Kini Ada Wadah Wanita Australia dan Indonesia di Rana Seni

Empat Lima sukses meluncurkan proyek terbaru mereka, WANITA (Womens Arts Network Indonesia to Australia), lewat sebuah art and dance festival di Copacabana, Fitzroy. Launch party WANITA ini tidak hanya berhasil menjadi platform apresiatif bagi seniman wanita melalui pengadaan pasar seni, namun juga berhasil menjadi jembatan antara komunitas Australia dan Indonesia dengan menghadirkan band asal Indonesia, White Shoes and The Couples Company.

WANITA merupakan sebuah wadah kreatif yang hadir dalam bentuk online directory dan menjadi tempat bagi seniman wanita Australia maupun Indonesia untuk berkolaborasi dan berinteraksi dengan seniman lainnya. Sooji Kim, salah satu personel band Empat Lima dan perintis WANITA, menyampaikan bahwa ide ini sesungguhnya terlahir sejak 2014 saat Empat Lima sedang melakukan tur di 8 kota di Indonesia. “Sebagai seorang wanita dan seniman, saya merasa bahwa kelompok minoritas perempuan membutuhkan dukungan positif di rana seni. Itulah mengapa kami ingin membentuk suatu wadah yang dapat mempersatukan seniman-seniman wanita, terlebih yang berasal dari Indonesia,” ujar Sooji tegas. Sooji menambahkan bahwa WANITA diharapkan dapat menjadi langkah awal penyatuan kelompok-kelompok yang sebelumnya tersegregasi di komunitas Australia yang multikultural ini. Uniknya, para personil band Empat Lima justru tidak ada yang beranggotakan orang Indonesia.

Pesta peluncuran WANITA tentunya sarat akan penampilan seni yang menarik. Saat datang, pengunjung langsung disambut dengan nuansa bersahabat dengan kehadiran art market di sudut-sudut ruangan Copacabana. Seluruh peserta menyuguhkan karya terbaik mereka, entah dalam rupa seni DIY (do-it-yourself), karikatur, hiasan terrarium kreatif ataupun busana beraksen batik. Layaknya visi WANITA, peserta pasar seni hari itu didominasi oleh seniman wanita yang terdiri dari warga lokal Australia maupun Indonesia.

Namun, tentunya launch party ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran penampilan-penampilan menarik dari atas panggung. Setelah dibuka oleh penampilan The Parking Lot Experiments dan duo breakdance, Empat Lima pun naik ke atas panggung. Band yang terdiri atas Sooji Kim, Stephanie Brett dan Carla Ori ini merupakan band asal Australia yang terinspirasi oleh musik-musik Asia tahun 1960an, terutama band Dara Puspita dari Indonesia. Nuansa Asia sungguh terdengar dari performa pop-rock Empat Lima, misalnya dengan menggabungkan aksen Jepang ataupun Bahasa Indonesia dalam beberapa lagu. Walau hanya terdiri atas tiga personel, Empat Lima tetap mampu mengobarkan semangat penonton dengan penampilan lagu-lagu favorit seperti Au Go Go dan Hanoi.

Jumlah pengunjung pun segera berlipat ganda pada detik-detik menjelang pertunjukan puncak White Shoes and The Couples Company (WSATCC). Pengunjung yang terdiri atas warga lokal Australia maupun Indonesia, segera memadati lantai dansa saat Empat Lima tiba-tiba memanggil WSATCC untuk berkolaborasi di atas panggung. Usai berkolaborasi dalam lagu Au Go Go, tibalah giliran WSATCC untuk mengambil alih panggung dan menghibur penonton.

WSATCC membuka performa mereka dengan lagu Super Reuni – selayaknya sebagai sambutan manis bagi penonton di Melbourne. Usai beramah-tamah, WSATCC langsung mengajak penonton untuk bergoyang ‘gila’ dengan lagu Senja Menggila. Penampilan WSATCC yang bernuansa old time jazz dan funk tersebut senantiasa mempertunjukkan semangat performa yang luar biasa. Setiap lagu selalu disuguhi dengan bassline yang dinamis, petikan gitar yang lincah dan sentakan drum yang bergairah. Seluruh penonton terhipnotis oleh WSATCC hingga penampilan lagu terakhir – Senandung Maaf. Bahkan banyak pengunjung yang masih enggan untuk berpisah saat WSATCC menyampaikan salam untuk terakhir kali sebelum balik ke belakang panggung.

Melihat antusiasme pengunjung, Empat Lima tentunya telah berhasil mengadakan pesta peluncuran WANITA yang unik dan tak terlupakan. Yang pasti, Empat Lima tidak akan berhenti untuk terus mengedepankan interaksi antara seniman wanita Indonesia dan Australia. “Untuk selanjutnya, Empat Lima akan mengundang dua seniman wanita Indonesia, Mariska Sukana dan Ika Vantiani, sebagai bagian dari workshop WANITA,” ujar Sooji seraya menutup pembicaraan.

 

Apa Kata Mereka

 Keren banget! White Shoes and the Couples Company-nya keren! Arts marketnya juga bagus-bagus, walaupun harganya agak mahal. Untuk selanjutnya, undang lagi ya White Shoes. Semoga semakin banyak membuat acara seperti ini dan semakin banyak undang penyanyi maupun band lokal Indonesia ke Australia.


Menurut aku acaranya keren dan beda. Biasanya kan konser dan art booth dipisah jadi acara masing-masing. Tapi acara tadi justru menggabungkan antara konser dan art booth menjadi sesuatu seperti art mash-up. Idenya bagus dan beda.
Pengalaman yang paling berkesan menurutku sih penampilan dari White Shoes and The Couples Company. Tadi juga ramai banget dan kita semua semangat untuk nonton. Bagus karena mereka datang dari Indonesia untuk kerja sama dengan artis-artis Australia juga.

 

flase