28 Juli: Hari Hepatitis Dunia

Seperti yang telah kita ketahui, Hepatitis merupakan penyakit infeksi pada hati yang diakibatkan oleh virus dan dapat menular. Saat ini terdapat kira-kira 400 juta orang yang mengidap penyakit Hepatitis B dan C, sedangkan masih terdapat 3 jenis Hepatitis lainnya, yaitu A, D dan E. Walaupun dapat disembuhkan, Hepatitis menelan 4000 nyawa setiap harinya oleh karena penanganan yang tidak tepat atau kurang maksimal, terutama di negara-negara miskin, sehingga hepatitis berkembang menjadi hepatitis kronik atau kanker hati.

Untuk menanggulangi penyebaran virus Hepatitis, The World Hepatitis Alliance bersama dengan Word Health Organization (WHO) memperingati 28 Juli sebagai World Hepatitis Day setiap tahunnya. Di tahun yang ke-4 ini, World Hepatitis Day mengangkat tema ‘Prevention of Viral Hepatitis’ untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli, paham dan sigap dalam melakukan kegiatan yang dapat menghindarkan kita dari virus Hepatitis.

Tiap tahunnya Hepatitis Australia juga mengadakan berbagai acara sosialisasi yang dapat diikuti masyarakat luas. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi situs resmi www.hepatitisaustralia.com.

Berikut ini merupakan jenis-jenis Hepatitis yang wajib diketahui sebelum ikut memperingati Hari Hepatitis Dunia.

Hepatitis A

Jenis Hepatitis ini menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Untuk menghindarinya masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan dalam mengolah makanan dan mencuci tangan dengan bersih sebelum makan. Selain itu vaksinasi Hepatitis A juga dapat dilakukan sejak dini. Biasanya infeksi yang disebabkan oleh Hepatitis A dapat disebuhkan, namun dapat menyebabkan komplikasi lainnya bila tidak ditangani. 

Hepatitis B

Dapat ditularkan melaui darah dan cairan tubuh lainnya dari orang yang telah terinfeksi. Oleh sebab itu janganlah menggunakan barang-barang sanitasi bersama dengan pasien Hepatitis B jika belum melakukan vaksinasi. Selain itu, pastikanlah menggunakan jarum yang steril saat sedang dibutuhkan. Hepatitis B juga dapat ditularkan dari ibu ke anak yang sedang dikandungnya. Oleh karenanya, bayi yang baru lahir tersebut harus segera di vaksin 12 jam setelah kelahiran untuk menghindari Hepatitis B kronik. Dalam penanggulangannya, pasien Hepatitis B dapat menkonsumsi obat yang dapat mengurangi perkembangan virus dan, dalam beberapa kasus, obat tersebut dapat menyembuhkan pasien.

Hepatitis C

Serupa dengan jenis sebelumnya, Hepatitis C dapat menular melalui darah serta hubungan seks dan kelahiran bayi di beberapa kasus yang terbilang cukup jarang. Namun Hepatitis C tidak memiliki vaksin dan lebih sulit untuk disembuhkan. Pengobatan yang diterapkan seringkali memberikan hasil yang berbeda pada tiap individu.

Hepatitis D

Hepatitis jenis ini hanya dapat menginfeksi pasien yang telah mengidap Hepatitis B. Penyebaran virus Hepatitis D terjadi melalui kontak darah pasien. Untuk itu cara penghindaran terbaik adalah dengan melakukan vaksin hepatitis B dan mengindari penggunaan barang-barang sanitasi bersama. Sayangnya, belum ditemukan penanggulangan yang efektif untuk menyembuhkan Hepatitis D.

Hepatitis E

Tidak jauh berbeda dengan Hepatitis A, virus Hepatitis E dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Untuk menghindarinya pastikanlah kebersihan lingkungan dan tubuh, terutama saat sedang mengkonsumsi makanan. Walau telah ditemukan vaksin untuk Hepatitis E, ketersediaannya masih belum tercukupi di banyak negara. Dalam banyak kasus, infeksi ini dapat dengan sendirinya hilang dari tubuh.

Virus Hepatitis sangat mudah menyebar bila dibandingkan dengan virus HIV, karena virus tersebut dapat bertahan di luar tubuh dalam suhu ruangan selama 16 jam. Selain itu, masih banyaknya rumah sakit dan institusi kesehatan lainnya yang menggunakan jarum transfusi lebih dari satu kali pemakaian menyebabkan banyak orang rentan terhadap penyakit ini. Tentunya di beberapa negara atau daerah kumuh, lebih banyak masyarakat yang terpapar bahaya infeksi Hepatitis A dan E.

Oleh sebab itu, perlu dimiliki kewaspadaan dalam menghindari infeksi virus Hepatitis, terutama bagi masyarakat yang bekerja di lingkungan rumah sakit, orang-orang yang sering kali menggunakan jarum, pelaku seks bebas dan turis yang sering berpergian ke daerah rawan Hepatitis.

Perlu diingat, Hepatitis dapat menjadi penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan. Walaupun terdapat bahaya penularan, dalam kehidupan sehari-hari baiknya kita tetap mendampingi pasien terutama bila mereka adalah orang-orang terdekat kita. Dukungan moral sangatlah penting bagi para pasien Hepatitis kronis; hal ini sesuai dengan adanya keterkaitan kuat antara pasien Hepatitis kronis dengan depresi dan stress.

Marilah kita bersama-sama membantu mengurangi penyebaran Hepatitis di masyarakat di sekitar kita dengan menyebarkan informasi mengenai penanggulangan Hepatitis dan memberikan pemahaman kepada orang banyak pentingnya merubah pandangan buruk terhadap pasien pengidap Hepatitis.

 

 

gaby