Untuk pertama kalinya, PPIA ranting The University of Melbourne mengadakan sebuah acara pencarian bakat bertajuk “PPIA Got Talent”. Acara perdana dengan slogan “Be the first. Be different. Be you!” ini tidak hanya sukses menjadi wadah bakat-bakat terpendam peserta, namun juga menjadi sarana pemersatu antar anggota PPIA ranting The University of Melbourne.

Reissa Cheryl dan Kevin Simanjuntak dari pihak penyelenggara mengaku bahwa ide awal untuk acara ini berakar dari acara pemilihan Mr. dan Ms. yang biasa dilakukan oleh universitas-universitas di Indonesia. Ide inipun berkembang menjadi “PPIA Got Talent” – sebuah kompetisi terbuka yang memberi kesempatan bagi peserta untuk menampilkan bakat unik yang mereka miliki.

“PPIA Got Talent” segera menarik perhatian banyak penampil, namun jumlah peserta terpaksa dipotong menjadi 12 orang saja. Pihak panitia sendiri mengaku kaget saat melihat respon peserta. Acara ini bahkan menarik perhatian mahasiswa/i dari universitas lain, yang sayangnya, harus ditolak untuk menjaga integritas acara yang memang hanya ditujukan untuk kompetisi internal.

Tentunya penampilan memukau dari keduabelas peserta menjadi spotlight acara malam itu. Penampilan malam itu berhasil menunjukkan keberagaman bakat peserta – dari permainan gitar akustik dan vokal yang menenangkan hingga perhelatan piano duo yang memukau. Menariknya, banyak penampil mendasari aksi panggung mereka dengan rasa cinta yang kental pada Tanah Air. Entah dengan menampilkan lagu-lagu pop Indonesia, membuat medley lagu-lagu daerah dari Sabang hingga Merauke, ataupun menyatukan nuansa etnis dalam melodi modern.

Penampilan malam itu ditutup dengan penuh semangat dari “Sinar Jaya” sebagai bintang tamu. Kelompok tari yang terdiri atas 8 pria dari pihak komite ini spontan mengundang tawa penonton dengan aksi tari guyon mereka yang diiringi berbagai lagu, dari My Heart Will Go On hingga Pusing Kepala Barbie.

Acara ini pula takkan lengkap tanpa kehadiran penonton. Teater berkapasitas 250 itu sedikit demi sedikit terisi penuh semenjak acara dibuka. Jumlah ini melebihi ekspektasi panitia dan membuat acara malam itu semakin meriah. Ratusan penonton terus mendukung dan memacu semangat para penampil dengan meneriakkan yel-yel ataupun menunjukkan banner bertuliskan nama peserta. “PPIA Got Talent” segera menjadi pelekat antar anggota PPIA Melbourne University yang aktif maupun tak aktif. Tak sedikit pula terlihat penonton dari institusi lain yang datang berkunjung untuk mendukung acara ini.

Panel juri terdiri atas Puteri Anetta Komarudin, Ketua PPIA Melbourne University periode 2013-2014, Reinaldy Cahyo Baskoro, Project Manager “Indonesian Film Festival 2015, dan Reissa Cheryl, person in charge “PPIA Got Talent”. Selain itu, penonton juga diberikan kesempatan untuk melakukan voting secara online untuk turut ambil bagian dalam menentukan sang juara.

“PPIA Got Talent” pun ditutup secara meriah dengan pengumuman pemenang yang diraih oleh Felicia Melina Lase. Penampilan musikal Felicia yang melakukan tiga hal sekaligus – bernyanyi, bermain piano serta djembe – sukses menarik poin tertinggi dari kombinasi nilai juri dan suara penonton. Felicia tidak hanya berhasil membawa trofi perdana “PPIA Got Talent”, tapi juga memperoleh kesempatan untuk tampil pada acara The Premier dari “Indonesian Career Expo 2015” yang juga diadakan oleh PPIA University of Melbourne.

 

flase
foto: flase/ppia mu