Dharma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne menggelar seminar kesehatan bertajuk “My Health First” di Ruang Bhinneka gedung KJRI Melbourne pada 15 September 2018 lalu. Pada kesempatan tersebut, dr. Celyanda Goeltom hadir untuk menyampaikan informasi krusial terutama bagi kaum perempuan mengenai pentingnya mengutamakan kesehatan diri sendiri.

Para peserta seminar kesehatan yang tercerahkan melalui pertemuan DWP kali ini

“Semua kesehatan dan kesejahteraan dari keluarga kita, dari orang-orang yang kita sayangi, itu sebenarnya dimulai dari kesehatan kita sendiri,” ungkap General Practitioner (GP) yang memiliki spesialisasi pada kesehatan wanita sejak 1995 tersebut saat membuka sesi.

Dr. Cely Goeltom yang bekerja di Jean Hailes Womens Clinic ini lebih lanjut mengatakan bahwa memikirkan kesehatan diri sendiri tidak berarti egois. “Kalau kita tidak sehat, dengan sendirinya kita tidak bisa kerja dan serve the best untuk yang lain. Oleh karena itu, ingat-ingat, our health is number one,” jelasnya lagi.

Dr. Cely lalu mulai menjelaskan secara singkat, padat, dan jelas beberapa fenomena alami pada wanita yaitu menstruasi, kehamilan, dan menopause, serta faktor yang turut mempengaruhi yaitu hormon. Dalam segmen tersebut, ia menyampaikan data terbaru tentang penyakit yang menyumbang tingkat kematian tertinggi pada wanita. “Dementia adalah penyakit penyebab kematian terbanyak pada wanita menurut penelitian terbaru tahun lalu. Sebelumnya adalah heart attack.”

Mengenal dan Mengatasi Dementia

Dr. Cely mengungkapkan bahwa banyak orang seringkali menyamakan dementia, yang sesungguhnya merupakan penyakit serius yang terjadi di otak, dengan kebiasaan lupa yang menurutnya terjadi karena adanya penurunan fungsi kognitif tubuh (cognitive decline). “Dementia terjadi ketika seseorang gagal melakukan aktivitas yang biasanya ia lakukan. Jadi dementia selalu memengaruhi cara kita berpikir dan cara mengerjakan sesuatu,” ungkapnya.

“Misalnya orang yang selalu pakai kaus kaki tapi tiba-tiba tidak pakai tanpa alasan yang jelas. Beda halnya dengan ketika tidak memakai kaus kaki karena panas. Nah, ini ada alasannya. Namun ketika sesuatu yang selalu Anda lakukan tidak terjadi tanpa alasan, ask yourself why.

Untuk mengatasi terjangkitnya penyakit mematikan ini di dalam tubuh, ada empat hal yang perlu dilakukan, di antaranya cek kondisi jantung, olahraga, diet sehat atau pikiran (mind diet), latihan otak, dan jaga keaktifan dalam aktivitas sosial. “Lakukan mind diet dengan mengkonsumsi makanan yang dianjurkan seperti buah dan sayur, deep fish oil tuna, salmon, omega 6 dan omega 3. Selain itu, challenge your brain. Jangan malas.”

“Cobalah main Teka Teki Silang (TTS). Dan satu lagi, enjoy social activities– aktivitas yang berhubungan dengan teman dan keluarga. Lebih sedikit dementia ditemukan di orang-orang yang masih aktif daripada yang tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.

dr. Cely Goeltom
Menghindari Osteoporosis

Selain membahas dementia, dr. Cely juga menyinggung penyakit lain yang sering menyerang wanita yang sudah menopause yaitu osteoporosis. Menurutnya orang Asia cenderung tidak menyerap vitamin D dari matahari yang penting untuk kesehatan tulang sebanyak sebagian orang dengan ras berbeda.

“Apa yang kita takutkan dari osteoporosis? Bukan karena kelihatan tidak keren, tapi kalau keseleo sedikit, bisa langsung patah tulang karena barangkali ketahanannya menurun,” ucap dr. Cely mengingatkan.

Menurutnya, melakukan latihan weight bearing, yang berarti latihan dengan gerakan kaki menopang badan secara rutin melalui aktivitas sederhana seperti berjalan atau berlari sangatlah membantu. Resistance training atau latihan menarik sesuatu berlawanan dengan otot hingga membuat otot bekerja juga diperlukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.

Paparan (exposure) sinar matahari pada kulit juga membantu penyerapan vitamin D dalam tubuh. Dr. Cely namun menekankan untuk selalu tepat waktu demi menghindari terkenanya kanker kulit.

“Kita harus hati-hati dalam berjemur. Hindari sinar matahari ketika UV-nya berada di atas angka tiga. Bila berada di bawah sinar dengan tingkat tersebut, gunakan sunscreen. Waktu yang tepat untuk berjemur saat musim panas adalah sebelum jam 10 pagi dan sesudah jam 4 sore. Penjemuran selama 10-15 menit sudah cukup. Kalau musim dingin, boleh berjemur agak siang mulai jam 11 siang atau jam 3 sore. Namun durasinya harus lebih lama, yakni 30 menit,” paparnya panjang lebar.

Para peserta seminar kesehatan yang tercerahkan melalui pertemuan DWP kali ini

Satu lagi hal yang perlu dihindari untuk mengeliminasi risiko terjangkitnya osteoporosis adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok dan mengurangi konsumsi kafein.

Kesehatan Mental Pun Penting

Tidak hanya kesehatan jasmani yang disinggung pada sesi yang bergulir dua jam tersebut. Dr. Cely ternyata juga sempat menyinggung tentang kesehatan mental. Menurutnya, kesehatan mental adalah salah satu topik besar yang memerlukan pembahasan lebih mendalam.

“Dalam topik kesehatan mental, kita harus tahu bahwa ada perbedaan antara stress, grief, anxiety, dan depression. Kadang orang bilang ia stres, padahal sebenarnya sedang anxious karena tidak bisa membedakan keduanya.” Lantas apa sih perbedaannya? “Stres itu terkait sesuatu yang harus kita kerjakan di saat tertentu. Sedangkan anxiety itu berkelanjutan,” ungkap dr. Cely.

“Depresi, di sisi lain adalah momen di mana kita merasa low mode. Misalnya ketika orang ketawa senang, kita hanya diam. Bagaimana cara membantu memperbaiki penyakit mental? Tulis buku harian sehingga setelah menulis, kita tahu hal apa yang dapat mengundang perasaan down tersebut.”

Ia juga mengatakan bahwa dengan melakukan sesuatu yang membuat hati senang termasuk berolahraga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental.

Mendekati akhir acara, dr. Cely menjelaskan secara singkat informasi terkait penyakit kanker dan pentingnya pendeteksian dini. “Early detection saves 99% life. Ingat untuk selalu eat brighter dan live lighter.”

***

Tips Hidup Sehat dari dr. Celyanda Goeltom

  1. Ubah gaya hidup. Lakukan olahraga sesuai kemampuan dan temukan apa yang bisa dikerjakan bila tidak sempat pergi ke gym.
  2. Bila melakukan diet, ambil diet sehat yang tidak berlebihan.
  3. Terkait dengan kesehatan mental, jangan lupa bahwa tanpa hati yang bahagia, kesehatan itu tidak ada artinya. Ingat mindfulness – ketahuilah posisimu sekarang dan belajar memaklumi diri sendiri supaya tidak terjadi stres.
  4. Terakhir namun terpenting, masing-masing menurut kepercayaan kita masing-masing, spirituality adalah sangat penting. Without it, you are nothing.

***

 

APA KATA MEREKA

Sherry Abdi – Ketua DWP KJRI Melbourne

Kegiatan ini lahir dari keinginan para anggota agar diadakan sebuah seminar kesehatan dengan menyentuh berbagai topik. Harapan saya adalah agar melalui acara ini semua perempuan lebih sehat, kreatif, dan positive thinking mulai hari ini.

Karina Paramestri – Ibu Rumah Tangga dan Sekretaris DWP

Saya baru saja menjadi seorang ibu. Wawasan saya jadi bertambah apalagi tentang alat reproduksi wanita, kanker, dan menstruasi. Hal ini sangat bermanfaat untuk saya. Mungkin untuk selanjutnya kita minta pembahasan tentang mental illness lebih dalam karena sebenarnya semua wanita itu pasti ada penyakit tersebut, cuma kesadarannya yang kurang. Jadi mungkin selanjutnya kita akan bikin seminar itu. Dan mungkin dr.Cely akan ajak rekan psikolog
nya.

Sony Simanjuntak – Asisten Guru Bahasa Indonesia

Seminar ini sangat bermanfaatnya khususnya untuk wanita. Dan seperti dikatakan dr.Cely, kaum wanita lah atau kaum ibu yang selalu mengabaikan kesehatannya dan mendahulukan keluarga. Tapi ini kan salah. Sama seperti kalau kita di pesawat, kamu harus menolong dirimu dulu baru bisa menolong anakmu. Jadi topik hari ini bukan saja membantu wanita tapi lebih lagi mendidik wanita supaya bisa tahu mana saja yang harus diperhatikan. Jadi sangat bagus.

Tadi disinggung sedikit tentang kesehatan mental. Saya tertarik karena boleh dikatakan bahwa bukan saja bertambah lanjut usia kemudian kita menjadi cenderung stres atau depresi, tapi terlebih lagi, sebagai kaum ibu kita biasa mengetahui lebih awal, kalau misalnya ada anggota keluarga yang mengalami depresi sehingga bisa menolong mereka lebih awal. Karena jumlah remaja yang bunuh diri di Australia ini juga cukup tinggi. Jadi perlu juga sebagai seorang ibu, kita diperlengkapi pengetahuan ini.


Threes Chen – Volunteer tutor di Swinburne University

Sangat bagus seminar ini, karena ini suatu pengetahuan yang general sebenarnya, tapi kita tidak tahu lebih dalam. Khususnya mengenai persoalan kewanitaan. Kita tidak memprioritaskan kesehatan sendiri. Dan bila event seperti ini lebih sering ada di DWP, akan lebih baik lagi. Saya akan senang sekali. Meski hujan pun saya akan datang.

Di Australia ini kita sering terlalu comfortable dengan tempat kita tinggal, sehingga kerap abai pada kesehatan. Ke depannya mungkin bisa tentang wellness karena relevan dengan kita-kita. Lebih ke pola hidup.

Nasa