengurangi persepsi resiko dalam suatu pembelian, adalah penting bagi setiap pebisnis untuk “dikenal”. Baik itu melalui branding, penempatan pasar dan sebagainya.

 3.      Waktu yang tidak tepat

Sebaik apapun Anda dalam teknik menjual, pada akhirnya hanyalah waktu yang dapat menentukan. Banyak calon pembeli membuat rencana jauh di depan. Sehingga saat pertemuan muka terjadi, orang tersebut belum dalam posisi atau saat yang tepat untuk membeli. Hal ini dapat di atasi dengan terus membangun hubungan baik melalu email, telpon atau surat untuk memastikan bahwa calon pembeli tersebut terus tertarik dengan bisnis Anda.

Pembaca BUSET yang setia, adalah penting sebagai pebisnis untuk Anda dapat memisahkan jenis-jenis keberatan mana yang diberikan calon pembeli Anda. Dengan demikian Anda akan dapat memberikan pemecahan yang sesuai dengan keberatan masing-masing. Hal ini memungkinkan Anda menutup penjualan lebih banyak.

Emmanuel
Emmanuel adalah pemilik dan pendiri Accolade Coaching yang juga merupakan koordinator Entrepreneurship Program untuk Indonesian Business Centre (IBC) Melbourne. Accolade Coaching bekerjasama dengan IBC mengadakan acara-acara sepanjang tahun untuk memperlengkapi dan meng-inspirasi pebisnis dan entrepreneur Indonesia di Melbourne.

[alert color=”C24000″ icon=”128227″]Accolade Coaching bekerjasama dengan IBC akan mengadakan seminar sales untuk para pebisnis yang ingin menumbuhkan keahlian berjualan. Nantikan tanggal mainnya dengan mendaftarkan diri Anda melalui situs IBC (http://www.ibcm.org.au/)[/alert]