Inspiring Beauty, merupakan tagline yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ya, brand kosmetik nasional ternama, Wardah, pertengahan bulan lalu mengadakan brand campaign baru yang bertajuk Wardah Fashion Journey. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membantu memberikan inspirasi kepada desainer Tanah Air dalam menghasilkan karya-karya mereka yang akan datang.

Dian Pelangi: “Empower each other, dan inspire each other”

Bekerjasama dengan dua desainer terkenal, Barli Asmara dan Dian Pelangi, Wardah Fashion Journey menambah keindahan kota Melbourne lewat keceriaan warna yang lembut nan trendy. Selain menjadi inspirasi, brand kosmetik halal ini juga turut mendukung perancang muda Indonesia, Anandia Putri Harahap ketika mempromosikan label I.K.Y.K di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2017, serta mengagendakan pertemuan para influencer terkemuka Australia yang dikemas dalam bentuk makan siang cantik dan penuh makna.

Diakui oleh salah satu Public Relation Wardah, Wilda Arginisia, kampanye ini semua berawal dari Indonesian Fashion Week. “Kita melihat bahwa Dian dan Barli akan sangat bagus untuk bekerjasama dan dibawa untuk mewakili kampanye ini. Semua ini berawal dari Indonesian Fashion Week yang dimana kami telah mendukung Barli dan Dian sebelumnya. Kami juga support Zaskia Sungkar dan Ria Miranda,” ujarnya.

Dian dan Barli kemudian dipertemukan dengan salah seorang feminis Muslimah, Dr Susan Carland, yang berprofesi sebagai sosiolog di Pusat Kajian Nasional Australia, Monash University, Melbourne, guna mendiskusikan langkah-langkah yang dapat diambil untuk membantu memajukan industri fashion Muslimah kreatif Indonesia dan Australia.

Ditanya mengapa memilih Melbourne, Wilda menjelaskan bahwa Melbourne adalah salah satu kota yang menyimpan ide-ide cemerlang untuk bisa dituangkan kepada sebuah karya. “Melbourne adalah kota yang cukup fashionable. Untuk kota-kota seperti Italia atau Paris mungkin sudah terlalu sering dan mainstream. Makanya selain karena keindahan kotanya sendiri, yang kita ingin highlight di sini adalah bagaimana para desainer ini bisa mencari inspirasi lewat Muslim dan Muslimah yang ada di Melbourne. Mulai dari seorang stylist hijab, ballerina, feminis muslimah, fashion blogger, dan masih banyak orang yang bisa dijadikan sumber inspirasi,” papar wanita berhijab itu.

Sofie Nurul turut berjasa dalam mengorganisir acara

Tak hanya Wilda saja yang terbang dari Jakarta untuk membantu kesuksesan luncheon, Sofie Nurul, event organizer dari Melbourne yang juga merupakan sosok dibalik Amara Collection turut memberikan dukungan serta bantuannya dalam menjembatani kebutuhan seluruh agenda kampanye ini. “It was actually a great opportunity for me, especially working with Mbak Wilda from Wardah. She was being helpful in describing what Wardah wanted, so it’s easy to find a venue for today’s luncheon that also fit with what kind of event that they wanted,” tutur Sofie.

Diketahui memang makan siang bersama Dian Pelangi dan Barli Asmara ini bersifat terbatas dan dikhususkan kepada mereka yang mendapatkan undangan. “We got 25 guests, including press. We got fashion bloggers, editors of some online magazines, modest bride, representative from hijab house, one of the biggest hijab store here in Australia, so hopefully we can collaborate with them soon too!” tambah ibu satu anak ini.

Beberapa barisan nama influencer Melbourne lainnya yang hadir dalam acara makan siang tersebut, antara lain Stephanie Kurlow – ballerina hijaber pertama di dunia yang berasal dari Sydney, Subhi Bora – pemilik usaha Modest Bride Australia, dan Asiya – desainer Muslimah asal Melbourne.

Mengambil tempat di The Botanical Restaurant, luncheon sengaja dijadwalkan dari pukul 12.30 hingga pukul 5 sore untuk dapat mencakup talkshow ringan bersama Stephanie Kurlow. Ia hadir untuk membagikan kisah pribadinya ketika menjadi seorang ballerina pertama yang menggunakan hijab.

Termasuk dalam daftar acara adalah tutorial hijab oleh Dian Pelangi dan Reyyan Emniyet-Ates, hijab stylist asal Melbourne.

Hijab workshop oleh Dian, Barli, dan Reyyan Emniyet-Ates (kanan)

Acara puncak seusai santap siang meliputi pelatihan merangkai bunga. Wanita mana tak senang dengan kehadiran bunga di sekelilingnya? Tatanan meja yang luar biasa cantik oleh hiasan bunga khas Melbourne ternyata mengandung sebuah rencana agar nantinya dapat dibentuk menjadi flower crown yang menawan. Seluruh undangan spontan bersemangat ketika sesi merangkai bunga akhirnya tiba. Tak dipungkiri lagi, sang pemandu acara yang juga ialah seorang florist, Nurun Putri Abdul berhasil memikat minat semua peserta.

Nurun Putri Abdul memimpin floral workshop

Keseluruhan Wardah Fashion Journey luncheon berlangsung sesuai yang diharapkan. Bahkan, Dian Pelangi mengutarakan kebahagiaannya atas kesuksesan acara ini. “Acara ini sangat bagus buat bonding antar Muslimah. Selama ini kita paling hanya say hi saja, tidak ada kesempatan untuk get to know each other more. Makanya, dengan acara ini harapannya kita bisa saling bantu kerjasama, bisa saling sharing idea, sharing inspiration, ngobrol, dan berharap menjadi lebih kuat. Semoga kedepannya kita sesama Muslimah bisa saling bergerak bersama-sama, memperkuat bersama-sama, empower each other, dan inspire each other,” tutur desainer yang memiliki hobi travelling ini.

Untuk kedepannya, baik Dian maupun Wilda berharap acara ini dapat terus berlanjut. “Aku senang banget ada di sini! Melbourne ini adalah kota yang penuh dengan spot-spot yang bagus dan penuh dengan inspirasi juga. Sometimes I need to travel as well to find more inspiration. Aku berharap juga Muslimah kedepannya semakin bonding, tidak berhenti di acara ini saja,” tutup Dian.

 

Apa Kata Mereka

Fahima & Asiya | Muslimah Designers

Fahima & Asiya | Muslimah Designers
It’s really fantastic, to get to know a lot of hijabis, a lot of designers, and its good to network as well. And we really like the idea of it. At first, we did not know that there is actually a big Indonesian community here. I felt so welcomed, and I had so much fun making flowers and other stuff. In the future, we would like to see one of these again. We would like to come on and interact with other Indonesian cultures. Maybe more than once a year! Because we could not get to do much stuff like this here in Melborne as Muslim anyway. This is the first time I’m seeing this, I’m inspired, I love it! I’m so proud of you guys.

 

Stephanie Kurlow

Stephanie Kurlow | Hijabi Ballerina
I really love this event. I don’t think there’s anything like it. It was so fun and enjoyable. I really love meeting everyone. I hope it really sheds light to Muslim Hijabis because normal people would think that we don’t have any fashion sense, style, or people thought that we wear black all day, but we really like fashionable, beautiful people, we just like everybody else.

 

Cut Salsabila Gebrina

Cut Salsabila Gebrina | Bachelor of Psychology RMIT University
I think its really nice to have everyone together from different areas and backgrounds as well. And bringing people together especially from the fashion industry, Muslim fashion and modest fashion. And it’s also very interesting to see very talented people, wanting to inspire people like me, like us.

I’m hoping that this event would happen at least every year. Cause as Dian was saying, it can help to connect with people and it makes out the hijab industry different than the other fashion industry out there. I feel like we are more supportive of each other, and we are more willing to communicate and to actually put the effort and to connect and to inspire.  

 GALLERY

Fifi
Foto: Nys