Bertempat di co-working space the 11th Space, Xynergy Realty mengadakan presentasi properti bersama dengan Berkeley Group, perusahaan properti asal Inggris yang telah membangun lebih dari 5,000 rumah selama 5 tahun terakhir dan juga menjadi developer pertama yang meraih titel karbon positif di Inggris.

Xynergy Realty, perusahaan properti yang telah sukses mengelola kurang lebih 2,000 properti di Australia dan Indonesia, bekerjasama dengan Berkeley Group memamerkan kepada sekitar 25 hadirin dua properti yang sedang dibangun di Inggris, yaitu Hornsey Park Place di London dan Snow Hill Wharf di Birmingham.

Kerjasama dengan Berkeley group tersebut menghadirkan kesempatan bagi Xynergy untuk mendiversifikasi portfolionya. Selain itu, regulasi menjadi salah satu alasan properti di Inggris menjadi menarik untuk investasi. “Jauh lebih menguntungkan daripada investasi di Australia pada saat ini. Pasalnya, ada terdapat banyak perubahan di pasar properti Australia dan beberapa regulasi diantaranya tidak memihak pada investor asing. Sementara di Inggris, “stamp duty, capital gain, boleh dijual ke orang seluruh dunia, secondhand market boleh dijual di sana, di sini harus baru dan cuma bisa dijual ke orang lokal saja,” ujar Ivan Tandyo, CEO Xynergy Realty.

Pembelian properti di Inggris bisa dilakukan terhadap properti baru dan lama, serta dapat dijual kapan saja, kepada siapa saja, orang lokal maupun luar negeri

Karen Chia, Business Development Manager Berkeley Group cabang Singapura, hadir dalam kesempatan tersebut untuk menambahkan wawasan tentang prospek yang ada di luar Australia, dengan mengutarakan beberapa alasan mengapa Inggris menjadi tempat yang sangat menarik bagi warga luar negeri untuk berinvestasi properti.

Tidak banyak negara di dunia dimana investor luar negeri dan lokal diperkenankan mengadopsi peraturan pajak properti yang sama, dan salah satunya adalah Inggris. “You pay the same stamp duty rate, income tax rate, capital gain tax rate, everything is the same,” tutur Karen.

Pembelian properti di Inggris juga bisa dilakukan terhadap properti baru dan lama, dan juga dapat dijual kapan saja dan kepada siapa saja, orang lokal maupun luar negeri. Pembayaran stamp duty (pajak tanah dan bangunan) dapat dilakukan pada akhir pembangunan sementara di Australia harus dilakukan pada awal pembelian. Peraturan pinjaman hipotek  pun juga lebih gampang. Ada dua tipe pinjaman, yaitu principal plus interest atau interest only. Berbeda dengan di Australia dimana interest only hanya berlaku selama 5 tahun, di Inggris interest only dapat berlaku hingga akhir jangka pinjaman. Pembeli juga dapat mendaftarkan nama anak dan menggunakan nama keluarganya sebagai guarantor agar dapat memanfaatkan subsidi stamp duty bagi pembeli properti pertama. 

Karen menjelaskan salah satu faktor yang membuat pasar properti Inggris sangat kompetitif adalah peraturan pajak yang seragam

Penurunan mata uang Poundsterling semenjak Brexit pada 2016 pun memiliki efek meningkatnya investasi properti di Inggris dari Asia. Beberapa perusahaan yang menginvestasi kantor di London paska Brexit contohnya termasuk perusahaan developer besar asal Tiongkok, CC Land, dan produsen saus tiram ternama, Lee Kum Kee.

Hornsey Park Place, di London utara Zone 3, adalah salah satu tempat yang dipilih Xynergy Realty untuk bekerjasama mendagangkan. Sebagai tahap 1 dari pembangunan komplek besar bernama Clarendon, secara total Clarendon akan memiliki area sebesar 12 Acre dan 1700 studio dan memiliki taman terbuka. Letaknya pun strategis karena terletak di seberang Alexandra Park, dan berdekatan dengan 4 stasiun kereta, salah satunya berada di jalur Piccadilly yang menyambung ke bandara Heathrow. London juga merupakan kota yang memiliki daya tarik besar berkat predikatnya sebagai kota pusat bisnis dengan banyaknya perusahaan yang memiliki markas di sana tak hanya di sektor finansial, tapi juga dalam teknologi. Beberapa universitas ternama di dunia juga berada di London, contohnya London School of Economics, University College London, Imperial College dan Kings College, dan berjarak 20-40 menit dari properti tersebut. Hornsey Park Place diperkirakan selesai dibangun pada tahun 2020.

Snow Hill Wharf menjadi development pertama oleh Berkeley Group di Birmingham. Terletak di tengah Inggris, Birmingham adalah kota terbesar kedua di Inggris secara populasi setelah London, dan diproyeksikan untuk terus berkembang dengan investasi yang dilakukan pemerintah Inggris untuk pembangunan infrastruktur. Misalnya dengan ekspansi bandara serta pembangunan kereta cepat HS2 yang akan menyambung kota Manchester dan London, pengembangan Paradise Circus menjadi pusat bisnis dengan perusahaan HSBC, PWC dan Deutsche Bank membuka kantor di sana. Letak Snow Hill Wharf sangat strategis karena berjarak 20 menit dari Chinatown, 10 menit jalan kaki dari CBD yang memiliki banyak mall dan institusi edukasional. Snow Hill Wharf juga berdekatan dengan 2 stasiun kereta dan stasiun untuk Kereta cepat yang direncanakan. Snow Hill Wharf diperkirakan selesai dibangun di tahun 2021.

Investasi di Inggris menjadi topik hangat di antara para hadirin (foto: Xynergy)

Kedua properti ini masih dalam tahap awal pengembangan. Masterplan yang dikembangkan Berkeley group untuk membangun sebuah properti mempunyai visi berjangka panjang, bisa memakan waktu 8 hingga 20 tahun, dan bertujuan membangun komunitas melalui kerjasama dengan berbagai komunitas mulai dari pihak pemerintah hingga bisnis. Dengan setiap penyelesaian fase pembangunan, harga akan diperkirakan terus meningkat.

Karen menyarankan untuk membeli properti di Inggris, carilah yang masih dalam tahap awal pengembangan dan harus cermat dalam memanfaatkan pinjaman yang terbaik untuk anda, antara interest only atau principle plus interest.

Rekan Karen, Jasmine, yang sudah berpengalaman dengan Berkeley Group dalam membeli properti di Inggris turut hadir dan memberikan testimoninya. Di 2010 ia membeli properti bernama Woodberry Down, yang berjarak sekitar satu stop dari Clarendon di Piccadilly Line, dan sejalan dengan Seven Sister Road di London. Ia beli pada tahun 2010 sekitar £203,000 dan dalem phase dua pengembangan. Pengembangan masih berjalan di daerah tersebut, dengan dibukanya supermarket besar seperti Tesco dan Sainsbury serta sekolah-sekolah, dan lokasi strategis di sebelah Manor House Tube Station. Properti miliknya tidak pernah mengalami kekosongan dalam hal sewa sejak saat dibeli. Dengan pinjaman sebesar £800 per bulan, Loan-to-Value ratio sekitar 80%, Jasmine berhasil mengumpulkan £1002 per bulan uang sewa pada saat itu dan masih positif bahkan setelah melunaskan segala macam biaya yang ia harus bayar sebagai landlord/tuan rumah. Di Inggris, kewajiban membayar council tax jatuh pada tenant atau penyewa. Pada 2013 Jasmine berhasil menjual properti tersebut dengan harga £350,000. Pada tahun itu, Jasmine tidak dikenakan capital gain tax. Pajak tersebut pada 2015 baru diberlakukan kepada investor lokal dan luar negeri, dan berkisar 18% atau 28% tergantung keuntungan yang didapat.

You have to take this leap of faith, that’s one. Two, you need to know with whom you’re buying with and parking your investment in,” saran Jasmine berdasarkan pengalamannya.

Bagi yang berminat untuk menginvestasi di kedua properti tersebut, dapat menghubungi Xynergy Realty dengan segera.


Apa Kata Mereka

Ray, staff IT di Enett International

Banyak yang saya pelajari, sisi taxation, structure lending money di UK kayak apa ternyata. Dari presentasi tadi, kelihatannya orang disana lebih tertarik untuk renting dibanding buying, mungkin karena kita ada advantage currency juga ya.

Bayu, karyawan ANZ bank

Acara tadi eye opening banget, misalnya taxation local investor sama foreign investor itu ya sama ya in terms of taxation, stamp duty dan lain lain. Saya kerja di bank, jadi saya lihat dari sisi tax, saya liat ini bagus ya, attractive untuk investor. Soalnya tadi Jasmine bilang dia jual tidak ada capital gain tax, itu gila banget. Sekarang kan semua ya 18%, 28%, pemerintah dasar dapat segitu. Kalau di Australia, bisa 30%.

Denis